
Dahi Dewa berkerut saat memeriksa beberapa file dan foto yang dikirimkan oleh Dunhill melalui aplikasi perpesanan di hp nya. Berulang kali Dewa mengamati foto yang baru saja dia dapatkan itu, "D**ari data medis ini kondisi tubuh wapres yang sebenarnya normal dan tidak terjadi masalah apapun. Artinya dokter sendiri tidak bisa mengetahui penyebab pasti kematian wapres, hanya saja mereka harus tetap mengumumkan penyebab kematiannya. Bisa jadi benar firasatku, ada campur tangan kekuatan gelap pada kematian wapres. Ini sama seperti yang dikatakan Banaspati beberapa waktu lalu.. Om Karman juga pernah memperingatkanku tentang kekuatan yang lebih kuat dari kekuatan gelap yang aku hadapi waktu itu.." gumam Dewa dalam hati.
Dewa kemudian melihat foto seseorang yang sering keluar masuk rumah Baros dan berada di sekitar rumah wapres sebelum kematiannya, "Siapa orang ini..? Aura orang ini sangatlah gelap seperti dia bukan manusia.." ucap Dewa dalam hati.
"Lagi apa mas..? Dari tadi aku perhatiin sibuk sama hp, ada masalah apa emangnya..?" tanya Naia sambil duduk disamping Dewa.
"Oh, ini lagi baca berita aja. Kamu belum tidur..? Oiya, rencana siapa saja teman yang kamu undang..?" tanya Dewa sambil meletakkan hp nya.
"Gak banyak sih, rencana sih Oki dan teman-teman KKN, sama beberapa teman dekat aja.. Mas, besok antar aku bagi undangan ke kampus bisa kan..? Sekalian ke padepokan Tunjung Seto, aku ingin minta do'a sekalian undang mbah Sumi buat datang ke acara nikahan kita.." tanya Naia.
"Iya, pasti bisa lah.. Oiya, sisain undangannya buat mbah Sastro ya..?" pinta Dewa.
"Iya mas tenang aja, aku udah siapkan buat kakek Sastro. Selain kakek, siapa lagi yang akan mas undang..?" tanya Naia.
"Ada sih, mbah Binti sama Tika. Tapi biar nanti Roni atau Loreng aja yang ajak mereka langsung.." jawab Dewa.
Tak lama kemudian, Silvia datang dan mereka pun mengobrol dan bercanda hingga larut malam.
*****
Pagi itu, Naia membagikan beberapa undangan kepada beberapa teman dekatnya di ruang kelas di fakultasnya. Suasana langsung berubah menjadi ramai, teman-teman Naia tidak percaya bahwa dalam waktu dekat Naia akan melangsungkan pernikahan.
"Hah...!! Eh ini beneran, kamu akan menikah Nai..? Aku gak pernah tau kamu punya pacar, tapi kok tiba-tiba kamu......" ucap salah satu teman Naia sambil membaca undangan yang diberikan Naia.
"Apakah dunia akan segera kiamat..? Salah satu mahasiswa tercantik di kampus kita akan menikah. Pangeran dari negeri mana nih yang bisa menaklukkan hati sang Dewi kita..?" sahut lainnya disambut tawa teman lainnya.
"Hiiih...! Kalian ini sejak kapan bermain drama..? Iya tentu beneran lah...! Awas kalian, jangan sampai gak datang ya..?" ucap Naia.
__ADS_1
"Tentu kami akan datang, ini momen bersejarah dan nama kita harus tercatat disana.. Hahahaha..." ucap seorang mahasiswi sambil merangkul Naia.
Beberapa orang yang tidak suka mendengar berita itu, segera menceritakan apa yang mereka dengar kepada Aryo, salah satu mahasiswa yang selalu mengejar cinta Naia.
Aryo segera bergegas mencari Naia di kelas, dan langsung mengambil salah satu undangan yang sedang dibaca oleh Nani, salah satu teman dekat Naia, dengan nada marah dia bicara kepada Naia, "Apa maksudnya ini Nai..?!" bentaknya.
"Mengapa ya kampus sebesar ini bisa menerima mahasiswa yang bahkan tidak bisa membaca..? Aneh sekali, kamu masuk kampus ini nyogok ya..?" sahut Nani.
"Diam kamu..!! Jangan ikut campur urusanku..!!" bentak Aryo sambil melotot.
"Hei kenapa kamu membentaknya..? Yang Nani katakan benar, kamu kan seharusnya bisa baca apa isi undangan itu..?" ucap Naia santai.
Aryo yang sedang cemburu menjadi semakin marah dengan ucapan Naia, "Kamu sama sekali tidak menghargai perjuanganku Nai, aku tidak membiarkan siapapun menikah denganmu..! Aku sudah cukup bersabar denganmu, terpaksa aku memakai cara kasar untuk mendapatkanmu..!! Ikut aku sekarang juga..!!" Aryo berusaha meraih tangan Naia dan memaksa Naia pergi bersamanya.
Naia yang sudah belajar dasar beladiri dari Kosim langsung menepis tangan Aryo dengan salah satu tangannya dan mendorong Aryo dengan tangan lainnya. Kekuatan spiritual Naia terlepas begitu saja dari telapak tangannya dan menghantam dada Aryo.
