
"Ardian, duduklah... Ibu mau bicara sebentar. " ucap Ibu pada Ardian
"Iya, ada apa Bu sepertinya serius. " Ardian duduk di sebelah Ibu
"Ibu mohon sama kamu, untuk lebih sabar lagi mendampingi Renata. Ibu tahu kalo sampai sekarang Renata masih sering galau, dan terbawa perasaan pada masa lalu nya. " ucap Ibu
"Ibu sebenarnya ada apa, cerita kan pada Ardian. " ucap Ardian penasaran
Ibu mulai bercerita pada Ardian, semuanya yang tadi beliau bicarakan dengan Renata diceritakan semuanya pada Ardian. Mata Ibu berkaca-kaca, beliau merasa bersalah karena tindakannya hingga membuat Renata jadi seperti sekarang.
Ardian mendengarkan dengan perasaan yang campur aduk, hatinya merasa kecewa namun bagaimana pun juga ia sangat mencintai Renata. Entah kenapa ia tak sanggup untuk marah apalagi benci pada istrinya itu.
"Nak, semoga setelah ini perasaan mu pada Renata tak berubah sedikit pun. " harap Ibu
"Tidak Ibu, meskipun ada sedikit rasa kecewa namun itu tak seberapa dibanding cinta Ardian pada Renata. " jawab Ardian mantap
"Bagaimana pun Renata tak akan mengurangi cinta ini, karena bagi Ardian dia lah satu-satunya pendamping hidup yang terbaik yang telah Ardian pilih tanpa keraguan sedikit pun. Ardian akan selalu mencintai, menyayangi dan menjaga Renata sampai jantung ini berhenti berdetak." lanjut Ardian
"Terima kasih, nak... telah mencintai Renata dengan setulus hati dan menerimanya apa adanya. " ucap Ibu sambil mengusap air matanya
Ibu merasa terharu sekaligus bangga pada menantunya itu. Beliau tak hentinya mengucapkan syukur karena Allah telah mengirimkan pendamping hidup untuk putrinya sebaik Ardian.
Tak lama kemudian tampak pintu kamar terbuka dan terlihat dokter keluar ruangan. Mereka serentak langsung berdiri menghampirinya.
"Bagaimana keadaan istri saya, dok? " tanya Ardian cepat
"Anak saya baik-baik saja kan, dok? " susul Ibu bertanya
"Ibu tenang saja, anak Ibu nggak apa-apa. " dokter tersenyum
"Dan selamat karena Ibu akan segera menjadi nenek dan saudara Ardian akan menjadi seorang ayah. " senyum dokter semakin lebar
"Renata hamil??? " sahut Ardian dan Ibu bersama-sama
__ADS_1
"Iya, saat ini Renata sedang mengandung... usia kandungannya hampir satu bulan. Kondisinya cukup baik, ini biasa terjadi pada kehamilan usia muda. Janinnya masih belum kuat jadi usahakan agar tidak kelelahan dan juga jangan sampai stress, saya telah berikan beberapa obat dan juga vitamin. " jelas dokter yang membuat mereka lega
"Kalo begitu saya pamit sekarang, masih ada pasien lain yang menunggu. " pamit dokter kemudian
"Baik dokter, terima kasih kasih telah datang memeriksa keadaan istri saya. " ucap Ardian sopan
"Setelah ini jangan lupa untuk membawa Renata kontrol ke dokter kandungan secara rutin, untuk mengetahui perkembangan kandungan nya. " pesan dokter
"Baik dokter, mari saya antar. " ucap Ardian sambil mengantarkan dokter sampai pintu depan
Sementara itu Ibu langsung menemui Renata, beliau sangat bahagia mengetahui kehamilan anaknya. Beliau berpesan agar Renata menjaga baik-baik kandungannya, jangan sampai kelelahan apalagi stress seperti pesan dokter tadi.
"Ingat nak, Allah telah mempercayai mu untuk segera menjadi seorang Ibu. Jagalah baik-baik, singkirkan semua hal yang bisa membuatmu stress. " pesan Ibu pada Renata
"Ibu pulang dulu, Ibu yakin suamimu pasti bisa menjaga mu dengan baik. " pamit Ibu kemudian
Setelah mengantar dokter dan juga mertuanya sampai ke pintu depan, Ardian bergegas menemui Renata di dalam kamar. Ia sangat bahagia hingga senyum terus mengembang di bibirnya.
