Dewa Sang Patriot

Dewa Sang Patriot
Kekuatan tersembunyi Baros


__ADS_3

Dengan persepsi jiwanya, Dewa sudah memprediksi bahwa Baros akan menembaknya, sehingga Dewa bisa menghindari dua peluru yang keluar dari pistol Baros.


Sreeetttt.. Dooorrr


Seeettttt.. Doooorr... Jtaaaaakkk..


Dewa bergerak maju dengan cepat dan langsung menendang tangan Baros yang memegang pistol dan membuat pistol yang dipegang Baros terjatuh. Dewa kemudian menendang dada Baros, akan tetapi Baros segera bereaksi, menyilangkan tangannya ke depan dada untuk menahan tendangan Dewa.


Jbaaaaaakkk...


Tap... Ctap.... Tap...


Baros mundur beberapa langkah dan tertawa setelah menahan tendangan Dewa, "Hahahaha... Ternyata punya kemampuan juga kamu.. Bagaimana kalau kamu bergabung denganku saja, aku bisa memberikan posisi tingi untukmu.." ucap Baros.


Dewa tersenyum sinis mendengar ucapan Baros, "Cih.... Bergabung denganmu..? Tunjukkan dulu kemampuanmu tua bangka.." jawab Dewa sambil menyerang Baros dengan pukulan dan tendangannya.


Whussss.. Ctaaaaakkk.. Ctaaaaapp..


Sleeeeebbb.. Ctappppp.. Sleeeebb...


Tak kalah gesit dari Dewa, Baros dapat menangkis dan menghindari puluhan pukulan dan tendangan yang dilancarkan Dewa. Kepulan asap hitam keluar dari tubuh Baros, menahan setiap pukulan dan tendangan yang mengarah ke titik vital tubuhnya.


"Hahahaha... Apa hanya ini kemampuanmu..?! Sungguh sangat mengecewakan..! Ayo keluarkan semua kemampuan dan aji jaya kawijayanmu anak muda..!" ejek Baros.


"Lagi-lagi kekuatan gelap menghalangi seranganku.. Tapi kekuatan gelap Baros sedikit berbeda, sepertinya Baros tidak mengendalikan sendiri kekuatannya. Dengan kecepatanku, seharusnya masih ada satu atau dua seranganku yang telak mengenai titik vitalnya.." gumam Dewa dalam hati.


"Mengapa..? Kamu sudah lelah..? Kalau begitu sekarang giliranku..!!" hardik Baros kemudian bergerak menyerang Dewa.


Whussss.. Ctaaaapp.. Jbaaaakk..


Jtaaaakk.. Ctaaakk... Jduuuuugg..


Baros menyerang Dewa dengan serangan yang cepat dan ganas. Meskipun Dewa mampu menangkis dan menghindari serangan Baros, tapi beberapa pukulan dan tendangan Baros telak mengenai kepala dan dadanya dan membuatnya harus mundur beberapa lamgkah untuk mengambil jarak.


Baros sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Dewa untuk mengatur nafasnya. Dia terus menghujani Dewa dengan pukulan dan tendangannya.


Whungggg... Ctaaaaakk.. Jbuuuugg..


Braaaakkk.. Praaaangggg.. Praaaanggg..


Whuuusss.. Jbuuugggg.. Ctaaaaappp..


Dalam beberapa menit mereka saling beradu serangan dan membuat seluruh ruangan rumah Yuma nenjadi porak poranda. Lagi-lagi, energi hitam menghalangi pukulan ataupun tendangan Dewa ke arah titik vital Baros, akan tetapi pukulan maupun tendangan Baros bisa dengan mudah mengenai dada ataupun kepala Dewa. Beruntung kekuatan spiritual Dewa melindungi Dewa dari cidera akibat pukulan ataupun tendangan Baros.


Dewa salto kebelakang untuk mengambil jarak dengan Baros kemudian tersenyum kepada Baros, "Ternyata ada energi hitam itu berasal dari entitas lain yang ada di dalam tubuh bajingan tua ini. Tapi sepertinya kekuatan energi itu tidak stabil, tadi aku sempat merasakan tanganku dapat menyentuh tubuh Baros.." gumam Dewa dalam hati.

