
"Renata, biar kami periksa dulu kondisinya..." ucap Arya yang telah tiba di ruang ICU
"Tidak perlu, aku hanya ingin bersama mu Rena..." lirih Hendra pada Renata karena tak mau diperiksa
"Tapi Hen,..." Renata tak melanjutkan ucapannya karena Hendra menggenggam erat tangannya dan menggelengkan kepala
"Sudahlah Rena, kalo itu memang keinginannya saat ini. " ucap Arya kemudian melangkah keluar ruangan
"Hen, kenapa kau tak mau dokter memeriksa mu, aku ingin kamu segera pulih dan kita akan melalui hari bersama lagi." ucap Renata pelan sambil mengusap wajah Hendra
"Rena, peluk aku....dan jangan kau lepaskan sampai aku pergi nanti." lirih Hendra menatap Renata penuh cinta
"Tidak Hen, aku mohon jangan pergi secepat ini....beri aku kesempatan untuk berada di sisimu dan kita akan melalui hari dengan penuh cinta. " sahut Renata mulai menitikkan air mata
"Jangan menangis Rena, berjanjilah padaku kau tak akan pernah menangis lagi , aku ingin melihat mu bahagia, tersenyumlah..." ucap lirih Hendra
"Rena, aku akan menunggu mu di sana...." ucap Hendra yang semakin lemah
Sementara Arya yang berada di luar ruangan menemui Anita, Andi dan juga Ardian untuk memberitahukan kondisi Hendra. Tak beberapa lama kemudian tampak si boss tiba bersama dua orang pengawalnya.
"Arya, bagaimana kondisi Hendra, aku ingin bertemu dengannya..." ucap si boss pada Arya
"Sepertinya kita semua harus bisa merelakannya pergi saat ini, ia semakin lemah dan tak mau di periksa lagi, aku tak yakin ia bisa bertahan lebih lama lagi." ucap pelan Arya dengan raut wajah sedih
"Tidak Arya, suami ku tak akan pergi kemana-mana, ia akan bertahan demi aku dan Junior..." isak Anita yang terdengar sangat pilu
"Apa aku tak boleh menemuinya untuk terakhir kalinya?" tanya si boss pada Arya
__ADS_1
"Dia tak mau bertemu dengan siapa pun, saat ini dia hanya ingin bersama Renata..." jawab Arya
"Dad, kenapa kau tak mau bertemu denganku meski untuk terakhir kalinya, apa aku memang tak pernah berarti untuk mu..." Anita terus saja terisak dan Andi berusaha untuk menenangkan nya
"Anita, kuatkan hatimu....Ia seperti ini karena tak ingin membuatmu terlalu sedih, aku yakin kamu juga berarti dalam hidupnya, karena kamu lah yang telah menemaninya dan menerima apa adanya dia selama ini, kamu juga adalah ibu dari satu-satunya penerusnya." ucap Andi pelan menenangkan hati Anita
"Jadi dia yang bernama Renata, ....wanita yang telah mengambil hati Hendra." ucap si boss menatap ke dalam ruangan dan melihat Renata sedang memeluk erat tubuh Hendra
"Iya boss, dan saat ini Hendra hanya ingin ditemani olehnya, seperti komitmen mereka kini keduanya sedang saling menepati janji. " sahut Arya ikut melihat ke dalam ruangan
Semua orang yang berada diluar ruangan tersebut tak lepas menatap ke dalam dengan wajah penuh kecemasan, kesedihan sekaligus keharuan menyaksikan kedua orang yang saling mencintai itu tengah mengungkapkan perasaan untuk terakhir kalinya.
