Dewa Sang Patriot

Dewa Sang Patriot
Menyerahkan Laporan


__ADS_3

Jalanan yang tidak begitu ramai membuat Dewa memacu mobilnya dengan santai hingga batas maksimal kecepatan di jalan tol. Sekitar hampir tiga bulan mereka meninggalkan kampus untuk melakukan KKN di Lerengwilis. Sedangkan teman-teman Naia sudah kembali lebih dulu ke kota AB sesaat setelah acara di balai desa Lerengwilis. Rencana siang hari ini kelompok KKN Naia yang diketuai oleh Oki akan menyerahkan hasil KKN mereka kepada pihak kampus.


"Oki bilang, siang ini mau serahkan hasil KKN ke kampus. Kita langsung ke kampus aja gimana..?" tanya Silvia.


"Sebenarnya Oki sendiri yang serahin laporan juga bisa, emang kita harus ikut ya..?" tanya Naia.


"Kalian itu kerja tim, jadi baiknya serahin hasilnya juga bareng-bareng. Emang kalian janjian jam berapa..?" tanya Dewa.


"Ya sesampainya kita di kota AB mas, makanya aku tadi tanya gimana kalau langsung ke kampus.. Biar gak terlalu siang dan habis itu kita bisa istirahat tenang.." ucap Silvia.


"Iya, aku setuju sama Silvia, kasihan juga kalau teman-teman terlalu lama menunggu.." sahut Nuraini.


"Iya deh, kalau begitu langsung aja ke kampus.." ucap Naia.


Situasi jalan tol yang sepi membuat Dewa menambah kecepatan mobilnya sampai melewati batas kecepatan maksimal di jalan tol.


Kecepatan yang tinggi membuat mereka satu jam lebih cepat dari waktu normal yang dibutuhkan untuk sampai di kota AB. Dengan mengikuti arahan Naia, tepat jam 11 siang mereka sampai di Universitas Tri Dharma dimana mereka menempuh pendidikan. Naia segera keluar dari mobil dan menghampiri Oki, "Udah lama nunggunya..? Maaf ya kami telat balik ke kota AB, masih ada urusan yang harus mas Dewa selesaikan.." ucap Naia.


"Iya gak pa pa, santai aja. Yuk kita serahin laporannya, baru setelah itu kita laporan ke fakultas masing-masing.." ucap Oki dan disambut dengan anggukan Naia dan teman-temannya.


Mereka memasuki salah satu gedung di kampus itu, sementara itu Dewa memunggu mereka sambil berkeliling di sekitar gedung tempat Naia memyerahkan laporan, "Ternyata besar juga ya kampus ini.." gumam Dewa dalam hati.


Setelah sekitar satu jam menunggu, akhirnya mereka keluar dari gedung itu. Segera Nuraini menghampiri Dewa, "Kak aku mau langsung ke fakultas, kakak antar aja kak Naia sama Silvia ke fakultas mereka, kebetulan letaknya berdekatan. Biar Nur bareng sama Risa saja.." ucap Nuraini.


"Loh gak sekalian aja bareng..? Terus pulangnya gimana..?" tanya Dewa.


"Gak usah kak, beda arah. Nur pulangnya bisa bareng Risa juga, kebetulan kosan Risa gak jauh sama rumah kos kak Naia.." jawab Nuraini.


"Yaudah kalau gitu, tapi nanti kalau urusan Naia sama Silvia selesai duluan, kakak jemput aja kamu.." ucapan Dewa dijawab dengan anggukan kepala Nuraini.


Merekapun berpisah menuju fakultas mereka masing-masing. Hanya beberapa menit Dewa samai di fakultas Ilmu Komunikasi dimana Naia menempuh pendidikannya.


"Aku jalan aja mas, deket kok. Mas Dewa tungguin aja Naia.." ucap Silvia kemudian turun dari mobil.


"Mas antar aku masuk ya..?" pinta Naia.