__ADS_1


"Apa yang kau tertawakan..? Apakah beberapa pukulanku membuat otakmu rusak..?" ejek Baros.


"Ternyata kau tidak sendirian rupanya, pantas saja kau begitu percaya diri.." gumam Dewa.


"Hahahaha... Apa matamu sudah rabun karena pukulanku..? Atau jangan-jangan kamu mulai takut..? Dimana rasa percaya dirimu tadi ha..?!" ejek Baros sambil melihat Dewa.


Dewa kembali menyerang Baros, "Aku tidak percaya kau mampu menahan pukulan Kalimasadaku.." gumam Dewa sambil menyerang Baros.


Dengan kekuatan spiritualnya, Dewa menyerang Baros. Kombinasi langkah dan pukulan Kalimasada meningkatkan kecepatan dan kekuatan serangan Dewa ratusan kali, sehingga membuat Baros kesulitan untuk menghindar dan menangkis serangan Dewa.


Sreeettt.. Jdaaagg.. Jbuuuuggg..


Jbaaaaaggg.. Jdaaaaagggg... Jbuuuuuggg..


Energi hitam tidak mampu lagi melindungi tubuh Baros dan membuat dirinya terjatuh saat pukulan Dewa tepat mengenai dadanya.


Bruaaaaakkk..


"Bhuaaaaahh... B-bagaimana mungkin..?" ucap Baros sambil berdiri. Tiba-tiba asap hitam mengelilingi tubuh Baros.


Dewa tidak ingin memberi kesempatan kepada Baros untuk mengumpulkan kekuatannya, dia segera maju dan menyerang Baros dengan kekuatan kalimasada.


Baros melihat tangan Dewa mengeluarkan cahaya biru, "K-kekuatan ini... Tidak mungkin...!!" teriaknya


Jduaaaaaaarrrr.....


Pukulan Dewa tepat mengenai dada Baros, benturan antara kekuatan kalimasada dan energi hitam yang menyelimuti Baros mengakibatkan ledakan dan membuat Baros terpental menabrak jendela hingga keluar rumah..


Braaaaaakkkk...


Tubuh Baros terjatuh setelah menabrak pagar rumah tinggal Yuma.


Yuma yang bersiap menendang pintu rumah terkejut melihat seseorang terlempar dari jendela rumahnya yang hancur. Dia melompat kebelakang dan berteriak, "Boooossssss..!!" teriak Yuma sesaat setelah dia menghindar.


Dewa segera keluar dari dalam rumah, "Yud..!! Cepat pergi dari sini..!!" teriak Dewa.


"T-tapi boss..?" sahut Yuma.


"Jangan membantah..!! Cepat pergi..!!" perintah Dewa.


Yuma meninggalkan halaman rumah dan mengamati pertarungan bosnya itu dari kejauhan.


Baros mulai berusaha berdiri sambil mengerang, tidak ada yang tau pasti apa yang terjadi pada diri Baros karena asap hitam yang semakin tebal mengelilingi tubuh Baros.


Sandhi dan pak Sutiyono yang mengawasi dari kamera cctv di salah satu rumah yang tidak jauh dari rumah Yuma pun dibuat terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Pak Sutiyono akhirnya semakin yakin bahwa apa yang diucapkan Dewa adalah benar.

__ADS_1


Asap hitam semakin tebal dan pekat, tapi tiba-tiba tubuh Baros seperti menghisap asap tebal itu. Saat asap itu memghilang, semua terkejut karena tubuh Baros berubah menjadi hitam, dengan tanduk kecil yang muncul diubun-ubunnya. Mata Baros memerah dengan pupil mata berubah seperti mata ular. Asap hitam menjulur di belakang Baros, menyatu dengan tulang ekornya, berbentuk mirip seperti ekor ular.


