Di Simpang Jalan

Di Simpang Jalan
Bab 102


__ADS_3

Hidup itu sendiri adalah ujian. Kalimat yang selalu Kia ingat, agar menjalani kehidupan ini fokus pada kebahagiaan keluarga dan tidak mengusik urusan orang lain. Bulan demi bulan berlalu. Entah hal luar biasa apa yang Kia lakukan, sehingga Tuhan selalu melimpahinya dengan kebahagiaan. Suami yang penyayang, dan anak yang cerdas, juga keluarga yang sangat mendukungnya.


Kia menarik napas dalam, tidak berani berharap lebih, namun menunggu reaksi pada bilah kecil yang dia celupkan pada urinenya itu membuat jatungnya seperti habis maraton. Terlihat tanda plus yang berarti ada sesuatu yang bertumbuh dalam rahimnya. Kia menghempas napasnya lega, akhirnya perjuangannya berbulan-bulan berbuah manis juga.


Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan pintu menyita perhatian Kia, dia segera membuka pintu kamar mandi itu.


"Bunda baik-baik aja kan?" Indra sangat mengkhawatirkan wanita yang sangat dia cinta.


Kia tidak tahu harus memulai dari mana, dia hanya tersenyum dan langsung memeluk Indra.


"Bun, aku mau bicara, boleh?"


"Bicara apa?"


Indra menarik Kia menuju sofa, dan meminta Kia duduk di sana. Sedang Indra duduk bersimpun di depan Kia. "Barusan Davi nelepon aku, dia minta izin untuk menunaikan haknya sebagai seorang Ayah pada Rachel. Dia bilang dia sadar kalau yang akan dia beri tidak sebanding dengan kebutuhan Rachel, tapi dia minta izin untuk menunaikan kewajiban itu sebatas yang dia mampu."


"Buatkan rekening khusus untuk Rachel, biar Davi mengirim apa yang dia mau ke rekening itu, kalau dia mau kirim hadiah, kirim ke rumah lama saja."


"Kamu setuju?" Indra memastikan.


"Aku tidak butuh apa-apa dari dia untuk Rachel, tapi aku tidak akan menghalangi jika dia benar-benar ingin menunaikan kewajibannya tanpa drama."


"Drama?" Indra tidak mengerti.


"Banyak lah, salah satunya aku takut dia berusaha merebut Rachel dari kita."

__ADS_1


Indra tersenyum, walau Rachel bukan darah dagingnya, tapi Kia selalu menyebut kata 'Kita' membuat Indra semakin bahagia. "Aku tidak akan tingal diam jika ada niat terselubung dari pemberiannya. Aku akan menjaga Rachel sekuatku, karena dia kebahagiaan kita dan keluarga kita."


Di sisi lain, Rachel menahan ketukan tangannya, pipinya seketika menetes mendengar obrolan kedua orang tuanya, karena mereka sangat menyayanginya. Rachel sangat sadar kalau Indra bukan papa kandung, tapi cinta yang Indra berikan padanya, rasanya tidak sanggup untuk dia bayar.


"Pa, bunda punya kabar gembira buat kita." Kia memperlihatkan testpack yang sedari tadi dia pegang.


"Positif?" Indra tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.


Kia mengangguk.


"Akhirnya kita bisa memberikan Rachel adik, seperti yang dia mau kala melihat Ziel punya adik." Indra langsung memeluk Kia.


Brak!


Pintu itu tiba-tiba dibuka, membuat Indra dan Kia terperanjat. Terlihat wajah Rachel begitu antusias.


Kia mengangguk lagi.


"Kalian berdua terbaik! Aku sayang kalian!" Rachel langsung pergi dari kamar itu, dia berlari menuruni tangga, sambil berteriak, "Oma! Opa! Akhirnya aku akan punya adik bayi, Bunda dan Panda secepatnya memberikan kita semua adik bayi!"


Seketika rumah yang tadinya tenang berubah menjadi heboh karena kabar bahagia itu. Semua penghuni rumah itu sangat bahagia, akhirnya perjuangan Kia mendapatkan hasil yang indah. Karena kehebohan itu, Kia bergabung bersama anggota keluarga yang berkumpul di bawah.


"Permisi Nyonya besar, Tuan besar, ada tamu di depan mencari Nyonya Kia," ucap salah satu pelayan.


"Tumben ada tamu yang mencariku sepagi ini." Kia segera berjalan menuju pintu darahnya seketika berdesir melihat sosok yang mencarinya. "Ada perlu apa? Bukankah kita tidak punya urusan lagi?"


"Kak Kia, maafin aku." sosok itu ingin mendekati Kia, namun ditahan oleh Indra dengan isyarat tangannya.

__ADS_1


"Kia sudah memaafkan kamu, dan dia merelakan semua yang telah kamu rebut, jadi kamu tidak punya urusan lagi dengan istri saya."


Likha tersungkur di lantai, air matanya juga terus tumpah. "Saat aku sakiti, Kak Kia memang diam. Diamnya orang baik malah mengguncang semesta, dan Tuhan sudah menghukum atas segala perbuatan hinaku. Aku ingin melanjutkan hidupku, aku tidak kuat dengan semua karma ini, aku mohon ... maafkan aku Kak Kia ...."


Semua orang menatap tajam pada Kia. Luna ingin sekali menghajar mantan sahabatnya itu, tapi dia ditahan kuat oleh Fuza.


"Aku sadar, permintaan maafku tidak akan merubah apa yang telah aku hancurkan, aku egois, meminta maaf karena aku tidak sanggup menerima semua balasan atas perbuatanku. Aku benar-benar menyesal, maafkan aku Kak Kia ...."


"Aku benar-benar memaafkan kamu, Likha. Bagaimana pun keadaanmu saat ini semoga tidak berkaitan denganku, anggap semua kepayahan ini ujian, semoga kamu kuat melaluinya," ucap Kia.


"Terima kasih kak." Likha terlihat lega setelah mendengar permintaan maafnya diterima.


"Kami hanya memaafkan, jangan geer kamu, karena hanya maaf, hubungan kita tidak akan pernah kembali seperti dulu!" ucap Luna.


"Aku sangat sadar, Luna. Dan aku juga tidak meminta hubungan lama kembali, jurang yang aku gali terlalu dalam, aku hanya ingin maaf dari kalian, bukan ingin jadi bagian dari kalian. Maaf dari kalian, semoga membuat kemarahan Tuhan padaku berkurang."


Likha kembali menoleh pada Kia. "Terima kasih kak, aku izin pamit." Likha segera pergi meninggalkan kediaman Kia bersama seorang pemuda.


Di sisi lain.


Davi terus memandangi handphonenya, dia begitu resah menunggu kabar dari Indra. Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya Indra membalas pesannya.


*Kami tidak berhak melarangmu menunaikan kewajibanmu sebagai Ayah, jika kamu ingin kirim barang, kirim saja ke alamat rumah kalian dulu, kalau kamu ingin kirim uang, kirim saja ke rekening ini. Ini nomor telepon Rachel, kamu telepon saja, mulailah berkomunikasi dengannya, bagaimana pun, kamu adalah Ayahnya.


Davi sangat bahagia, dia langsung mengirimkan yang yang memang dia sisihkan untuk Rachel. Untuk menghubungi Rachel, jemarinya masih kaku, kesalahan yang dia perbuat terlalu besar, sehingga dia belum siap untuk menghubungi langsung.


Bersambung.

__ADS_1


Mohon maaf ya, jika endingnya tidak sesuai harapan reader


__ADS_2