
Pagi itu Andi telah bergegas ke rumah Anita, ia harus mengantar Junior ke sekolah. Hari ini ia berencana mengajak Anita untuk ikut bersamanya, setelah mengantar Junior ia akan membawa Anita ke tempat yang tenang dan ia akan mengatakan semua kebenaran tentang kondisi Hendra.
"Kenapa kau mengajak ku keluar se pagi ini ?" tanya Anita saat Andi memintanya ikut serta sekalian mengantar Junior
"Ayo bersiaplah, nanti kamu juga akan tahu." jawab Andi tak mau mengatakan alasan sebenarnya
"Baiklah,..." Anita akhirnya bersedia menerima ajakan Andi
Setelah selesai bersiap mereka bertiga kemudian bergegas berangkat, tak beberapa lama sampailah di sekolah Junior. Anita turun dari mobil dan mengantar Junior hingga ke kelasnya, sedangkan Andi tetap menunggu di mobil.
"Oke mommy tinggal ya, belajar yang baik boy..." ucap Anita mengecup kedua pipi anaknya
"Iya mommy....aku sayang sama mommy. " sahut Junior tersenyum bahagia
"Mommy juga sayang sama kamu boy..." balas Anita kemudian bergegas kembsli ke mobil
"Kita mau kemana?" tanya Anita saat telah duduk di samping Andi
"Lihat saja nanti, kamu juga akan tahu..." jawab Andi singkat yang mulai memacu mobilnya dengan kecepatan sedang
Andi membawa Anita berkendara menuju arah ke luar kota, meski merasa heran namun Anita hanya diam saja. Selama perjalanan mereka berdua tak banyak bicara, Andi terus fokus dengan berkendara.
Setelah perjalanan yang lumayan jauh, mereka tiba di sebuah tempat peristirahatan. Suasananya sangat tenang dan damai, pemandangan hijau dengan sebuah danau kecil di tengahnya. Terdapat bangunan vila yang tak terlalu besar namun kelihatan asri. Tempat ini tak lain adalah tempat di mana Hendra biasanya menenangkan diri, Andi tahu tempat ini dari Arya.
"Andi tempat apa ini, pemandangannya sungguh indah..." ucap Anita pelan saat turun dari mobil dan mulai berjalan sambil melihat sekelilingnya
"Apa kau suka?" tanya Andi kemudian
"Iya, sangat suka...suasana tenang dan damai, dan lihatlah ada danau disana..." ucap Anita sangat antusias
__ADS_1
"Kita istirahat di dalam vila dulu, kamu mungkin capek, lapar atau haus...." sahut Andi menatap lembut wajah Anita
"Tidak, aku ingin ke sana..." Anita spontan menarik tangan Andi dan berjalan menuju pinggir danau
"Iya, terserah kamu..." Andi hanya mengikuti saja langkah Anita
Kini keduanya telah duduk di sebuah bangku panjang di pinggir danau, di bawah sebuah pohon yang cukup besar dan rindang. Anita duduk dan menatap ke depan, hamparan air danau yang bening dengan pemandangan hijau di sekelilingnya membuatnya terpukau.
