
Setelah meningalkan kantor, Davi meluncur menuju cafe sahabatnya. Saat otaknya berasap seperti ini, hanya Rony yang mampu membantunya mencari solusi. Sesampai di cafe, beruntung keadaan cafe tidak terlalu ramai. Davi memesan cemilan dan kopi untuk menemani obrolan mereka nanti. Gelas kopi itu tinggal setengah, namun sahabatnya belum juga menemuinya.
Ceklak!
Pintu ruangan terbuka, terlihat Rony dengan napas tersengal berjalan kearahnya. "Maaf membuatmu lama menunggu, ada yang bisa aku bantu?"
"Aku punya masalah sama Kia," ucap Davi lemah.
"Masalah?"
"Aku pernah menipunya, dan kali ini aku sudah berjuang menjaga kepercayaanya, tapi pas dia curigai aku sampai gerebek aku saat kerja, aku sangat sakit Ron. Padahal aku berusaha keras memegang sumpahku."
"Aku tidak tahu harus memberi saran apa, perempuan jika udah merasa di sakiti, walau mereka memberi maaf, rasa trauma akan sakit yang dia rasa itu sesekali menghantui mereka. Wajar Kia khawatir kamu menipunya lagi. Sebagai laki-laki yang berjanji, kamu tidak usah gimana-gimana, buktikan semua itu dengan perbuatanmu, buat rasa percaya dia itu semakin kuat."
"Perempuan bisa memaafkan, namun untuk pulih dari luka itu sulit."
"Oh iya, temanmu kemaren bagaimana?" sela Rony.
"Mereka berdamai, hanya saja suaminya sulit bangkit karena ketidak percayaan istrinya kalau dia bisa memegang janjinya dan tidak mengulangi perbuatannya."
"Mirip penderitaan kamu ya." Rony menepuk bahu Davi.
"Tenangkan diri dulu, Kia berbuat banyak hal untukmu, kalau hanya masalah kepercayaan kamu risaukan, kamu akan menyesal, karena perempuan seperti Kia tidak banyak di muka bumi ini."
"Sakit banget rasanya saat perjuangan diagukan," keluh Davi.
"Kamu tukar posisi sama Kia, dia yang berbohong, kamu korban. Apa semudah membalik telapak tangan untuk percaya seperti semula?"
__ADS_1
Davi membayangkan ucapan Rony, dia mengibaratkan dirinya yang diselingkuhi, membayangkan saja sakit dan sulit memberi maaf. Davi menarik napas dalam dan menghempasnya. "Entah mengapa, seberat apapun beban hatiku, jika ketemu kamu lepas rasanya."
"Aku senang jika bisa membantumu."
"Oh iya, bungkuskan menu andalanmu, aku ingin bawakan untuk dua permataku."
"Siap, burger super dan kentang goreng ya?"
"Iya, 3 porsi ya."
"Siap!"
Rony segera keluar dari ruangan VIP yang Davi tempati, jantungnya hampir copot saat melihat salah satu pelayannya ada di depan pintu.
"Ngapain kamu?"
"Lanjut kerja sana."
"Iya bos."
***
Pada sisi lain.
Sesampai di Apartemen, Fanny mengadukan semua yang dia alami di perusahan Davi, pada Ingrid. Dari ancaman dikeluarkan dari kerjasama, hingga makian Davi padanya.
"Jadi ... rencana tante biar Davi mau pergi keluar negri sama kamu gagal?"
__ADS_1
"Dia masa bodoh sama prestasi aku tan, ide tante buat Kia cemburu juga susah, malah ide gila si lalat yang berhasil."
"Maksud kamu?"
"Ah ... aku lupa cerita, kalau aku jalanin ide si lalat, dia usul buat Davi lembur agar dia berantem sama Kia, dan buat Davi merasa perjuangan dia tidak dihargai, ini berjalan seperti apa yang direncanakan si Likha, tadi malam Kia gerebek Davi di hotel saat Davi nolong orang, tante bayangin gimana hancurnya Davi?"
"Barusan aku dapat laporan dari pegawai Rony yang aku bayar, kalau Davi curhat sama Rony tentang rasa sakitnya. Aku sangat yakin, kalau ada masalah, Davi larinya ke Rony. Dugaan aku benar tan."
"Apalagi ide jal4ng itu?"
"Ya dia saat ini cuma saranin aku, buat Davi dituduh yang enggak-enggak, kalau Davi lelah merasa tidak dipercaya, mudah bagi aku untuk memberi bahu pada dia."
"Bagus juga ide si jal4ng itu."
"Idenya bagus, rencana dia juga berjalan lancar, tapi posisiku ga aman tan ...."
"Nggak aman kenapa? Tante udah bayar perusahaan lain agar kekeh pertahain kamu, atau mereka menarik diri dari kerjasama itu!"
"Indra! Dia mengancam kalau aku nggak profesional dan terus merugikan waktu mereka semua, dia yang menarik diri."
"Argggt! Kenapa nggak rebut aja Kia dari Davi, setidaknya usaha kita lebih mudah kalau Indra menginginkan Kia."
"Apa maksud tante?"
Ingrid menceritakan masa lalu Kia dan Indra, Kia hanya mengannggap Indra sahabat, sedang Indra sangat jelas mencintainya.
"Apa sih istimewanya istri Davi itu? Perasaan banyak banget laki-laki yang mengemis cintanya."
__ADS_1
"Entahlah, tapi anak tante yang sial jatuh cinta sama Kia dan Kia menerima cintanya."