
"Apakah gurumu tidak bercerita apapun tentangku..?" tanya mbah Sum.
"Guru tidak bercerita apapun, beliau hanya mengatakan bahwa tidak lama lagi aku akan bertemu dengan anda.. Sebenarnya apa hubungan mbah Sum dengan guru..?" ucap Dewa.
Mbah Sum tersenyum kemudian menjawab semua pertanyaan Dewa, "Aku dan gurumu adalah saudara seperguruan, meskipun kami berguru pada orang yang berbeda. Guruku adalah istri dari gurunya Sastro. Meskipun guru kami berniat menjodohkan kami, tapi takdir berkata lain. Orang tuaku tidak pernah merestui hubungan kami dan menikahkan aku dengan orang lain.." jawab mbah Sum.
"Jadi bisa dibilang nenek Sum ini adalah kekasih kakek Sastro..?" tanya Naia dan dijawab dengan senyuman oleh mbah Sum.
"Lalu bagaimna mbah Sum bisa tau kalau aku akan berhenti di rest area itu..?" tanya Dewa penasaran.
"Jadi beberapa hari sebelumnya aku mendapat pralampita gaib atau petunjuk dari Sang Maha Gaib bahwa aku akan bertemu dengan Sang Adhimurti di rest area itu. Aku menyadari bahwa kamu adalah Sang Adhimurti ketika aku melihat kamu menyelamatkan wanita itu, dan kekuatan kalimasada yang kamu gunakan membuatku tau bahwa kamu adalah murid dari Sastro.." kata mbah Sum.
"Maaf Nek, tapi siapakah Sang Adhimurti itu dan bagaimana nenek yakin kalau kakakku adalah orang yang nenek maksud..?" tanya Nuraini yang juga penasaran.
"Aahhhh.. Kalau menjelaskan itu akan sangat panjang, tapi singkatnya saat ini sang Adhimurti sedang membimbingnya, bisa dibilang kakakmu itu sama seperti Ramawijaya atau Kresna dalam cerita pewayangan, seseorang yang menjadi titisan dari Sang Wisnu yang bertugas mengendalikan angkara murka di dunia ini sehingga dunia menjadi tentram.." ucap mbah Sumiati.
"Guruku pernah mengatakan bahwa Sang Adhimurti atau Sang Wisnu hanyalah personifikasi dari Sang Diri Sejati itu sendiri agar manusia lebih mengenal tentang Tuhan.." sahut Dewa.
Pemahaman Nuraini, Naia dan Silvia yang terbatas membuat mereka semakin bingung, "Bagaimana sih, aku sama sekali tidak dapat memahaminya.." ucap mereka penuh kebingungan.
"Singkatnya leluhur kita sudah memahami bahwa di dalam diri manusia terdapat pancaran energi Tuhan yang selalu membimbing kita untuk kembali kepadaNya. Itulah Ruh, atau dalam agama yang kita imani disebut Nur Muhammad, yang oleh leluhur kita disebut dengan Sang Diri Sejati atau Sang Guru Sejati, dan ada juga yang menyebut Sang Adhimurti......." mbah Sumiati menjelaskan kepada Naia, Silvia dan Nuraini dengan sangat hati-hati. Beliau tidak ingin menyentuh pada ranah kemimanan yang sudah mereka yakini sehingga semakin memperkuat keyakinan mereka terhadap Sang Maha Hidup dan Menghidupi.
Naia, Silvia dan Nuraini mendengarkan penjelasan dengan seksama dan langsung bertanya saat mereka tidak memahami apa yang diungkapkan mbah Sumiati, "Oh.. Sekarang aku sedikit paham, banyak ustadz yang bilang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya. Tapi bagaimana cara untuk bisa mengenal diri kita sendiri nek..?" tanya Silvia.
__ADS_1
"Hhhmmmm... Pertanyaan bagus.. Apakah kalian bersedia untuk mempelajarinya..?" tanya mbah Sumiati.
Mereka bertiga terdiam untuk beberapa saat, kemudian dengan hampir bersamaan mereka menjawab, "Kami bersedia.. Apakah nenek bisa membimbing kami..?"
"Tentu saja aku akan membimbing kalian. Kalau begitu, besok pagi kalian kembalilah kesini dan selama tujuh hari kalian bertiga menetaplah disini. Bagaimana..?" tanya mbah Sumiati.
"Baik nek.. Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dulu.." jawab Naia.
Setelah tidak ada lagi hal yang mereka bicarakan, mereka kembali ke rumah kos Naia untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dan keesokan paginya mereka kembali lagi ke padepokan Tunjung Seto, "Baiklah, kalian ikuti apa yang dikatakan mbah Sum, jangan pernah membantahnya. Seminggu kemudian, aku akan menjemput kalian lagi.." ucap Dewa.
"Iya mas, mas juga hati-hati.." ucap Naia.
Setelah berpamitan dengan mbah Sum, Dewa segera meninggalkan padepokan Tunjung Seto. Kemudian mbah Sumiati mengajak mereka ke suatu tempat yang tidak begitu jauh dari padepokan.
"Tempat ini bernama Sumber Pitu. Sekarang kalian tanggalkan semua baju kalian, lalu berendamlah di kolam itu hingga seluruh tubuh kalian, mulai ujung rambut sampai ujung kaki.." ucap mbah Sumiati.
