Di Ujung Takdir

Di Ujung Takdir
Kebenaran


__ADS_3

"Tenanglah sayang, tunggu saja kabar dari Anita....jangan terlalu terbebani dengan semua ini, pria itu sangat kuat dan tangguh hingga aku pun yakin dia baik-baik saja." ucap Ardian menenangkan Renata


"Semoga saja begitu mas." sahut Renata mencoba tenang


Sementara itu sejak Renata menghubunginya dan bercerita tentang firasat dan juga mimpinya, Anita menjadi cemas dan selalu gelisah. Ia tak sabar menantikan kedatangan Andi untuk menanyakan nya, ia berharap Andi bisa memberinya informasi yang pasti.


"Om Andi...kita jadi kan jalan-jalan." ucap Junior langsung menghambur Andi yang baru saja tiba di rumahnya


"Andi, akhirnya kamu datang juga..." sahut Anita yang keluar dari kamarnya saat mendengar Junior menyebut nama Andi


"Memangnya kau sudah begitu rindu padaku..." senyum Andi saat melihat Anita segera menemuinya di ruang tengah


"Aku ingin bicara serius dengan mu, sekarang..." ucap Anita serius


"Junior sayang, kamu mandi dan bersiap dulu ya, biar bibi membantumu....om mau bicara dulu dengan mommy mu." kata Andi memberi pengertian pada bocah kecil yang tampak antusias


"Iya om, ..." Junior segera mencari bibi untuk membantunya bersiap


"Andi, jujurlah padaku....dimana Hendra saat ini?" tanya Anita seketika membuat Andi terkejut dan tampak salah tingkah


"Apa maksudmu, bukankah Arya dan si boss sudah bilang padamu." jawab Andi hati-hati


"Andi, tadi Renata menghubungi ku....dia bicara padaku tentang perasaannya yang tak enak beberapa hari ini. " ucap Anita kemudian


"Perasaan bagaimana maksudnya?" tanya Andi berusaha menutupi kegugupan nya


"Renata punya firasat yang tidak baik tentang Hendra, bahkan dia terus bermimpi yang sama dan berulang, ini kemudian membuat ku cemas karena perasaan Renata begitu peka tentangnya." jawab Anita menjelaskan


"Mimpi?" lirih Andi menatap Anita


"Iya, Renata bermimpi secara berulang dan terasa sangat nyata, dalam mimpinya Hendra berjalan menjauh dan semakin jauh, namun kemudian ia berhenti dan berbalik ke arah Renata dengan terus menyebut namanya..." jelas Anita

__ADS_1


"Andi katakan padaku, kamu pasti tahu ada apa sebenarnya.... jangan pernah berbohong padaku, kata mu dia sempat menghubungi mu dan menyuruhmu menjaga ku. Andi katakanlah..." ucap Anita sangat berharap


"Anita maaf, tapi aku akan tanyakan nanti pada Arya atau si boss ..." sahut Andi tak berani menatap mata Anita


"Tidak usah nanti , aku akan menghubungi Arya sekarang..." kata Anita cepat sambil meraih ponselnya


"Anita, jangan sekarang...Arya sedang praktek di kliniknya, jangan mengganggu nya dulu. Sedang si boss kondisi kesehatan nya sedang menurun jadi saat ini aku tak berani mengganggu nya juga." ucap Andi mencoba menenangkan hati Anita


"Tapi aku sangat ingin tahu, aku merasa sangat cemas hingga berfikir yang tidak-tidak. " kata Anita yang sangat jelas kecemasan di wajahnya


"Tenangkan dirimu Anita, ...Aku akan selalu menjaga mu." lirih Andi meraih tangan Anita


Anita menatap dalam wajah Andi, ia memang melihat ketulusan disana, namun sejujurnya hatinya masih sangat setia pada Hendra. Hendra adalah cinta sejati nya dan sampai kapanpun mungkin ia tak bisa membuka hatinya untuk cinta yang lain.


###


Malam hari setelah Andi mengantar pulang Junior, ia langsung bergegas menemui Arya. Sebelumnya dia telah menghubunginya, dan membuat janji bertemu di rumah Arya setelah pulang dari klinik.


