Di Ujung Takdir

Di Ujung Takdir
Teman mommy


__ADS_3

"Percayalah, pertimbangkan baik-baik...aku mandi dulu." kata Hendra tersenyum kecil


Hendra bergegas ke kamar mandi, namun Anita masih terpaku ditempatnya, ia belum bisa mencerna seluruh pembicaraannya dengan Hendra barusan. Tak sanggup rasanya jika ia harus berpisah dengan Hendra, satu-satunya pria yang sangat ia cintai.


"Mommy....hari ini boleh jalan-jalan ya?" tanya Junior yang tiba-tiba masuk ke kamarnya dan mengagetkan dirinya yang sedang termenung


"Iya sayang, emang mau ngajak kemana?" tanya balik Anita sambil mengusap lembut kepala anaknya


"Mau main game terus makan es krim." ucap Junior yang merajuk manja dan memeluk Anita


"Pergi saja, temani si boy jalan-jalan..." sahut Hendra yang telah keluar dari kamar mandi


"Horeee, thank you daddy...." Junior langsung menghambur ganti memeluk daddy nya


"Sana mandi terus bersiap, biar bibi yang bantu..." kata Hendra pada anak lelakinya


"Oke daddy..." Junior langsung bergegas keluar menuju kamarnya


"Aku sedang tak ingin kemana-mana..." sahut Anita lirih


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, biarlah semua mengalir sesuai takdir Tuhan...jalani saja dengan tersenyum. " ucap Hendra mengusap kepala istrinya


"Mudah sekali bagimu berkata begitu, karena kamu mungkin memang tak pernah punya sedikitpun perasaan untukku, sedang aku begitu sangat mencintaimu..." ucap Anita pelan menatap wajah Hendra


"Jangan dibahas lagi....bersiaplah, aku juga akan segera berangkat menyelesaikan pekerjaan ku." kata Hendra mulai bersiap


Anita dengan berat hati mengikuti permintaan Hendra untuk menemani Junior jalan-jalan, dan ia pun mulai bersiap. Hendra yang telah bersiap berangkat terlebih dahulu, sedangkan Anita masih harus menunggu Junior yang masih sibuk di kamarnya.


Saat perjalanan Hendra sengaja mengirim pesan kepada Andi, ia memberitahukan jika Anita dan Junior akan pergi keluar rumah. Ia sudah memutuskan untuk membiarkan Andi lebih mengenal dekat dengan Anita dan Junior.


"Anita dan Junior akan pergi keluar rumah untuk jalan-jalan, temani dan jaga mereka baik-baik. " tulis Hendra dalam pesannya

__ADS_1


"Apa maksudmu kau memberiku kesempatan untuk dekat dengan Anita." balas Andi tak berselang lama


"Anita itu satu paket dengan anaknya, jika kau mencintai nya maka kau harus bisa menerima dan menyayangi anaknya juga." balas Hendra kemudian


"Tentu saja, aku pastikan mereka akan hidup bahagia bersama ku." balas lagi Andi


"Kami akan selesaikan masalah bisnis hari ini juga, baik dengan negoisasi baik-baik atau pun bentrok untuk kemungkinan terburuk. Kamu tidak usah ada disana, jagalah dua harta berharga ku baik-baik, aku percayakan mereka padamu..." tulis Hendra yang membuat Andi tertegun sesaat ketika membacanya


"Aku janji akan selalu menjaga mereka baik-baik. " balas Andi kemudian


"Terima kasih. " singkat Hendra mengakhiri pesannya


Hendra kemudian meletakkan ponselnya dan menghela nafas panjang. Hatinya memang terasa berat, ada rasa pedih disana setelah semua yang ia lalui bersama Anita, namun ia tetap berharap agar Anita bisa hidup bahagia dan tenang bersama Andi. Karena ia akan meminta Andi meninggalkan dunianya sekarang dan hidup sebagai pria biasa dengan pekerjaan kantoran biasa pula, tak seperti dirinya.


Hendra kembali memacu mobilnya menuju kediaman si boss, disana ia akan bertemu dengan Arya yang juga akan ikut serta. Sementara Anita juga telah berangkat bersama Junior setelah taksi online yang di pesannya tiba, Anita memang sengaja tak menyetir mobil sendiri karena suasana hatinya yang sedang buruk hingga takut tak fokus.


