Di Simpang Jalan

Di Simpang Jalan
Bab 59


__ADS_3

Sepasang manusia tidak tahu malu itu terus berpegangan tangan, seperti muda-mudi yang baru merasakan cinta. Kia menuruni anak tangga sambil bertepuk tangan.


“Selamat yah atas kebahagiaannya, tapi maaf loh … aku bukan iri, tapi aku mohon … benget! Jangan umbar aib kalian ini sebelum surat perceraian kami keluar,” ucap Kia.


“Kamu sudah melepaskan Davi, kami mau apa terserah kami,” sahut Likha.


“Oh iya, kau benar. Selamat berjuang buat kalian, semoga kamu tidak dibuang mas karena tidak menguntungkan lagi,” ucap Kia.


“Apa Kak Kia tidak bisa mengerti apa itu cinta? Jadi yang kedua aja aku rela, Kak Kia aja tidak mau berbagi, untuk keadaan yang akan kami hadapi, aku sudah yakinkan Kak Davi berulang kali kalau aku menerima dia apa adanya!”


“Oh ya? Kalau gitu buktikan dong ….” Tantang Kia.


Likha membuka tasnya. “Ini surat-surat mobil dan Apartemen yang pernah Kak Davi berikan padaku! Sudah aku katakan aku tidak butuh ini! Tapi Kak kia menghinaku dengan mengatakan memberikan apartemen itu sebagai pembayaran pelayananku. Aku nggak butuh Kak, lihat atas kesabaranku aku mendapatkan hal yang lebih berharga dari dunia dan seisinya.” Likha masuk kedalam pelukan Davi.


“Apa! Kia menganggapmu seperti pel4cur?!” Davi sangat kecewa.


“Dia bilang harusnya aku berterima kasih padanya karena mengangkat derajatku, kata dia pel4cur lebih terhormat dari pelakor,” adu Likha.


“Kamu keterlaluan Kia!” ucap Davi.


Kia tidak peduli, dia memandangi kuku-kukunya.


“Tuhan tidak tidur Kak, lihat sekarang aku bisa mendapatkan berkah atas ketulusan cintaku,” ucap Likha.


“Ah kalian memang benar-benar berjodoh, suka bawa nama-nama Tuhan untuk drama kalian. Ah sudahlah, pergi sana. Selamat berbahagia.” Kia mengambil berkas yang Likha lempar keatas meja. "Aku nggak mengambil loh, kalian yang serahin sama aku." Kia melambaikan tangannya pada sepasang manusia bejat yang tidak tahu diri itu.


****


Di sisi lain.


Seorang laki-laki baru saja keluar dari kamar mandi, dia tersenyum puas memandangi wanita yang masih lemas di balik selimut itu. Dia kembali terbayang petualangan liarnya semalam.


*Likha benar-benar mengerti kepuasanku, dia memberiku wanita yang seperti barbie ini, masih perawan pula. Ucap hatinya.


Dia terus memandangi wanita itu penuh damba. Ingin sekali mengulangi petualangan tadi malam, tapi tenaganya tidak sekuat keinginannya.


Perlahan sosok yang bersembunyi dibalik selimut itu bergerak, dia berusaha membuka kedua matanya dan terus memijat kepalanya.

__ADS_1


“Selamat pagi baby doll-ku ….”


Sontak wanita itu terperanjat melihat seorang laki-laki bertelanjang dada, bagian bawahnya hanya tertutup handuk. Laki-laki itu meraih tas milik sang wanita dan mencari kartu identitas wanita itu.


“Dhefanny?” laki-laki itu melirik Fanny dan tersenyum. “Semoga kita bisa mengulangi lagi malam panas seperti tadi malam.”


Fanny menatap laki-laki itu dengan penuh kebencian. Dia teringat tadi malam saat berusaha kabur menuju kamar hotelnya untuk mengurung diri, namun tiba-tiba laki-laki itu malah menarik paksa dirinya ke kamar lain dan mengurungnya di sana, hingga obat yang terminum olehnya reaksinya semakin kuat dan membuatnya tidak bisa melawan laki-laki yang merenggut mahkotanya.


“Tidak usah terus menutupi tubuhmu baby, aku sudah melihat, meraba, menyentuh, dan menikmati semuanya.”


