
Akhirnya demi anak-anak Ardian dan Renata kembali tinggal serumah, saat di depan anak-anak mereka tampak baik-baik saja. Namun meski satu kamar , mereka berdua nyaris tak pernah berbicara. Meski sangat menyiksa namun Renata harus bertahan demi anak-anak.
"Rena, aku tahu kamu merasa tersiksa dengan kondisi kita yang seperti ini, maafkan aku...Aku janji secepatnya akan menyelesaikan semua kesalahpahaman kita." ucap Ardian duduk di tepi ranjang
Renata hanya terdiam, sama sekali tak menanggapi ucapan Ardian. Ia memandang sejenak suaminya yang duduk di tepi ranjang, lalu ia mengambil bantal dan bangkit, berjalan menuju sofa yang memang ada di dalam kamar tersebut.
"Rena, apa yang kamu lakukan?" tanya Ardian melihat istrinya yang akan tidur di sofa
"Tidurlah, besok kamu harus bekerja kan." sahut Renata mengalihkan pertanyaan Ardian
"Tidak, biar aku yang tidur di sofa..." ucap Ardian hendak bangkit menuju sofa
"Berhenti berdebat....Tidurlah atau keluar dari kamar ini." ujar kesal Renata merebahkan diri di sofa dan berusaha tidur
Ardian terpaku mendengar ucapan istrinya, ia tak membantah lagi dan kemudian merebahkan diri di ranjang. Namun ia sama sekali tak bisa tidur, perasaan bersalah terus saja menghantui nya. Ia sangat menyesal semua ini terjadi, dan ini semua karena kebodohan nya sendiri.
" Maafkan aku sayang, aku janji semua ini akan berakhir dan kita akan menjalani hidup bersama dengan bahagia lagi." lirih Ardian menatap punggung istrinya yang sudah tertidur
###
"Dad....tumben sore begini sudah pulang?" tanya Anita saat melihat Hendra masuk ke dalam rumah
"Iya, kebetulan tak terlalu banyak pekerjaan, aku pengin main sama Junior." jawab Hendra langsung memeluk dan menciumi anaknya
"Daddy, jalan-jalan..." rengek Junior kemudian
"Oke...kita jalan-jalan, tapi Junior mandi dulu ya." sahut Hendra mengusap kepala anaknya
__ADS_1
"Mommy diajak nggak nih..." celetuk Anita sewot merasa dicuekin
"Tentu mom,....Jangan cemberut begitu kali kamu nggak ikut bisa kewalahan aku jagain si boy." ucap Hendra mencium kening Anita dan tersenyum
Junior kemudian bergegas mandi dibantu pengasuhnya, bocah kecil itu tampak sangat senang. Jarang sekali ia bisa jalan-jalan bareng daddy nya yang super sibuk.
"Dad, kamu tahu nggak kalo Ardian sudah kembali ke rumah berkumpul lagi dengan anak-anaknya. " ucap Anita saat duduk berdua di ruang tengah sambil menunggu Junior bersiap
"Apa, terus Renata...emang mereka udah baikan?" tanya Hendra tampak kaget
"Kok kaget gitu reaksinya, Renata tentu saja tinggal dirumah juga. Mereka tak ingin mempengaruhi psikis anaknya, di depan anak-anak mereka akan tampak baik-baik saja. " jawab Anita menatap wajah suaminya yang kaget
" Tapi itu akan membuat hati Renata semakin pedih, tiap hari harus bertemu dengan bedebah itu." sahut Hendra merasa tak senang
"Rena rela menerimanya demi anak-anak, ia rela berkorban meski hatinya merasa sakit. Dan saat ini Ardian sedang menyelidiki dan mengumpulkan bukti jika ini hanya salah paham, ia telah dijebak." kata Anita menjelaskan
" Kalo menurut Ardian, saat kejadian itu ia masih sadar dan tahu betul apa yang ia lakukan. Apalagi menurut dia saat itu bukan hanya ada dirinya dan Dewi saja, ada dua orang pria lain yang ikut bersama mereka." jelas Anita lagi