__ADS_1


"Emang boleh..? Kan aku bukan mahasiswa..?" tanya Dewa.


"Udah ikut aja, lagian meraka juga gak ngerti mas mahasiswa apa bukan. Toh masuknya juga sama aku kan..?" ucap Naia.


Dewa hanya bisa menuruti permintaan Naia, Dewa melihat beberapa mahasiswa sedang duduk di depan gedung dimana Naia akan menyerahkan laporannya.


"Eh.. Naia baru datang..? Gimana KKN mu, lancar..?" sapa salah satu mahasiswi saat Naia akan memasuki gedung.


"Hei.. Alhamdulillah, ini aku mau serahin laporannya. Gimana KKN mu..?" jawab Naia.


"Alhamdulillah udah beres. Laporan juga udah aku serahin.. Eh, ngomong-ngomong siapa dia Nai..?" ucapnya.


"Oh... Kenalin, ini mas Dewa tunanganku. Oiya mas, kenalin ini Maya teman seangkatanku.." ucap Naia kemudian Dewa menjabat tangan Maya.


"Yang bener Nai.. Perasaan kamu gak pernah punya cowok, tapi tiba-tiba aja punya tunangan. Kamu gak bercanda kan..? Wah pasti akan ada yang sakit hati nih.. Hati-hati mas, Naia itu salah satu mahasiswa tercantik di kampus ini, pastinya akan ada yang gak terima tuh.." ucap Maya.


"Aaaahh.. Udah jangan dengerin Maya, yuk ah masuk.. May, aku masuk dulu ya .?" ucap Naia kemudian menggandeng tangan Dewa dan masuk ke gedung fakultas.


Naia masuk ke dalam salah satu ruangan di gedung itu, sedangkan Dewa duduk di lobby fakultas menunggu Naia sambil membaca surat kabar yang ada di meja lobby. Tak lama berselang, Maya mendatangi Dewa, "Boleh duduk disini mas..?" ucapnya.


"Eeemmm..., mas beneran tunangan Naia ya..? Masalahnya selama aku kenal Naia, dia tidak pernah sekalipun dekat sama cowok. Mas udah lama kenal sama Naia..? Eh, ngomong-ngomong mas Dewa dari jurusan apa..? Tapi kalu benar mas itu tunangan Naia, kayaknya mas harus hati-hati deh, karena dia itu salah satu mahasiswi tercantik di kampus ini lho.. Banyak yang ngejar dia, gak cuma mahasiswa bahkan ada dosen juga yang ngejar-ngejar dia.." celoteh Maya.


Dewa hanya tersenyum mendengar celotehan Maya, kemudian dia menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab Maya, "Hhuuuufftt.. Banyak banget pertanyaannya..? Naia salah satu mahasiswi tercantik, berarti masih ada yang lainnya ya..? Emang siapa yang kasih gelar itu..?" Dewa balik bertanya.


"Belum juga dijawab pertanyaanku udah ganti tanya.. Ya memang ada yang lainnya, seperti si Vina dari kedokteran, Silvia dari Akutansi, Melani itu dari jurusan sastra ........" Maya menjelaskan satu persatu mahasiswi tercantik di universitasnya, "Ya dari kampus yang milih mereka, gak tau juga dari kapan ada seperti itu.. Terus yang aku tanya tadi kok gak dijawab..?" Maya kembali bertanya.


"Oh, aku bukan mhaasiswa disini, dan aku juga belum lama kenal sama Naia, mungkin sekitar tiga bulan. Kebetulan dia KKN di desa ku.." jawab Dewa santai.


Sambil menunggu Naia, Dewa mengobrol santai dengan Maya.


******


Sementara itu di tempat lain, di salah satu gedung tempat kegiatan mahasiswa, seorang mahasiswa dengan berlari memasuki salah satu ruangan di gedung itu, "Mana Aryo...? Yo, aku lihat Naia di gedung fakultas. Sepertinya dia sedang menyerahkan laporan KKNnya, tapi aku melihat dia bersama cowok. Mereka terlihat mesra, bahkan Naia memeluk tangan cowok itu mengajaknya masuk ke gedung fakultas.." ucap mahasiswa itu.