“Aku akan memberi perhitungan denganmu!” ucap Fanny.


“Aku malah berharap kamu bersedia menghabiskan malam denganku lagi baby.”


Walau tubuhnya masih terasa lemas, Fanny berusahan memakai pakaiannya lagi, dia mengambil paksa tas dan kartu pengenal dirinya dari laki-laki itu. Fanny mengambil handphonenya dan mengambil foto laki-laki itu.


“Kenapa tidak bilang ingin fotoku? Kalau aku tahu aku akan bergaya lebih hot, agar kamu bisa mengingat bagaimana gagahnya aku dan berhasil membuatmu tak berdaya.”


“Aku mengambil fotomu untuk membalas semuanya!”


“Apa perlu namaku sekalian? Namaku Rafa, sebut saja namaku kau sangat mudah mencariku.”


*Aku memenuhi janjiku, aku tidak akan menggodamu lagi. Wanita yang kau jebak itu sangat luar biasa.


Air mata Fanny terus tumpah, dia tidak tahu harus menumpahkan kemarahannya pada siapa. Fanny masuk ke mobilnya, dia membanting pintu mobilnya begitu keras. Lelah menangis, Fanny membuka handponenya. Dia semakin meringis banyak panggilan tidak terjawab dari Inggrid, bukan Cuma itu banyak pesan juga yang menanyakan keadaannya dan keberadaannya. Fanny menjerit, kepulangannya bukan melepas keperawannya, tapi ingin mendapatkan cintanya.


Di atas layar handphonenya, terlihat notifikasi kalau Likha memposting status baru. Fanny ingin menggeser notif itu, tapi malah tak sengaja membukanya. Melihat foto yang Likha posting rasanya dunia Fanny benar-benar runtuh. Laki-laki yang dia perjuangkan malah masuk ke tangan predator lain.


“Akkkkkk! Likha sialan kau!” jeritnya.


***


Di kediaman Ingrid.


Sejak tadi malam Ingrid tidak bisa tenang, sampai sekarang Fanny masih belum bisa dihubungi. Kekesalannya semakin memuncak kala obrolan hangat di sebuah grup membahas hubungan Davi dan Likha.


"Anak sialan! Aku memang berharap dia berpisah dari Kia, tapi tidak bersama wanita itu juga!" jerit Ingrid.

__ADS_1


Banyak yang mencari sosok Ingrid di grup, entah berapa tag yang meminta Ingrid untuk memberi kejelasan foto yang diposting Likha.


**


Flash Back.


Davi dan Likha meninggalkan kediaman Kia. Seperti yang Davi janjikan, dia hanya membawa baju selembar yang dia pakai.


"Apa Kakak menyesal?" tanya Kia.


"Tidak sama sekali."


"Ayo ikut sama aku, Kakak tinggal di kontrakan aku dulu."


Mereka berdua meninggalkan kediaman Kia dengan menaiki mobil milik Eren yang Likha pinjam.


"Kak, aku punya keinginan yang tidak bisa aku penuhi," ucap Likha.


"Apa itu?"


"Aku ingin dunia tahu kalau Kak Davi adalah cintaku."


"Kamu siap dengan cibiran orang yang melihat foto itu?"


"Aku tidak takut dibenci seluruh makhluk di bumi ini, bagiku cinta Kakak sudah cukup."


Davi menepikan mobil yang dia kendarai, dia berpose dan selfie bersama Likha. Dengan sekali klik, foto itu pun dilihat pengguna media sosial yang mengikuti Likha.


Seperti yang Davi katakan, banyak komentar pedas yang menyudutkan Likha pelakor. Tidak ada satu pun komentar manis. Semakin pedas hujatan para netizen, semakin puas Likha.


Flash Back Off


Foto mesra Likha dan Davi dengan tag: 'Tidak ada yang mampu memisahkan jika cinta sudah mengikat keduanya'


Postingan itu juga sampai pada Nabila. Nabila berteriak di dalam ruangan melihat postingan itu, dan dia langsung menelepon Kia.


"Halo," sapa Kia.

__ADS_1


"Saat ini juga kita ketemu! Aku tidak mau dengar penolakan kamu!"


Terdengar Kia mengatakan tapi, namun Nabila tidak peduli, dia menutup sepihak panggilan telepon itu.


__ADS_2