Di Ujung Takdir

Di Ujung Takdir
Curiga


__ADS_3

"Aku langsung aja ya ,Ren." ucap Nia masih di dalam mobil


"Iya, makasih banyak Nia." jawab Renata tersenyum dan melambaikan tangan


"Kok sampai malem sih." tanya Ardian yang melihat istrinya datang


"Maaf, mas beres-beres tempat acara dulu." jawab Renata datar tak berani menatap Ardian


Renata bergegas masuk ke kamar dan membersihkan diri, ia merasa nggak enak karena sudah berbohong pada Ardian. Tanpa ia sadari Ardian memperhatikan sikapnya yang seperti menghindar dari suaminya itu.


Selesai mandi Renata menyiapkan makan malam dibantu bibi, anak-anak sedang asik nonton tv diruang tengah. Setelah semua siap, mereka makan malam bersama.


"Ma, PR kakak belum selesai...mama bantuin ya." pinta anak sulungnya


"Iya, sayang... nanti habis beresin ini mama susul ke kamar." jawab Renata tersenyum


"Oke, ma.... makasih." sahut kakak beranjak dari meja makan bersama adiknya


"Sayang , gimana acaranya tadi?" tanya Ardian yang memeluknya dari belakang


"Ehh...lancar mas, acaranya seru." jawab Renata mencoba tersenyum


"Kamu kok jadi aneh, apa ada masalah?" tanya Ardian hati-hati


"Aneh gimana, nggak ada apa-apa kok." jawab Renata cepat


"Beneran, kamu kok kayak menghindar dari aku?" tanya Ardian penuh selidik


"Enggak kok, biasa aja...udah aku mau bantu kakak bikin PR." ucap Renata kemudian melepaskan pelukan suaminya


Renata sengaja berlama -lama di kamar anaknya, ia merasa tidak nyaman dengan pertanyaan- pertanyaan Ardian. Dalam hati ia merasa sangat bersalah, namun jika ia berterus terang maka pasti akan menyakiti hati suaminya itu.


Sementara di dalam kamarnya Ardian tertidur lelap karena menunggu Renata yang belum kembali ke kamar, ia merasa sedikit aneh dengan sikap Renata. Namun Ardian tak ingin berfikir negatif terhadap istrinya, ia berusaha untuk percaya kepada Renata.


"Selamat pagi sayang." Ardian mencium kening istrinya yang masih terpejam


"Pagi, ehh...maaf telat ya bangunnya." ucap Renata membuka matanya


"Nggak sayang, aku yang bangunnya kepagian, habis tadi malem niatnya nungguin kamu malah ketiduran. " jawab Ardian menciumi wajah istrinya


"Aku buatkan sarapan..." ucap Renata hendak bangun


"Nanti saja, ini masih terlalu pagi." cegah Ardian yang memeluk tubuh istrinya

__ADS_1


Renata kini berada di bawah kungkungan Ardian, sedikitpun ia tak berani menatap mata suaminya. Ardian tersenyum dan mulai memberikan sentuhan- sentuhan lembut pada Renata, mulai mengeksplor bibirnya dan tangan menjelajahi ke setiap inchi tubuh Renata.


"Mas, aku harus buat sarapan dan bangunin anak-anak." ucap Renata mencoba menghindar


"Kan sudah ku bilang, ini masih terlalu pagi." jawab Ardian yang semakin agresif


"Tapi mas,..." belum sempat meneruskan Ardian telah melu mat bibirnya


Renata mulai menyadari, bahwa Ardian merasa curiga dengan sikapnya yang tak terlalu bersemangat membalas luma tan bibirnya, Ardian memperdalam nya namun reaksi Renata tetap datar.


"Kamu kenapa, sayang?'' tanya Ardian melepaskan bibirnya


"Ahh...Nggak apa-apa." jawab Renata terbata dan menyadari kecurigaan suaminya


"Terus kenapa nggak semangat, capek atau udah bosen?" tanya Ardian dengan raut kecewa


"Kok ngomongnya jadi sensi gitu, mana mungkin aku bosen sama suamiku yang hot ini." jawab Renata tersenyum


Renata tak lagi berfikir dan menyerang bibir Ardian dengan agresif, ia tak ingin Ardian curiga pada sikapnya. Ia mencoba tenang dan bersikap biasa, dan melayani serta mengimbangi permainan panas Ardian dengan lebih agresif.