"Sayang, terima kasih telah memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepadaku. " ucap Ardian sambil duduk disebelah Renata
"Mas, maafkan aku jika masih membuat mu kecewa... " ucap pelan Renata
"Kamu ngomong apa, siapa yang kecewa. Justru saat ini aku sedang sangat bahagia. " Ardian memegang tangan Renata dan mencium lagi keningnya
"Mas, aku tahu jika Ibu telah menceritakan semuanya padamu, sekali lagi maafkan aku yang belum bisa menjadi istri yang baik untukmu. " Renata menatap wajah Ardian sambil berkaca-kaca
"Renata lupakanlah, anggap semuanya baik-baik saja, sedikit rasa kecewa tak sebanding dengan besarnya cinta ku padamu. Mulai sekarang jangan lagi berfikir macam-macam yang bisa membuatmu stress. " Ardian menghapus air mata Renata yang telah meleleh
"Terima kasih mas, kamu telah memberikan pengertian yang besar untukku. Bimbinglah selalu istrimu yang jauh dari sempurna ini menjadi lebih baik. " Renata memeluk Ardian erat sambil terisak
"Selama nafasku masih berhembus, aku akan selalu ada di samping mu, cintaku akan terus tercurah hanya untukmu... istriku. " ucap pelan Ardian di telinga Renata
"Sekarang makan dulu ya, habis itu minum obat dan vitamin nya, aku udah beli bubur ayam buat kamu. " ucap Ardian sambil melepaskan pelukan Renata dan menghapus air mata di pipinya
__ADS_1
Renata hanya menganggukkan kepalanya, dan mulai membuka mulut saat Ardian dengan sabar menyuap bubur untuknya. Ardian tersenyum kecil melihat mulut Renata yang belepotan bubur.
"Kamu makannya kayak anak kecil aja,... " goda Ardian sambil mengelap mulut istrinya dengan tissue
"Ahh... habis suapin nya banyak banget. " senyum Renata
"Sayang, mulai sekarang teruslah tersenyum buatlah hatimu selalu bahagia demi aku dan dede bayi. " senyum Ardian mencium kening istrinya
###
Sementara itu jauh di sudut kota lain, Hendra tampak kacau, perangai nya kembali lagi seperti dulu. Kehidupannya berantakan, sangat tidak karuan ditambah lagi dengan kerjaannya yang menyerempet bahaya. Saat ini ia bekerja sebagai pengawal pribadi seorang pria kaya yang lebih tampak seperti mafia.
Dengan sifatnya yang seperti dulu, tak heran jika ia dipercaya menjadi pengawal pribadi. Sebelumnya ia pernah mencoba bekerja di kantor tetapi selalu saja ribut dengan teman atau bahkan atasannya.
Setelah semua yang ia alami, kini sosoknya menjadi dingin, keras dan bahkan kejam. Ia jarang sekali berinteraksi dengan orang lain, sangat tertutup.
"Hendra, aku punya tugas untuk mu. " perintah boss nya suatu ketika
"Baik, boss... tugas apa?" jawabnya singkat
"Sebelumnya aku tanya padamu, apa kamu takut mati atau masuk penjara? "ucap boss nya
" Mati atau masuk penjara sama saja karena pada dasarnya saya memang sudah mati. " jawabnya enteng
"Berarti zombie kamu... " tertawa si boss
"Mungkin boss. " jawab Hendra singkat
"Ehm... aku suka gaya mu, jadi penasaran pengin kenal kamu lebih jauh lagi, cerita kan masa lalumu. " selidik si boss
"Tidak perlu boss... katakan saja perintahnya. " tolak Hendra
"Baiklah, rupanya kamu sangat tertutup ya, tak masalah bagi ku yang penting pekerjaan beres. " ucap si boss
__ADS_1
"Besok aku akan kirimkan targetnya padamu, selesaikan secepatnya dan ingatlah untuk selalu bermain bersih, tanpa meninggalkan jejak. " tegas si boss
"Baik boss. "