Di Ujung Takdir

Di Ujung Takdir
Merindukan mu


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan panjang dan cukup melelahkan, akhirnya mereka tiba di pusat kota pulau X, tepatnya di kantor sekaligus tempat tinggal mereka Selama di pulau X. Dokter Arya langsung membawa Hendra ke sebuah rumah sakit terbesar di sana untuk memeriksa kondisi kesehatan Hendra.


Selama Dokter Arya memeriksa kondisi Hendra dirumah sakit, anak buahnya segera mengurus tiket pesawat dan keperluan lain untuk kepulangan Hendra ke ibukota. Jadi begitu selesai pemeriksaan dan fisik Hendra cukup kuat untuk melakukan perjalanan, mereka tinggal menuju bandara saja.


"Bagaimana apa semua sudah beres, tiket dan lainnya?" tanya Dokter Arya pada anak buahnya


"Semua sudah beres tuan, anda dan tuan Hendra langsung menuju bandara saja. Beberapa orang kita sudah standby di sana." jawab si anak buah


" Oke, kami otw ke bandara." ucap singkat Arya menutup pembicaraan


Setelah selesai pemeriksaan dan dinyatakan aman untuk melakukan perjalanan jauh, Dokter Arya dan Hendra bergegas menuju bandara. Selama berada di dalam pesawat Hendra dianjurkan untuk tidur, setelah meminum obatnya.


###


Anita baru saja kembali dari stasiun untuk mengantar Renata dan Ibunya yang akan pulang. Selama tiga hari ini, Anita merasa sedikit lega karena bisa berbagi pada Renata. Ibu juga berpesan agar Anita lebih tegar lagi dalam menghadapi cobaan hidup, tetap kuat demi anak lelakinya.


"Halo...ya Paman, ada apa?" ucap Anita menjawab panggilan di ponselnya


"Anita, kamu dimana sekarang...aku ada di rumahmu." kata si boss di ujung ponsel


"Sebentar lagi sampai paman,...Anita dari stasiun mengantar Renata dan Ibunya." ucap Anita dan segera mempercepat laju mobilnya


Beberapa menit kemudian Anita telah sampai di rumah, benar saja si boss sudah menunggu di ruang tengah dan sedang bermain bersama Junior. Ada dua pengawal pribadi yang menunggu di depan.

__ADS_1


"Maaf paman, membuat mu menunggu." ucap Anita sungkan kemudian duduk diantara si boss dan Junior


"Anita, aku punya kabar baik untukmu." ucap si boss kemudian


"Kabar apa paman, apa ini tentang Hendra ?" Anita sangat antusias


"Sabar...dengarkan baik-baik. Arya mendapat informasi dari seseorang yang mengaku telah menemukan seorang pria yang terluka tembak dan terhanyut di sungai. Tanpa pikir panjang ia bersama beberapa anak buah bergegas menuju lokasi yang dimaksud. Dan ternyata benar, pria yang dimaksud adalah Hendra, suami mu. " jelas si boss pada Anita


"Benarkah paman, terus bagaimana kondisinya, kapan aku bisa menemuinya, aku ingin menyusulnya ke sana." sahut cepat Anita yang merasa sangat bahagia hingga air matanya menetes


"Aku bilang sabar, aku belum selesai bicara. Setelah dibawa ke pusat kota untuk di observasi kesehatan nya dan dinyatakan aman untuk melakukan perjalanan, saat ini Arya sedang membawa Hendra menuju ke sini." lanjut jelas paman tersenyum bahagia melihat kebahagiaan terpancar dari mata Anita


"Paman kenapa mendadak memberitahu, aku akan siapkan semua keperluan Hendra, tapi bagaimana kondisinya, baik-baik saja kan?" ucap Anita yang merasa lega dan sangat bahagia


"Kondisinya sudah stabil meskipun tubuhnya masih sangat lemah, maklumlah Arya bilang ia sempat koma untuk beberapa minggu. Setelah sampai disini aku sudah siapkan dokter dan rumah sakit terbaik untuk memulihkan kondisinya." jawab si boss


"Junior, kamu dengar nak,...Sebentar lagi Daddy pulang sayang." lirih Anita pada anak laki-laki nya


"Daddy...kangen ama daddy." sahut Junior mengerti ucapan mommy nya


Anita benar-benar bersyukur karena Tuhan telah menyelamatkan nyawa Hendra, dia masih diberi kesempatan untuk hidup bersama lagi dengan suami yang sangat dicintainya.


