
"Aduh,...." lirih Renata
"Sayang kamu kenapa lagi?" tanya Ardian menghampiri istrinya yang sedang memasak di dapur
"Nggak apa-apa, cuma ke iris kecil..." sahut Renata membasuh jarinya yang terluka
"Kamu kenapa sih, beberapa hari ini kok ceroboh banget, kemarin piring pecah, trus bawa gelas air tumpah, kamu mikirin apa sayang ?" tanya Ardian sambil menempelkan plester ke jari Renata yang terluka
"Entahlah mas, beberapa hari ini perasaan ku tak enak..." jawab Renata pelan
"Duduklah, katakan apa yang mengganggu perasaan mu." kata Ardian mengajak istrinya duduk di ruang makan
"Aku juga nggak tahu ada apa sebenarnya,... mas boleh aku curhat padamu?" tanya Renata ragu
"Ya boleh dong sayang, sebagai suami yang baik aku akan dengan senang hati mendengar curahan hati istriku. " jawab Ardian lembut meraih tangan Renata dan menggenggam nya erat
" Mas, beberapa hari ini aku bermimpi tentang Hendra, dan itu seperti nyata...ia berjalan menjauh dan kemudian berbalik melihatku dan terus memanggil nama ku." cerita Renata sedikit ragu
"Ahh, lupain aja kalo ini membuatmu tak nyaman. " sahut Renata sedetik kemudian
"Nggak sayang, aku nggak apa-apa...Aku justru senang karena kamu jujur dan terbuka padaku." ucap Ardian menatap lembut wajah istrinya
"Terima kasih mas, aku sungguh beruntung mempunyai suami seperti mu..." kata Renata membalas tatapan mata suaminya
"Kenapa kamu tak bertanya pada Anita?" kata Ardian kemudian
"Kemarin aku coba menghubunginya, tapi buru-buru aku batalkan..." ucap Renata
" Kenapa, kalian kan berteman dekat..." sahut Ardian heran
"Aku merasa nggak enak mas, mungkin mereka memang sedang ada masalah...trus aku kepo gitu, nggak enak lah mas....." jawab Renata menjelaskan
__ADS_1
"Lha trus kalo nggak tanya sama Anita, mau nanya siapa....Apa aku harus sewa detektif untuk mencari tahu..." sahut Ardian tersenyum kecil
"Ah mas Ardian malah bercanda ..., aku serius nih." sungut Renata
"Iya maaf, lha aku mesti bagaimana..." tanya Ardian bingung
"Mas, aku yakin sekali sesuatu sedang terjadi....firasat ku bilang dia sedang dalam masalah." ucap Renata pelan
"Begitu pekanya perasaan mu padanya..." sahut Ardian lirih
"Mas, aku mohon jangan cemburu....Aku benar-benar merasa ada yang tidak beres." ucap Renata menggenggam erat tangan Ardian
"Ya sudah, cepat telepon Anita....biar kamu tak terus cemas dan khawatir begitu. " sahut Ardian mencoba menenangkan hati Renata
Renata akhirnya dengan ragu mengambil ponselnya dan mulai menelepon Anita, meski tersambung namun cukup lama tak segera diangkat. Hati Renata menjadi tambah cemas, ia pun mengulang lagi panggilan nya setelah Ardian menenangkan hatinya.