Berbeda dengan Naia dan Silvia, Nuraini mulai melepas pakaian yang menutupi tubuhnya, " Aku yakin tempat ini aman, nenek Sumiati pasti sudah memperhitungkannya.." ucap Nuraini.
Mbah Sumiati tertawa mendengar jawaban Nuraini, "Sudahlah, aku tidak mungkin mencelakakan muridku.." ucap mbah Sumiati kemudian menyentuh pipi Naia dan Silvia.
Naia dan Silvia segera melepaskan pakaian mereka, hingga tidak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka bertiga. Kemudian dengan perlahan mereka masuk ke dalam kolam hingga ke tengah-tengah kolam kemudian menenggelamkan seluruh tubuh mereka hingga semua bagian tubuh mereka terendam air. Mbah Sumiati menunggu mereka diatas batu besar yang ada di pinggir kolam sambil memberikan arahan kepada mereka bertiga, "Kalian duduklah dan pejamkan mata kalian. Rasakan air sumber ini sedang membersihkan semua kotoran yang sedang menempel di kulit kalian, rasakan aliran air yang bersentuhan dengan kulit kalian....." mbah Sumiati terus memberikan arahan.
Setelah hampir tiga puluh menit, mbah Sumiati meminta mereka untuk keluar dari kolam dan berpakaian kemudian mengajak mereka kembali ke padepokan. Naia, Silvia dan Nuraini dapat merasakan tubuh mereka penuh dengan energi dan jauh lebih segar, "Kotoran di tubuh kalian sudah dibersihkan, tinggal membersihkan kotoran yang ada di jiwa kalian.." ucap mbah Sumiati.
__ADS_1
"Bagaimana caranya nek..?" tanya Nuraini.
"Lakukan dzikir sebisa kalian hingga waktu ashar tiba. Lakukan dzikir sambil melakukan aktifitas kalian, setelah sholat ashar kita akan mulai menapaki jalan spiritual.. Apa yang akan kalian alami, mungkin akan berbeda dan itu adalah sesuatu yang bersifat sangat pribadi. Jadi apapun yang kalian alami masing-masing, jangan pernah menceritakan kepada yang lainnya, dan jangan pernah bertanya apa yang orang lain alami, kecuali kepada ku, karena aku adalah guru kalian. Dan satu hal lagi, selama seminggu ini, kalian fokus pada apa yang akan aku ajarkan. Putuskan hubungan dengan dunia luar, matikan dulu hp kalian.. Apa kalian sanggup..?" ucap mbah Sumi.
"Baik nek, aku akan mengikuti apa yang nenek katakan.." ucap mereka hampir bersamaan, kemudian mematikan hp mereka.
"Baiklah, sekarang lakukan aktifitas kalian seperti biasa, tapi jangan lupa berdzikir.. Kalau kalian ingin teh atau kopi, kalian bisa minta Suko membuatkan atau kalian bisa membuat sendiri di dapur.." ucap mbah Sumiati kemudian meninggalkan mereka.
Seperti biasa, Nuraini segera ke dapur untuk membuatkan minuman, sedangkan Naia dan Silvia duduk di pendopo sambil sesekali bercanda.
*****
Sementara itu, di ruangan klub bela diri, Aryo terlihat masih menyimpan dendam kepada Dewa karena dia merasa dipermalukan oleh Dewa. Aryo terlihat sedang menceritakan apa yang dialaminya kepada pelatihnya, "Aku tidak terima kang, orang itu begitu sombongnya memamerkan kekuatannya. Terus terang saja, aku bukan lawannya, itulah yang membuatku tidak melawannya langsung. Tapi aku yakin kekuatannya jauh dibawahmu.." ucap Aryo memprovokasi.
"Kamu tau dia mahasiswa jurusan apa..?" tanya pelatih klub bela diri yang bernama Edra.
Endra bertubuh kekar dengan tinggi 178 cm dan berkulit sawo matang, pernah menjadi anggota keamanan salah satu partai politik. Dengan kemampuan bela diri yang cukup tinggi, akhirnya membuat kampus merekrutnya menjadi seorang pelatih bela diri. Selain Universitas Tri Dharma, Endra juga melatih bela diri di beberapa universitas di kota AB.
"Aku juga tidak tau dia mahasiswa jurusan apa, tapi teman-teman bilang dia bukan salah satu mahasiswa sini, mungkin dari kampus lainnya.." jawab Aryo.
"*Selama ini aku belum pernah menemui mahasiswa dengan kekuatan yang sampai seperti itu di kota AB, a*pa mungkin dia berasal dari kelompok tersembunyi..?" gumam Endra dalam hati.
"Oiya Yo, aku sempat lihat, Maya sempat ngobrol lama sama dia, coba tanyakan saja ke Maya, mungkin dia tau.." sahut salah satu teman Aryo.
__ADS_1
"Yaudah kamu cari Maya dan tanyakan hal itu sama dia.." ucap Aryo.
"Kalian pastikan dulu identitasnya, siapa dia dan apa latar belakangnya. Jangan sampai karena hal sepele, kita menyinggung kekuatan besar. Kalian harus tau, di kota AB ini banyak kelompok tersembunyi dengan kekuatan yang sangat besar yang tidak bisa kita singgung atau akan fatal akibatnya.." ucap Endra.