"Kita telah sampai di mall Z nyonya, silahkan." ucapan driver mengagetkan Anita yang termenung sejak tadi


"Hati-hati boy..." ucap Anita mengingatkan anaknya


"Oke mom,... kita beli es krim dulu ya." ajak Junior merajuk pada mommy nya


"Iya, terserah kamu boy...tapi hati-hati jangan berlarian begitu." kata Anita mengikuti anaknya dari belakang


"Ooops,...maaf om." benar saja karena tak hati-hati Junior menabrak seorang pria


"Ah maaf tuan,....Andi?" Anita kaget bukan main karena pria yang ditabrak Junior tak lain adalah Andi


"Halo boy,.... tak apa-apa, lain kali hati-hati ya nak. " ucap Andi kemudian bersimpuh di depan Junior


"Iya om, maafkan Junior...janji lain kali pasti hati-hati." ucap Junior tersenyum ramah pada Andi

__ADS_1


"Andi, ini kebetulan atau kamu masih terus mengikuti ku....lalu darimana kau tahu kami akan ke sini." ucap Anita menatap tajam ke arah Andi


Andi kembali berdiri saat melihat tatapan tajam Anita padanya, ia melihat ekspresi tak senang dari wajah mommy cantik itu. Namun saat hendak menjawab pertanyaan Anita, Junior tiba-tiba menarik tangannya dan merajuk.


"Om ayo ikut, kita mau beli es krim....om temannya mommy kan..." ucap Junior langsung menarik tangan Andi dan mengajaknya menuju kedai es krim yang memang ada di dalam mall tersebut


Mau tak mau Andi mengikuti tarikan tangan Junior, sedangkan Anita mengikutinya dari belakang sambil bersungut tak jelas. Anita melihat anaknya langsung bisa akrab dengan Andi, bahkan saat sampai dan pesanan datang Junior meminta Andi untuk menyuapinya.


"Biar mommy saja yang menyuapi mu boy..." ucap Anita membujuk anaknya


"Tidak, aku ingin om Andi yang melakukannya, seperti dia yang disuap oleh papanya..." sahut Junior sambil menunjuk bocah lelaki di seberangnya yang memang disuapi oleh papanya


"Tak apa Anita, aku dengan senang hati melakukan nya, anggap saja aku sudah mulai belajar untuk menjadi papa buat Junior." kata Andi pelan sambil tersenyum simpul menatap lembut Anita


"Jangan bicara sembarangan, dan jangan terlalu berharap banyak....rasa kecewanya akan terasa menyakitkan." ucap ketus Anita memalingkan wajahnya dari tatapan mata Andi


"Aku tidak takut kecewa maupun sakit hati , asalkan bisa terus melihat wajah cantik mu." sahut Andi kini meraih tangan Anita dan menggenggam nya dengan tangan kiri, sedang tangan kanannya terus menyuap es krim ke mulut Junior


"Andi, lepaskan..." lirih Anita berusaha melepas genggaman tangan Andi


"Tak akan pernah, mulai sekarang aku akan selalu ada di samping mu selamanya dan tak akan pernah ku lepaskan lagi." kata Andi pelan sambil tersenyum bahagia karena kini berada ditengah-tengah Anita dan Junior yang berharap akan menjadi bagian dalam hidupnya nanti


"Om, mommy...Aku mau main ke sana..." rengek Junior menunjuk ke arah wahana bermain yang tepat berada di depan kedai es krim tersebut


"Oke boy, kamu kan cowok jagoan pasti berani main sendiri kan, om dan mommy akan mengawasimu dari sini." ucap Andi cepat mendahului Anita yang hendak berucap


"Oke om,...." Junior langsung melangkah sambil tersenyum senang menuju wahana bermain tersebut


"Andi, kenapa kau biarkan anakku ke sana sendiri, aku akan menyusulnya..." ucap Anita dan hendak bangkit dari duduknya


"Duduk saja, jangan terlalu khawatir....dia anak lelaki jadi biasakanlah untuk berani, apa kau tak ingin dia seberani dan setangguh daddy nya..." sahut Andi cepat menahan Anita agar tetap duduk

__ADS_1


__ADS_2