Ardian yang mendapat balasan panas semakin menggila dan melupakan segala kecurigaan nya, ia membuat suasana pagi yang dingin berubah menjadi panas membara. Peluh pun membanjiri kedua tubuh pasangan yang sedang menikmati aktifitas panas di pagi hari.


"Terima kasih, sayang ...maaf kalo terlalu memaksa mu, capek ya..." Ardian mencium kening istrinya dan mengelap peluhnya


Renata kembali menjalani rutinitas nya, mulai menyiapkan sarapan, membantu anaknya bersiap dan kemudian menyantap sarapan bersama seluruh keluarga. Ardian lantas pergi ke kantor dan Renata mengantar anak-anak ke sekolah.


Hari itu cuaca memang cukup panas, setelah memastikan anaknya masuk ke kelas, Renata lantas kembali pulang ke rumah untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Meski sudah ada bibi yang membantu namun Renata tetap tak mau hanya duduk diam saja.


ting...


"Sayang, hari ini aku makan siang di luar sekalian janji ketemu sama klien." tulis Ardian di pesannya


"Iya mas, nggak papa...hati-hati ya, mas." balas Renata


ting...


"Ok..I Love u my wife..." balas Ardian


"Love u too..." tulis Renata


Siang itu Ardian makan bersama rekan kerja dan klien bisnis, di sebuah rumah makan langganannya. Setelah menyantap hidangan mereka lanjut membahas kerjaan, hingga hampir menjelang sore baru selesai.


"Mas Ardian, apa kabar?" sapa Tia, teman sekolah Renata

__ADS_1


"Ehh...Tia, kabar baik." jawab Ardian yang bertemu Tia saat berjalan hendak keluar dari rumah makan


"Lho nggak sama Renata, mas?" basa basi Tia


"Enggak, kebetulan ada meeting sama klien." jawab Ardian yang ditinggalkan temannya balik ke kantor


"Waa...yang habis reunian, gimana kemarin acaranya, seru?" tanya Ardian pada Tia


"Seru banget mas, seneng rasanya bisa melepas kangen sama temen lama, apalagi Renata tu..." Tia menghentikan ucapannya, dan menutup mulutnya


"Apa Tia, kenapa berhenti...katakan ada apa dengan Renata." tanya Ardian curiga


"Ahh nggak papa, mas...Aku duluan ya." jawab Tia hendak berlalu


"Tunggu Tia, jelaskan dulu ada apa?" Ardian mencoba mencegah Tia


"Tanya sendiri aja sama Rena, aku harus buru-buru, maaf." sahut Tia yang segera berlalu pergi


"Aneh,...pasti ada sesuatu yang terjadi." gumam Ardian seorang diri


Ardian merasa sangat penasaran, saat kembali ke kantor pun ia jadi tidak fokus. Namun ia tak ingin bertanya kepada Renata lewat ponselnya, ia akan menunggu hingga nanti saat pulang ke rumah.


Hari sudah larut malam saat Ardian tiba dirumah, Renata dan anak-anak sudah makan malam terlebih dulu. Ardian tadi memang sudah memberi kabar kalo mau pulang agak telat, ada berkas yang harus di revisi.


"Mas, aku siapkan makan malam ya." ucap Renata pada Ardian yang hendak mandi


"Iya, aku mandi dulu." jawab Ardian berlalu ke kamar mandi


Setelah selesai mandi dan makan malam Ardian langsung masuk ke kamar, merebahkan tubuhnya yang terasa penat. Selain tubuhnya yang lelah , pikiran dan hatinya juga merasa gelisah. Rasa penasaran sangat mengganggu di benaknya membuatnya tak sabar ingin bertanya kepada Renata.


"Capek ya, mas?" tanya Renata masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi ranjang


"Lumayan..." jawab singkat Ardian


Ardian lantas bangun dan duduk di depan Renata, menatap wajah istrinya dan mencium keningnya. Ia meraih tangan Renata dan menggenggam nya erat, mulai bertanya dengan sangat hati-hati.


"Sayang, boleh aku bertanya sesuatu?" ucap Ardian kemudian


"Tanya apa, mas?" sahut Renata cepat


"Tolong jawab dengan jujur, aku ingin kita saling terbuka dan tidak ada yang di rahasia kan." ucap Ardian lembut


"Iya mas, Rena akan berusaha untuk jujur." jawab Renata dengan jantung yang berdebar, seakan telah tahu apa yang akan ditanyakan oleh suaminya itu

__ADS_1


"Katakan apa yang telah terjadi di acara reuni kemarin." Ardian mulai bertanya


__ADS_2