"Darimana kau tahu tempat secantik ini?" tanya Anita terus mengagumi keindahan tempat tersebut
"Kau tahu tempat apa ini, Anita..." sahut Andi pelan menatap wajah Anita dan meraih tangannya
"Tidak, memangnya tempat apa..." jawab Anita kini membalas tatapan Andi dengan raut muka heran karena merasa sikap Andi begitu aneh
"Anita, ini tempat pribadi Hendra saat sedang menenangkan diri..." kata Andi pelan dan sangat serius
"Apa, jadi tempat ini..." Anita belum sempat menyelesaikan ucapan nya
"Apa kini dia ada disini, Andi..." tanya Anita yang merasa terharu mendengar penjelasan Andi
"Seandainya bisa, pasti dia sangat ingin berada di tempat ini...." lirih Andi yang mulai menata hatinya dan bersiap untuk mengatakan semua kebenaran
"Apa maksud mu, katakan Andi ada apa sebenarnya..." sahut Anita kini perasaan mulai gelisah melihat sikap aneh Andi
"Anita, kuatkan hatimu dan yakinlah semuanya akan baik-baik saja. Hendra saat ini sedang sekarat, kondisinya kritis dan ia sedang berjuang antara hidup dan mati..." ucap Andi pelan dan sangat hati-hati
"Apa...jangan bercanda, tidak mungkin...pria dingin ku itu begitu tangguh, dia tidak mungkin seperti itu, bahkan malaikat maut pun tak akan mampu mendekatinya..." sahut Anita lirih dan air matanya mulai mengalir
"Aku tahu dia setangguh itu, makanya dia masih bertahan hingga kini, kalo orang lain mungkin sudah menyerah." ucap Andi mengusap lengan Anita berusaha menenangkan
__ADS_1
"Tidak, kamu bohong....daddy ku pasti baik-baik saja, ia sedang bertugas sekarang....jangan keterlaluan kalo bercanda, ini sangat tidak lucu." kata Anita menatap wajah Andi dengan tajam
"Tenang dan bersabarlah Anita, kenyataan ini memang sangat berat untukmu, tapi inilah kebenarannya. " Andi berusaha tenang untuk menguatkan hati Anita
"Daddy...." lirih Anita merasa kepalanya sangat berat hingga merasa akan pingsan dan dengan cepat Andi memeluk tubuh Anita yang lemas
Anita terkulai tak berdaya, kepalanya berat dan tubuhnya lemas serasa tak bertulang, ia bersandar di bahu Andi sambil air matanya mengalir deras. Ia hanya terdiam menatap air danau di depannya, hati nya sangat hancur dan merasa tak percaya dengan apa yang diucapkan Andi.
"Katakan semua ini hanya bohong kan....daddy ku baik-baik saja kan, dia pasti akan segera pulang kan." lirih Anita terdengar begitu pilu membuat Andi tak dapat menahan rasa sedihnya
"Anita, kuatkan hatimu..." sahut Andi semakin erat menggenggam tangan Anita
"Bagaimana bisa ini terjadi...." lirih Anita lagi
Andi dengan sangat hati-hati mulai menceritakan seluruh kejadiannya, dari awal hingga akhirnya Hendra dalam kondisi sekarang. Ia terus berusaha menenangkan hati Anita dan membuatnya kuat, hingga tak terasa air matanya juga ikut menetes.
"Aku ingin bertemu dan melihatnya sekarang, antarkan aku padanya...." ucap Anita pelan
"Berjanjilah kau akan kuat dan tabah, aku tak akan mengantar mu jika masih begini..." sahut Andi menatap lembut mata Anita yang mulai tenang
"Aku janji, ayo kita menemuinya sekarang..." kata Anita balas menatap wajah Andi dan menghapus air matanya
"Ini minumlah dulu, biarkan hatimu merasa tenang dan kuat dengan semua ini, setelah itu baru kita pergi..." ucap Andi memberikan sebotol air untuk Anita dengan penuh perhatian
"Tapi dia pasti sembuh kan, dia sangat kuat dan tak ada satu peluru pun yang bisa melumpuhkan nya..." kata Anita menatap Andi dengan yakin
"Tentu saja, berdoalah agar semua itu benar terjadi...." sahut Andi menguatkan hatinya
"Pasti, aku selalu berdoa untuknya....setelah dia sembuh nanti, aku janji akan menjaganya dengan baik, tak akan ku biarkan dia bermain-main lagi dengan maut. Aku dan daddy akan hidup tenang dan damai di tempatnya ini...." ucap Anita pelan
__ADS_1
"Iya, Anita..." lirih Andi menahan diri karena dia tahu kondisi Hendra yang sebenarnya