
Dokter Arya dan si boss yang menunggu diluar kamar begitu terharu, setelah sekian lama keluarga kecil ini akhirnya bisa berkumpul kembali. Mereka memutuskan untuk membiarkan Hendra hari ini tinggal di rumah dulu, melepaskan semua kerinduannya.
"Arya, besok saja kita bawa Hendra untuk check up..." ucap si boss kemudian
"Baiklah boss, saya mengerti...biarlah mereka saling melepas kerinduannya." sahut Dokter Arya cepat
"Anita, kami pergi ...biarlah hari ini suamimu istirahat di rumah dulu, besok Arya akan membawanya ke rumah sakit untuk check up, memastikan kondisi Hendra agar cepat pulih." ucap si boss menghampiri Anita
"Baiklah paman, terima kasih atas semuanya...Terima kasih juga Dokter Arya karena sudah menemukan Hendra dan membawanya kembali padaku." kata Anita berdiri menatap si boss dan Dokter Arya bergantian
Anita pun kemudian mengantarkan keluar si boss dan Dokter Arya yang akan pulang, dua pengawal pribadi yang menunggu di depan dengan sigap membukakan pintu untuk si boss, begitu melihatnya berjalan keluar rumah.
"Saya naik mobil sendiri saja, boss...saya akan langsung ke rumah sakit untuk konsultasi awal dengan teman dokter saya ." ucap Dokter Arya kepada si boss
"Baiklah Arya, lakukan yang terbaik...pastikan Hendra segera pulih, dia orang andalan ku, entah apa jadinya bisnis ku tanpa dia." sahut si boss memasuki mobilnya
Setelah Dokter Arya, si boss dan para anak buahnya pergi, Anita kembali masuk ke kamar untuk menemui Hendra. Kali ini ia menggandeng tangan kecil Junior yang sudah terbangun dari tidurnya, bocah kecil itu berjalan cukup cepat karena begitu antusias ketika diberitahu bahwa Daddy nya sudah pulang.
"Daddy...." suara kecil Junior saat memasuki kamar, dan langsung menghambur naik ke atas ranjang dan memeluk daddy nya
"Halo, boy...anak daddy yang paling ganteng, apa kabar mu sayang?" sahut Hendra memeluk erat tubuh bocah kecil tersebut dan menciumi kedua pipinya
"Junior kangen ama daddy..." ucap Junior yang gantian menciumi wajah daddy nya
"Daddy juga kangen banget sama Junior, ....maafkan Daddy yang terlalu lama perginya, dan terima kasih karena sudah menjaga mommy selama daddy pergi." ucap Hendra membelai rambut anak lelakinya dan memeluknya lagi
Anita terharu menyaksikan pertemuan ayah dan anak itu, tanpa disadari air matanya menetes. Kemudian ia ikut duduk di samping suaminya , menatap bergantian suami dan anaknya kemudian ikut bergabung dalam satu pelukan.
Mereka bertiga saling berpelukan erat seakan tak ingin dilepaskan lagi, meski cuma sedetik pun mereka tak ingin saling kehilangan lagi. Ingin selalu bersama selamanya sebagai keluarga kecil yang sangat bahagia dan tak terpisahkan oleh apapun.
###
__ADS_1
Sementara Renata dan Ibunya yang sudah tiba dirumah Renata, belum mengetahui jika Hendra sudah di temukan dan bahkan kini sudah pulang ke rumah berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.
"Ibu, malam ini menginap di sini dulu saja." ucap Renata yang melihat Ibunya cukup kelelahan
"Iya, nak...Ibu akan menginap disini dulu." sahut Ibu
"Horeee....nenek bakalan tidur disini." seru kakak yang mendengar pembicaraan nenek dan mamanya
"Asyik....malam ini nenek tidur sama adek ya." sahut si adek tak mau kalah
"Iya, nenek akan temani kalian malam ini." ucap Ibu sambil memeluk dan menciumi kedua cucunya
"Kalian ini manjanya kalo sama nenek, ...." sungut Renata melihat kelakuan kedua anaknya
Keceriaan hadir di dalam keluarga kecil Renata hari ini, anak-anak sangat bahagia bermain di temani nenek dan mamanya. Hari sudah sore, setelah mandi mereka kemudian berkumpul di ruang tengah. Sementara Renata dan bibi menyiapkan makan malam di dapur, tak lama terdengar suara mobil berhenti.