"Hah..?! Yang bener, kamu yakin itu Naia..? Kurang ajar..!! Siapa yang berani mendekati Naia, apa dia tidak tau kalau aku sedang mengejar Naia..? Kamu tau cowok itu dari jurusan apa..?" tanya Aryo.

__ADS_1


"Aku gak tau, sepertinya bukan dari jurusan komunikasi.." jawab pelapor.


"Yaudah, kita datangi aja mereka. Aku ingin tau siapa cowok yang gak tau diri itu.." jawab Aryo geram kemudian pergi.


*****


Setelah hampir tiga puluh menit, akhirnya Naia selesai dengan urusannya dan segera menemui Dewa di lobby fakultas, "Hayoo lagi ngomongin apa kalian..?" ucap Naia kemudian duduk sambil memeluk tangan Dewa.


"Gak ada, cuma ngobrol biasa aja Nai.. Tadi aku lihat mas Dewa lagi nunggu kamu, jadi aku temenin aja dia ngobrol. Sekalian mencari kebenaran apakah Naia sekarang sudah gak jadi jomblowati lagi..?" canda Maya.


"Heeeh kamu itu ya..? Wah pasti sebentar lagi dunia kampus akan gempar dengan gosipmu itu.. Hihihihi..." sahut Naia.


"Udah selesai urusannya..? Ini kita tunggu Silvia apa gimana..?" tanya Dewa.


"Tunggu aja di kantin mas, nanti biar dia nyusul ke kantin, gimana..? Oiya May, ikut ke kantin yuk..?" ucap Naia.


"Kalian duluan aja deh, aku entar nyusul.." jawab Maya.


Setelah itu, mereka berdua meninggalkan Maya dan pergi ke kantin yang berjarak beberapa puluh meter dari gedung fakultas. Selama berjalan menuju kantin, Naia terus memeluk tangan Dewa, seakan-akan ingin menunjukkan kepada seluruh mahasiswa di kampusnya bahwa sudah ada seseorang yang memenangkan hatinya. Naia segera memesan makanan dan minuman saat mereka sampai di kantin, "Bu kopi tanpa gula sama teh hangat ya..? Hari ini masak apa bu..?" tanya Naia.


"Eh mbak Naia.. Hari ini ibu masak sayur lodeh, sayur bayam sama kikil pedas. Eh... Loh siapa mas ganteng ini mbak..? " tanya ibu kantin.


"Oke deh, aku mau kikil pedas ya bu..? Buatin dua porsi bu.. Kalau aku bilang dia calon suamiku, ibu percaya kah..?" ucap Naia.


"Ibu percaya, ceweknya cantik, cowoknya ganteng. Wah kalian memang pasangan serasi.." ucap ibu kantin.


Setelah membayar makanan yang mereka pesan, Dewa dan Naia menikmati makanan yang mereka pesan sambil menunggu Silvia datang. Saat mereka sedang asik menikmati makanan, Aryo masuk ke dalam kantin bersama dengan beberapa mahasiswa lainnya.


"Wah apes tuh cowoknya Naia, Aryo pasti akan mencari gara-gara dengan dia.." bisik salah satu mahasiswi


yang ada di kantin.


"Anak dari klub beladiri memang suka cari gara-gara. Ujung-ujungnya tetap keroyokan.. Banyak yang sudah mereka keroyok hanya gara-gara mendekati Naia.." sahut lainnya.


"Memang urat malu Aryo udah putus, padahal udah ditolak sama Naia, tapi masih aja ngejar-ngejar terus..' sambung lainnya.

__ADS_1


Aryo langsung menuju meja dimana Naia dan Dewa berada.


__ADS_2