"Sayang, aku mau bicara dengan Andi diruang kerja ku..." ucap Arya saat melihat istrinya menghampiri


" Aku akan siapkan minum ." sahut Dina


"Tidak usah sayang, ini pembicaraan serius ...tolong cancel dulu jika ada hal yang tidak terlalu penting." pesan Arya kemudian melanjutkan langkahnya


"Baiklah." sahut Dina dan berlalu masuk ke kamar


"Duduklah." Arya mempersilahkan Andi begitu tiba diruang kerjanya


"Arya, Anita terus mendesak ku...ia sudah mulai curiga." ucap Andi kemudian


" Kok bisa, bukankah sebelumnya dia sudah percaya jika Hendra sedang tugas di luar kota. " kata Arya

__ADS_1


"Renata menghubunginya dan mengatakan firasat nya tentang Hendra...ia juga terus bermimpi tentangnya, sepertinya Hendra telah berhubungan batin dengan pemilik hatinya itu." ucap Andi menjelaskan pada Arya


"Perasaan wanita itu ternyata sangat peka, ...sejujurnya aku juga mulai khawatir dengan kondisinya. " kata Arya pelan penuh kecemasan


"Memangnya bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Andi ingin tahu


"Aku sudah berusaha sekeras mungkin, semua jalan telah aku coba...meski begitu dia masih bisa bernafas saat ini karena alat-alat medis yang terpasang di tubuhnya, jika alat itu dilepas maka kita harus bisa merelakan dirinya pergi." ucap Arya tak dapat menutupi rasa sedihnya


"Mungkin sebaiknya kita memberi tahu kondisi Hendra yang sebenarnya pada Anita dan juga Renata..." sahut Andi merasa tak bisa menyembunyikan lagi kebenaran ini


"Iya, dia juga sudah memberi pesan pada cintanya itu, mungkin ini saatnya kita harus bisa merelakannya, tapi aku tak yakin si boss bisa menerima semua ini. Dia sangat merasa bersalah, hanya karena menyelamatkan nyawa nya kini Hendra harus mengorbankan hidupnya." ucap Arya pada Andi


"Dan karena itu kini kondisi si boss juga nge drop..." lanjut Arya


Arya dan Andi sangat bimbang tentang semua ini, keduanya terdiam sejenak dan saling bertatapan. Meski akhirnya Arya pun menganggukkan kepalanya pada Andi, dan mereka pun bersepakat akan mengatakan semua kebenaran tentang kondisi Hendra.


"Aku tak tahu harus mulai berkata dari mana pada Anita." lirih Andi bimbang


"Katakan dengan hati-hati, jangan membuatnya shock hingga hilang kendali..." kata Arya memberi saran


"Itu yang membuatku khawatir, karena ia begitu sangat mencintai suaminya..." sahut pelan Andi


"Carilah waktu yang tepat, dan aku juga akan berusaha untuk meyakinkan hati si boss untuk mengikhlaskan semua ini." ucap Arya kemudian


Andi mengendarai mobilnya dengan pelan menuju ke rumahnya, dalam perjalanan pulang dari rumah Arya itu ia benar-benar merasa bingung. Ia harus bisa menenangkan hati Anita saat harus mengatakan semua kebenaran ini, ia tak ingin Anita nekat dan putus asa seperti saat insiden di pulau X dulu.


Setiba dirumah, Andi menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan terus terbayang wajah marah dan kecewa Anita besok saat mendengar semua kebenaran yang akan ia ungkapkan. Ia merasa tak sanggup melihat Anita yang pasti akan menangis pilu mendapati kenyataan tentang suaminya.


"Anita, aku bersumpah akan selalu disisi mu dan menjaga mu....tak peduli jika kamu tak pernah bisa membalas cinta ku, aku akan ikhlas menerima mu seperti halnya kau juga ikhlas menerima Hendra selama ini." ucap Andi meyakinkan hatinya dan memantapkan langkah dalam hidupnya kemudian


"Aku sangat mencintai mu Anita, dan sedetik pun tak akan pernah meninggalkan mu..." lirihnya sebelum terlelap

__ADS_1


__ADS_2