"Ren, apa aku akan selalu ada di hatimu?" lirih Hendra
"Tentu saja, bahkan sampai aku mati pun hanya kamu pemilik hatiku, dan jika boleh aku mohon suatu keajaiban agar kita bisa bersatu selamanya. " bisik lembut Renata mencium pipi Hendra
"Terima kasih telah memenuhi janji mu, aku ingin terus menatap wajah mu hingga nafasku terhenti nanti." Hendra yang semakin lemah mencoba tersenyum
"Sayang, aku tak ingin melihat mu menderita begini, jika memang ini takdir kita, aku akan berusaha ikhlas...." sahut Renata pelan
"Renata cintaku,... dulu kau telah memberiku hadiah pertama sekaligus terindah untukku, kini mau kah kau memberiku hadiah terakhir. " ucap Hendra sangat lirih dengan suara semakin lemah
"Tentu, sayang..." sahut Renata mencoba tersenyum
Renata menatap dalam wajah Hendra yang mencoba tersenyum meski dengan wajah yang sangat pucat, perlahan ia mendekatkan bibirnya pada bibir Hendra. Renata mulai mencium lembut bibir Hendra, dengan sangat lemah Hendra berusaha membalasnya.
Keduanya saling menye sap dan me lu mat dengan sangat lembut penuh cinta sambil meneteskan air mata, hingga akhirnya Renata merasakan nafas Hendra tak berhembus dan jantungnya tak berdetak lagi. Renata melihat wajah Hendra tampak begitu tenang dengan senyum di bibirnya.
__ADS_1
"Terima kasih untuk ciuman terakhir mu, Hen...." lirih Renata
Renata mengusap perlahan sisa air mata di kedua pipi Hendra, kemudian menciumi seluruh wajah Hendra dengan lembut dan penuh cinta. Kemudian ia juga menghapus air matanya sendiri, mencoba ikhlas menerima kepergian orang yang sangat di cintainya itu.
"Selamat jalan sayang,...semoga kamu tenang di sana. Tunggulah aku, hingga kita akan bertemu dan bersama disana selamanya....aku akan selalu mengenang mu seumur hidupku, dan sampai aku menyusul mu nanti kamu akan selalu berada di dalam hati ku. I Love You Hendra, ...yesterday, now and forever...." ucap Renata dengan suara bergetar sambil mencium bibir Hendra yang terlihat tersenyum
Arya tahu jika Hendra telah pergi segera masuk ke ruang ICU, diikuti oleh Anita yang langsung berlari masuk ke dalam. Anita langsung menangis tersedu sambil memeluk tubuh suaminya yang telah menghembuskan nafas terakhirnya.
"Daddy, kenapa kau tinggalkan aku....aku ingin ikut bersamamu, aku ingin selalu berada di dekat mu." isak pilu Anita
"Anita, dia sudah tenang dan tak merasakan sakit lagi...lihatlah senyum di wajahnya itu, bukankah dia terlihat begitu tampan." ucap pelan Renata berusaha menenangkan Anita meski air matanya juga masih mengalir
Anita menatap wajah suaminya, memang tampak senyum di bibirnya dan benar kata Renata jika suaminya terlihat begitu tampan bahkan lebih tampan dari saat masih hidup, karena senyum di wajahnya itu yang bahkan sangat jarang dilihatnya saat masih hidup.
Anita dan Renata kini tampak saling berpelukan sambil terus menatap wajah pria yang sangat mereka sayangi itu. Renata tampak mengusap punggung Anita lembut, untuk menguatkan nya.
"Anita, maafkan aku yang tak berhasil membujuknya untuk tetap bertahan, mungkin ini jalan terbaik untuknya..." ucap Renata pelan
"Iya Rena, aku yakin ia pergi dengan tenang dan bahagia....senyum itu begitu indah yang tak pernah ku lihat sebelumnya. " kata Anita berlinang air mata
"Ikhlas dan relakan dia, agar tenang di sana..." ucap Renata pelan
"Rena, terima kasih telah memberikan kebahagiaan terakhir untuknya....meski sangat berat aku akan berusaha ikhlas menerima kepergiannya. " kata Anita menatap wajah Renata
"Tetaplah kuat dan tabah demi Junior, ....dia masih sangat membutuhkan mu." ucap Renata yang tampak telah tenang
"Selamat jalan Dad,...tenanglah di sana, aku dan Junior akan sangat merindukan mu, kami sangat mencintai mu. " ucap lirih Anita mencium kening Hendra
__ADS_1