"Semoga saja semua segera terbukti jelas, dan memang semua ini hanya salah paham. Aku ingin mereka kembali bahagia seperti dulu....Dad, kamu kenapa?" Anita melihat Hendra tampak melamun tak memperhatikan ucapannya
"Aku...Aku nggak apa-apa, cuma heran saja." sahut Hendra terbangun dari lamunannya
"Heran, apa yang membuat mu heran?" tanya Anita tak mengerti
"Kenapa Renata mau memberinya kesempatan kepada dia untuk membuktikan, kemarin saat bertemu dengannya ia tampak sangat kecewa dan tak ingin percaya lagi pada pria breng sek itu." jawab Hendra dengan ekspresi tak senang
"Itu karena Renata mencintai suaminya, dan jauh di lubuk hatinya ia ingin keluarganya kembali utuh dan bahagia. Sebaiknya jangan terus kau sebut Ardian dengan sebutan seperti itu, apa sebenarnya kamu berharap Renata benar-benar berpisah dari Ardian?" tanya lagi Anita mulai meragukan suaminya
__ADS_1
"Apa kau sedang meragukan aku, dan kenapa kau sepertinya terus membela pria itu. Apa kau takut aku kembali pada Renata dan meninggalkan mu?" tanya balik Hendra menatap tajam Anita dengan nada keras dan tampak tersinggung
"Dad,... bukan begitu maksud ku..., maafkan aku jika salah bicara dan menyinggung perasaan mu." ucap Anita merasa menyesal telah berkata seperti itu
Raut muka Hendra berubah muram dan memalingkan wajahnya dari Anita. Ia merasa tak senang Anita meragukan dirinya, meski dalam hati ia pun juga sedang meragukan perasaan nya saat ini. Sempat terbersit di benaknya untuk kembali mendekatkan hatinya pada Renata, namun dengan segera ia menghilangkan niat tersebut.
"Dad,...Apa kamu marah, maafkan aku?" lirih Anita menakup wajah marah Hendra dengan kedua tangannya
"Dad,... jawablah jangan diam begini, aku menyesal telah membuat mu marah." rengek Anita yang mulai berkaca-kaca, benar-benar menyesal
"Tidak, ...aku tidak marah pada mu, aku hanya sedang introspeksi diri, apa mungkin aku memang pantas di ragukan." jawab Hendra membalas tatapan istrinya
"Sejujurnya, aku akui memang ada sedikit terbersit dalam benak ku untuk kembali dekat dan merasa ada sedikit harapan saat dia berkata ingin berpisah dengan suaminya." ucap pelan Hendra membuat pengakuan, berhenti sejenak untuk menghela nafas
"Namun aku segera tersadar, dan tak ingin mengulangi salah yang sama yaitu melukai perasaan mu. Dan aku ingin memegang teguh komitmen kami,..." lanjut Hendra menghapus air mata di pipi Anita
"Dad,... Terima kasih sudah selalu jujur padaku, aku tahu perasaan mu dan kamu rela menguburnya demi tak mengecewakan aku. Aku sangat mencintaimu dan aku akan rela apapun nantinya yang akan kamu putuskan. " ucap pelan Anita haru
"Tenanglah mom,....kamu bisa mempercayai ku, lelaki sejati akan selalu menepati janjinya. " sahut Hendra tersenyum mencoba menenangkan hati Anita, mencium keningnya dan memeluknya erat
"Mom, Dad,....ayo berangkat." teriak Junior yang menghambur ke arah orang tuanya
"Oke..." sahut Hendra tersenyum melepaskan pelukannya
"Aduh ganteng nya anak mommy,...." ucap Anita kemudian memeluk buah hati tercintanya
"Daddy ikut..." sahut Hendra ikut berpelukan dan ketiganya tersenyum dengan penuh kebahagiaan
__ADS_1
Kemudian keluarga kecil itu pun berangkat untuk jalan-jalan, sesuai permintaan Junior mereka menuju sebuah mall besar yang memiliki wahana permainan yang lengkap. Junior ingin bermain sepuasnya ditemani oleh kedua orang tuanya.