"Ddzzzzztttss... Cssssttss.. Aku tidak menyangka kamu bisa membuatku sampai seperti ini... Cssssttzz.." ucap Baros sambil mendesis seperti ular.


"Rupanya kamu sudah tidak tahan lagi untuk menampakkan diri ya..?" sahut Dewa.


"Ternyata aku sudah meremehkanmu. Kamu adalah orang kedua yang melihatku dalam wujud ini.. Jika melihat dari kekuatanmu, sepertinya kamu adalah muridnya.. Hahahaha.. Ternyata dia bisa selamat waktu itu.." ucap Baros. Suara Baros pun terdengar seperti dua orang laki-laki dan wanita yang berbicara bersamaan.


"Pantas saja guru memintaku untuk tidak berurusan dengan Baros. Jadi guru pernah berhadapan dengan keparat ini.." ucap Dewa dalam hati.


"Siapapun yang melihat wujudku seperti ini, dia harus mati..!!" ucap Baros kemudian menyerang Dewa dengan energi hitam yang menyerupai ekor ular.


Whuuungggg.. Blaaaaaassstttt..


Energi hitam yang membelah angin membuat udara di sekitarnya menjadi sangat panas. Dewa dengan gesit menghindari serangan itu. Melihat celah yang dibuat Baros, Dewa langsung maju menyerang Baros.


Whusssss....


Celah yang sengaja diciptakan oleh Baros agar Dewa menyerangnya, tiba-tiba Baros mengeluarkan asap hitam dari mulutnya untuk menyerang Dewa..


Whuuuuurrrrr.... Whuuuuurrrrss..


Dengan langkah kalimasada, Dewa menghindar dengan sangat cepat bagai kilat dan berada tepat di sebelah kanan Baros.


Sreeeetttt...


Tanpa ragu, Dewa langsung menghantam rahang kiri Baros dengan pukulan klaimasada dan kemudian disusul dengan tendangan kalimasada pada bagian leher Baros.


Jpraaaaaakkk.. Jlaaaaaggggh...


Baros terpental menabrak pagar rumah tinggal Yuma hingga pagar itu patah.


Bruaaaakkk..


"Bhuwaaaaahh.. Kamu benar-benar tidak bisa diremehkan. Ternyata kamu lebih hebat dari orang tua itu.. Kamu membuatku semakin bersemangat. Tenang saja, sebentar lagi aku akan menggunakan tubuhmu untuk memperkuat ilmuku.. Hahahaha..." ucap Baros setelah memuntahkan darah berwarna merah gelap.


Baros memejamkan mata sambil berkomat-kamit, dan tiba-tiba angin bertiup sangat kencang. Dengan persepsi jiwanya, Dewa merasakan kekuatan gelap Baros meningkat. Ekor yang merupakan perwujudan dari energi gelap, kini menjadi memiliki kekuatan listrik, nafas Barospun menjadi panas seperti uap air yang mendidih. Tekanan di sekitar rumah tinggal Yuma meningkat menjadi sangat tinggi.


Mendapat tekanan yang diluar kemampuan, membuat semua orang yang ada di sekitar rumah tinggal Yuma pingsan, tidak sadarkan diri, kecuali Dewa. Kekuatan spiritual Dewa menjaganya untuk tidak terpengaruh dengan kekuatan Baros.


"Luar biasa.. Hahahaha... Kamu sama sekali tidak terpengaruh dengan kekuatanku.. Sungguh sangat disayangkan, orang sepertimu seharusnya bergabung bersamaku.." ucap Baros.


"Hentikan omong kosongmu keparat..!! Majulah kalau kau memang bisa mengalahkanku..!!" hardik Dewa.


Baros sangat murka mendengar tantangan Baros, dengan sekuat tenaga dia menyerang Dewa menggunakan ekornya, "Matilah...!!" teriaknya.

__ADS_1


Kibasan ekor Baros menghasilkan suara gemuruh seperti suara petir yang hendak menyambar, dan menghasilkan tiupan angin yang sangat kencang.


Rruuuuggghhhhh... Jdhaaaaaaarrrrrrr....


__ADS_2