"Sepertinya mas Ardian sudah pulang, saya tinggal dulu ya bi..." ucap Renata pada bibi
"Iya Bu, biar saya yang teruskan memasaknya. " jawab bibi tersenyum
"Ihh, ....mandi dulu bau asem tahu." goda Renata berusaha melepas pelukan suaminya
"Biarin,...salah siapa ninggalin aku beberapa hari." celetuk sewot Ardian yang kini malah menciumi tiap bagian wajah Renata
"Mas, apaan sih...dilihat anak-anak itu, ada ibu juga, malu..." bisik Renata melihat ke arah ruang tengah
"Oke...awas saja nanti, aku mandi dulu." Ardian melepaskan pelukan dan berjalan ke kamar untuk membersihkan diri
Renata kemudian kembali ke dapur dan membantu bibi lagi, namun semua sudah nampak siap sehingga Renata tinggal menatanya di atas meja makan. Setelah selesai semua, kini ia meninggalkan dapur menuju ke kamarnya untuk mandi.
"Kena kamu ya,...Kali ini nggak ada yang lihat." ucap Ardian yang melihat istrinya masuk dan menutup pintu kamar kemudian menangkap tubuh istrinya, memeluknya erat
__ADS_1
"Lepasin mas, aku mau mandi dulu." sahut Renata
"Nggak usah, tubuh kamu yang bau dapur ini lebih membuatku ber gai rah, aku kangen banget." bisik Ardian di telinga Renata dan mulai menciumi wajah istrinya
"Mas, tapi aku gerah pengin mandi dulu." sahut Renata mencoba melepaskan pelukan suaminya
"Iya-iya, ayo aku akan memandikanmu." tiba-tiba Ardian membopong tubuh Renata dan membawanya masuk ke kamar mandi
Sampai di dalam kamar mandi, Ardian menurunkan istrinya dan menyalakan shower yang tepat berada di atas mereka. Ardian tersenyum kecil penuh arti, Renata yang melihatnya sangat tahu apa yang sedang di inginkan suaminya itu.
"Mau apa, mas?" tanya Renata saat Ardian mencoba melepas kancing bajunya
"Kenapa tanya, kau pasti tahu apa yang aku inginkan." jawab Ardian yang terus melucuti pakaiannya di bawah siraman dari shower
"Kau ini nakal sekali,...apa tidak bisa di tahan setelah makan malam." ucap Renata mencoba menghentikan aksi suaminya
"Nggak bisa, aku sudah tak sanggup menahannya lagi." sahut Ardian mulai menjelajahi tubuh Renata yang sudah polos dengan bibirnya
"Mas, sabar lah...biarkan aku mandi dulu." ucap Renata menahan agar tak men de sah karena merasa geli karena sentuhan suaminya
"Mandi lah dan rasakan kenikmatan nya.... biarkan aku melampiaskan kerinduan ku, men de sah lah jangan di tahan aku ingin mendengarnya. " Ardian semakin gencar menjelajahi tubuhnya, bibirnya terus menyesap leher dan dada, serta tangannya mulai merayap ke area inti di bawah sana
"Ahhh mas,..." des ah Renata membusungkan dadanya saat bibir Ardian bermain di dadanya sedangkan jarinya telah menerobos masuk tanpa permisi di bawah sana
Akhirnya Ardian pun berhasil membuat Renata menyerah dalam kenikmatan, meski pada awalnya menolak. Ia mulai menerima dan menikmati perlakuan panas Ardian, e rang an dan de sah an Renata membuat Ardian semakin menggebu.
Di bawah siraman air shower, mereka yang kini sudah sama-sama polos semakin ber gai rah melanjutkan aktivitas panasnya. Dengan sensasi baru dan juga gaya baru, aktivitas panas ini jadi semakin membuat hasrat kedua nya menggelora.
Setelah hampir satu jam, aktivitas itu berhenti seiring dengan senyum kepuasan di wajah mereka berdua. Namun kerinduan Ardian membuatnya tak ingin lepas dari istrinya itu.
"Terima kasih sayang, kau hebat..." bisik Ardian di telinga Renata
__ADS_1
"Iya, tapi lepaskan udah malam...anak-anak kemalaman nanti makannya." ucap Renata pada suaminya yang enggan melepaskan penyatuan mereka
"Aku lepaskan, tapi janji to be continue..." lirih Ardian menatap mesra istrinya