Anita tak sabar untuk segera bertemu dengan Hendra, dia tampak mondar mandir dan sesekali melihat keluar rumah. Suara panggilan di ponsel si boss kemudian menarik perhatiannya dan mendekat untuk mencoba ingin tahu.

__ADS_1


"Halo...Arya, kamu sudah mendarat?" ucap si boss menerima panggilan dari Arya lewat ponselnya


"Iya boss, baru saja...kami masih di bandara." sahut Arya di ujung ponsel


"Baiklah, anak buah ku sudah menunggu disana,....bawa Hendra langsung ke rumahnya, aku sudah disini bersama Anita dan Junior yang sudah tak sabar untuk bertemu dengannya." ucap si boss kepada Arya


Mendengar bahwa Hendra sudah di bandara dan sedang menuju ke rumah membuat hati Anita luar biasa senang, senyum tampak mengembang di bibirnya. Si boss yang melihat ekspresi wajahnya ikut bahagia, sejujurnya si boss juga sangat bahagia karena ia sudah menganggap Hendra seperti anaknya sendiri.


Terdengar suara mesin mobil berhenti di depan rumah, spontan Anita dan si boss bergegas untuk melihatnya. Benar saja Arya tampak turun lebih dahulu diikuti oleh anak buahnya, kemudian membantu menurunkan kursi roda dan juga Hendra turun dari mobil.


"Daddy, I miss you so much....aku sangat merindukan mu, sayang." Anita menghambur keluar memeluk dan mencium Hendra yang duduk di kursi roda didorong oleh Dokter Arya


"Terima kasih Tuhan, aku masih di beri kesempatan untuk hidup bersama mu lagi." ucap Anita memandang wajah Hendra penuh kerinduan


"Mom, ...apa kabar mu saat ini, maafkan aku sudah membuat mu cemas." lirih Hendra menatap lembut wajah istrinya, menakupkan kedua tangannya dan mencium kening Anita


"Sudah-sudah biarkan suami mu masuk dulu, ia pasti lelah setelah perjalanan apalagi tubuhnya masih lemah." ucap si boss melihat dengan haru pertemuan kembali sepasang suami istri ini.


Dokter Arya membantu Hendra hingga sampai dikamar, Hendra kemudian duduk di ranjang bersandar dan di topang dengan bantal pada punggungnya. Anita lagi-lagi tak dapat menahan kerinduannya, ia segera memeluk erat tubuh Hendra kemudian menatap lembut wajah suaminya penuh cinta.


"Daddy, berjanjilah tidak akan pernah lagi meninggalkan aku meskipun hanya sebentar. Aku ingin kamu selalu ada di sampingku, aku tak mau lagi kehilangan kamu." ucap lembut Anita penuh perasaan hingga air matanya menetes tanpa disadari


"Aku janji, mom...Setelah ini kita akan selalu bersama, selamanya." sahut pelan Hendra balas menatap mata istrinya yang telah basah

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu, aku merindukan mu setiap waktu,....aku hampir saja putus asa tanpa ada kamu disisiku, jika tidak demi Junior rasanya aku ingin mati saja." isak Anita pilu memeluk lagi tubuh Hendra seakan tak mau melepasnya


" Aku juga sangat merindukan mu, sekali lagi maafkan aku...jangan pernah berfikir tentang putus asa dan mati, hatiku sakit mendengarnya. Aku pastikan semua ini tak akan pernah terjadi lagi." ucap lembut Hendra mengusap kepala dan menciumi kening serta wajah Anita


__ADS_2