Aryo terpental beberapa meter dan jatuh setelah menabrak salah satu meja yang ada di belakangnya. Semua yang ada di dalam kelas terkejut dengan kejadian yang baru saja mereka lihat. Kemudian bersama Naia mereka meninggalkan kelas, sedangkan Aryo hanya merintih menahan sakit di punggungnya.
*****
Sementara itu, di kantin yang tidak jauh dari gedung fakultas dimana Naia berada, Dewa sedang menikmati kopinya sambil ngobrol bersama Novi, salah satu dosen di kampus itu. Novi adalah teman baik Dewa saat SMA dan merupakan dosen tercantik di kampus itu.
"Eh bukannya itu bu Novi, dosen teknik sipil..? Tapi siapa laki-laki yang ada bersamanya itu..? Mereka terlihat akrab.." bisik salah satu mahasiswa kepada temannya.
"Mungkin pacarnya.. Pas banget ya, cowoknya ganteng, bu Novinya cantik. Serasi banget mereka.." sahut salah satu mahasiswi.
"Bukanlah.. Bu Novi itu udah tunangan sama seorang dosen dari kampus sebelah. Kalau gak salah cowok itu kan pacarnya Naia..? Itu yang waktu itu sempat bersitegang sama Aryo.." sambung mahasiswa di sebelahnya.
__ADS_1
Dewa sama sekali tidak menghiraukan para mahasiswa itu sedang membicarakannya, bahkan obrolan mereka saling bercanda hingga sesekali Novi mencubit tangan Dewa untuk melepaskan rasa gemasnya, "Eh Wa, kalau kamu terus menggodaku, beneran aku bisa jatuh cinta lagi dama kamu loh.. Seandainya saja aku bisa sabar waktu itu, mungkin kita akan jadi pasangan paling bahagia.." ucap Novi.
"Sudahlah, memang harus seperti ini jalannya, jadi ya jalani aja apa adanya. Lagian aku punya berita bagus buatmu.." jaeab Dewa.
"Berita apaan..? Kamu mau nglamar aku..? Duuuhhh gimana dong, aku belum putus sama tunanganku. Kamu bisa sabar untuk sementara waktu gak, atau........." Novi tidak melanjutkan ucapannya setelah Dewa menyentil hidungnya.
"Apaan sih, kalau sampai didengar mahasiswamu, ajan jadi bahan olokan mereka.." sahut Dewa.
"Aduuuuhhh.. Ih, kebiasaan deh, gak bisa diajak bercanda. Emang berita apaan..?" tanya Novi mulai serius.
"Pertama, aku sudah menemukan cara untuk membuat calon mertuamu kembali ke tanah air. Yang kedua, akhir bulan ini aku akan menikah dengan Naia, dan aku berharap kamu bisa datang.." jawab Dewa.
Novi terdiam beberapa saat setelah mendengar apa yang diucapkan Dewa, "Mengapa aku sangat sedih mendengar berita itu..? Membayangkan Dewa dan Naia menikah membuat hatiku sangat sakit. Bagaimanapun, sampai sekarang dihatiku hanya ada satu nama, dia adalah Dewa.. Wa, apakah aku tidak mungkin lagi bersamamu..? Meskipun aku menjadi yang kedua atau bahkan yang ketiga sekalipun, aku terima dengan senang hati.." gumam Novi dalam hati.
Dewa menghembuskan nafas panjang setelah mendengar apa yang dipikirkan oleh Novi, "Hhuufffftt.. Jangan berfikir berlebihan, sampai kapanpun kamu tetap sahabat terbaikku. Jalani saja semuanya dengan ikhlas. Terkadang apa yang tidak kita harapkan, justru itu yang terbaik untuk kita.. Jangan pernah berfikir untuk menjadi yang kedua atau ketiga, kalau ada seseorang yang menjadikanmu yang pertama dan satu-satunya. Hargai dia, aku yakin dia yang terbaik untukmu.." ucap Dewa.
"Eh, kamu bisa tau apa yang aku pikirkan..? Maaf Wa, kamu benar, sepertinya aku terlalu berlebihan dalam berfikir, terima kasih sudah mengingatkanku.. Aku pasti datang dan aku akan berbahagia untuk kalian.." ucap Novi sambil tersenyum.
Tanpa mereka sadari, Naia sudah ada di belakang Dewa, "Hemmm lagi kencan nih ceritanya..? Jangan-jangan clbk nih.." sapa Naia.
"Eh.. N-Naia, kapan datang..? Kok aku gak tau..?" ucap Dewa tergagap.
"Gimana bisa tau kalau di depannya ada bidadari cantik..? Jadi mana bisa fokus ke tempat lain..?" ucap Naia pura-pura marah.
"Eehh kamu lagi memuji dirimu sendiri apa nyindir aku nih..? Kalau aku bidadari, berarti kamu ratunya bidadari dong..? Sini duduk, udah gak usah pura-pura marah. Oiya, selamat ya sebentar lagi akan jadi nyonya Dewa.." ucap Novi kemudian memeluk Naia.
"Loh cuma ucapan selamat aja..? Terus mbak Novi gak mau datang pas acaranya..?" sahut Naia.
__ADS_1
"Ngomong apa sih.. Aku pasti datang lah, lagian pasti banyak makanan enak disana nanti kan..? Hahahaha..." ucap Novi disambut tawa Naia dan Dewa.