"Halo Anita." ucap Renata saat Anita menerima panggilannya
"Oh begitu, aku kira ada apa...Aku cukup cemas karena lama sekali tidak kau angkat." kata Renata merasa lega
"Iya maaf Rena, ada apa tumben hari minggu telepon, apa tidak sedang jalan-jalan mumpung Ardian libur kan." balas Anita
" Tidak Anita, kebetulan di rumah aja...ini juga mas Ardian ada di samping aku. " kata Renata sambil menatap Ardian
"Ah so sweet, telepon aja di temenin..." sahut Anita terkekeh
"Anita, apa semua baik-baik saja...terakhir kita ngobrol kamu bahas tentang Andi kan, terus gimana apa kamu sudah bicarakan dengan suamimu?" tanya Renata tak dapat menyembunyikan rasa penasaran
"Iya Rena, sebenarnya aku juga pengen curhat sama kamu...Aku sudah bicarakan dengannya, tapi reaksinya sungguh di luar dugaan." jawab Anita
"Di luar dugaan bagaimana maksudmu?" tanya Renata kemudian
__ADS_1
"Rena, dia bilang padaku bahwa Andi itu jalan terbaik untukku, dia pria yang baik dan juga Hendra yakin Andi bisa membuatku bahagia,...Dia ingin melepas ku Rena..." ucap Anita dengan suara bergetar menahan air matanya menetes
"Anita benarkah dia bilang begitu..." sahut Renata merasa tak percaya
"Rena aku sendiri sangat tak percaya, dia tega melakukan semua ini bahkan dia sengaja mendekatkan aku dengan Andi, bahkan kini saat dia tidak di rumah Andi lah yang selalu menjaga aku dan Junior, bahkan Andi juga mengantar jemput Junior ke sekolah meski tak setiap hari." jelas Anita kini telah terisak
"Memangnya suamimu kemana, Anita?" tanya Renata sangat penasaran
"Setelah pembicaraan terakhir ku tentang semua ini, ia pergi bersama teman dan bossnya untuk menyelesaikan masalah yang timbul berkenaan dengan kehadiran Andi. Andi sempat menjadi penyusup di bisnis paman ku, namun kini ia sudah mengaku dan membuka semuanya. Semenjak hari itu, aku belum bertemu lagi dengannya, menurut teman dan juga paman ku Hendra langsung pergi ke luar kota untuk membereskan masalah lain. Andi pun juga meyakinkan ku jika Hendra sendiri yang memintanya untuk menjaga ku dan Junior selama ia tak ada." terang Anita panjang lebar
"Tunggu, memangnya dia sama sekali tak menghubungi mu...." sahut Renata setelah mendengar penjelasan Anita
"Tidak, kata paman ku sementara ini ponselnya tidak aktif dulu karena Hendra sedang dalam misi penyamaran. " ucap Anita
"Aneh,...tapi kata mu Hendra yang meminta Andi untuk menjaga mu, kau lihat chat nya dan berarti ponselnya aktif kan?" tanya Renata merasakan ada yang aneh
"Benar juga Ren, dia menghubungi Andi tapi kenapa sama sekali tak menghubungi aku, apa dia benar-benar telah melepas ku..." ucap Anita kini mulai berfikir negatif
"Anita, sejujurnya aku menelpon mu karena beberapa hari ini perasaan ku tak enak, aku terus bermimpi tentang Hendra..." kata Renata berkata alasan sebenarnya
"Mimpi, ...Mimpi apa Rena...?" tanya Anita menjadi penasaran
"Aku bermimpi hal yang sama, berulang dan terasa sangat nyata...Dalam mimpiku dia berjalan menjauh, namun kemudian ia berbalik ke arah ku dan terus menyebut nama ku." jelas Renata sambil menggenggam erat tangan Ardian yang ada di sampingnya
"Benarkah Rena, apa firasat mu mengatakan kalo dia sedang dalam masalah...biasanya perasaan mu selalu peka. " kata Anita mulai cemas dan khawatir
"Aku rasa begitu Anita, bahkan ini tadi jari ku sempat terluka saat sedang mengiris bawang, entah kenapa aku sekilas melihat bayangan wajah Hendra yang menyebut namaku, setelah itu jariku sudah teriris..." ucap Renata menceritakan
"Baiklah, Renata...Aku akan mencari tahu, kebetulan Andi nanti akan datang untuk mengajak Junior jalan-jalan, biar aku tanyakan padanya. " kata Anita merasa semakin cemas setelah mendengar ucapan Renata
"Iya, tolong kabari aku secepatnya Anita, ...Aku tak ingin terus merasa cemas dan khawatir. " sahut Renata mengakhiri percakapan mereka
__ADS_1
"Iya, Rena...terima kasih telah mengingatkan ku yang tidak peka ini." ucap Anita pelan kemudian mematikan ponselnya