
Seperti yang sudah direncanakan akhir pekan ini Arya dan Dina kembali ke pulau X, untuk melamar sekaligus menikah di kota asal Dina tersebut. Mereka berdua pergi terlebih dahulu sedangkan sehari menjelang pernikahan Hendra dan Anita akan menyusul ke sana. Karena Hendra harus menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu, setelah itu di boss memberinya cuti tiga hari agar bisa sekalian liburan disana.
"Ingat Hen, hanya tiga hari saja setelah itu secepatnya kembali, ada urusan yang harus segera kamu beres kan." ucap si boss mengingatkan pada Hendra
"Baik, boss...meski terhitung singkat untuk sekalian liburan, namun saya usahakan kembali tepat waktu." jawab Hendra kemudian pamit pada si boss
"Hati-hati lah, titip selamat buat Arya, katakan aku benar-benar minta maaf karena tak bisa hadir." kata si boss
"Baik Boss, akan saya sampaikan. " sahut Hendra kemudian bergegas pulang ke rumah
Sementara Anita di rumah sudah selesai berkemas, ia menyiapkan cukup banyak perlengkapan karena harus membawa serta Junior. Ini pertama kalinya ia akan membawa Junior melakukan perjalanan jauh dengan pesawat, dan pasti akan sangat merepotkan nya.
"Sudah selesai berkemas, mom?" tanya Hendra begitu tiba di rumah
"Hah, daddy...giliran sudah beres baru pulang, lihatlah barang yang akan kita bawa." sahut Anita cemberut
"Maaf, tadi aku bicara sebentar sama si boss,... sebegitu banyak pasti capek ya." ucap Hendra mendekati istrinya
"Iya lah, ini untuk pertama kalinya kita ajak Junior bepergian jauh, ...kamu harus janji bantu urus dia nanti." kata Anita merajuk manja dan memeluk suaminya
"Iya, janji kalo nggak lupa ya..." sahut Hendra cuek
"Daddy,..." sahut Anita gemas pada suaminya dan langsung men ci um bibir hangat milik pria dingin itu
Hendra yang sudah mulai terbiasa dengan serangan tiba-tiba dari istrinya hanya bersikap tenang, ia hanya membalasnya dengan santai. Anita pun sudah mengerti dengan reaksi suaminya, memang butuh waktu untuk membuatnya bersemangat tapi kali ini dia memang tak ingin melakukannya dengan menggebu.
__ADS_1
"Bersiaplah, jangan aneh-aneh...apa Junior masih tidur?" ucap Hendra setelah melepaskan cium an sekilas tesebut
"Ahh Daddy, ...Dasar si patung es....Junior udah main sama bibi, udah siap tinggal nunggu kita saja." sungut manja Anita mencium pipi Hendra
Kemudian keduanya pun bersiap, dan begitu sopir datang menjemput dan memasukkan seluruh barang bawaan, mereka bertiga berangkat menuju bandara.
Setelah menempuh perjalanan udara dilanjutkan dengan perjalanan darat yang lebih melelahkan, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Kebetulan selama perjalanan Junior tak rewel dan sangat menikmati perjalanannya, hingga tak terlalu merepotkan kedua orang tuanya.
"Selamat datang Tuan Hendra dan Nyonya Anita,... " sambut pak Arif dan bu Tari dengan sangat ramah
"Iya,...wah kelihatannya semua persiapan pernikahan sudah selesai." ucap Anita membalas sedang Hendra hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya, ekspresi khas si pria dingin ini
" Iya nyonya, tinggal bersiap untuk acara besok,...mari silahkan masuk." kata bu Tari mempersilahkan mereka masuk ke rumah dan mengantarkan ke kamar tamu yang memang sudah disiapkan untuk mereka
Setelah membereskan semua barang bawaan, Hendra berbincang dengan Arya si calon mempelai pria. Sedang Anita bersama Junior tampak berbincang akrab sembari menemani Junior main bersama bu Tari dan juga Dina.
"Hah, apa maksudmu...kamu mau mengusirku pulang." sahut Hendra ketus
"Lihatlah, calon istri kecil ku itu...sejak kamu tiba disini selalu saja mencuri pandang padamu, kamu pikir gimana perasaan ku saat ini." kata Arya dengan wajah penuh cemburu
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan...anggap saja dia lagi lihat artis idolanya." sahut Hendra tenang dan cuek
"Kamu bisa cuek begitu, tapi jujur aku merasa cemburu...ternyata meski mengaku telah mencintaiku namun masih selau ada kamu di hatinya." ucap Arya yang nampak sedikit kecewa
"Kan sudah aku bilang, jangan terlalu dipikirkan nanti kamu malah stress sendiri. Lihat Anita meski ia tahu hatiku hanya untuk Renata, namun ia bisa ikhlas menerimanya hingga tak membuatnya terlalu kecewa." ucap Hendra mencoba membesarkan hati Arya
__ADS_1
"Itu menurutmu, tapi aku yakin dalam benaknya Anita pasti juga merasakan seperti apa yang kurasakan sekarang." kata Arya kemudian
"Kok malah jadi bahas Anita, sudah-sudah lebih baik kamu istirahat, siapkan dirimu untuk acara pernikahan besok." ucap Hendra menepuk pundak Arya dan meninggalkan nya sendiri agar beristirahat
Hendra kembali ke kamar yang sudah disiapkan untuknya, ia duduk termenung di tepi ranjang sendirian karena Anita dan Junior masih berada di ruang keluarga bersama yang lain. Terlintas kembali di benaknya ucapan Arya tadi, benarkah Anita mempunyai perasaan seperti yang di katakan Arya.
"Daddy, kamu sudah di sini, capek ya..." ucap Anita yang menggendong Junior yang sudah tertidur hingga mengagetkan Hendra
"Kenapa, kok malah melamun begitu?" tanya Anita setelah menidurkan Junior di ranjang dan duduk di sebelah suaminya
"Nggak, siapa yang melamun?" sahut cepat Hendra berusaha tenang
"Jangan bohong Dad, kelihatan kok kamu sedang melamun..." ucap Anita menatap lembut wajah suaminya yang duduk di sebelahnya
"Mom,.... tolong jawab dengan jujur, apa kamu masih merasa kecewa padaku?" tanya Hendra sambil meraih tangan Anita
"Apa maksudmu Dad, kecewa seperti apa?" tanya balik Anita yang merasa heran dengan pertanyaan suaminya
"Kamu tahu kalo sejak awal dan untuk selamanya hati aku akan tetap jadi milik Renata, dan kamu memang bilang kalo telah ikhlas menerima kenyataan tersebut, tapi sejujurnya apa dalam hati kamu tetap masih kecewa akan hal itu, apa aku terus menyakiti perasaan mu dengan kenyataan ini.?" kata Hendra menatap mata Anita dan menggenggam erat tangannya
"Dad,...sejujurnya rasa kecewa tentu tetap ada, tak bisa di pungkiri setiap hati wanita tentu akan kecewa mendapati kenyataan seperti itu, namun rasa cintaku padamu jauh lebih besar daripada rasa kecewa itu. Sungguh aku telah menerimanya dan jangan berpikir bahwa kamu terus menyakiti perasaan ku." jawab Anita tersenyum meski matanya berkaca-kaca
"Maafkan aku, karena kamu harus memiliki suami yang sudah tak punya hati lagi, terima kasih atas semua pengorbanan mu selama ini." ucap Hendra mengusap air mata di pipi Anita
"Aku sangat mencintaimu Dad, akan aku lakukan apapun untukmu. Aku hanya minta padamu, tolong jangan pernah tinggalkan aku... selamanya tetaplah disampingku apapun yang terjadi." isak Anita yang tak dapat menahan lagi air matanya
__ADS_1
"Aku janji mom, selamanya aku akan berada si samping mu..." sahut Hendra mengecup kening Anita dan memeluknya erat