Di Ujung Takdir

Di Ujung Takdir
Menjaga mu


__ADS_3

"Andi, kenapa kamu ada disini...bukankah kalian hari ini harus menyelesaikan masalah bisnis itu?" tanya Anita yang sebenarnya sudah ingin bertanya sejak tadi


"Seharusnya memang aku ada disana tapi..." jawab Andi tapi tak meneruskan ucapannya


"Tapi kenapa,...dan bagaimana kau tahu aku akan kesini bersama Junior." tanya Anita yang semakin penasaran


Andi tak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan-pertanyaan Anita padanya, namun ia juga tak bisa hanya diam saja karena Anita terus mendesaknya. Akhirnya ia menyodorkan ponselnya pada Anita agar membaca beberapa pesan dari Hendra kepadanya.


"Aku tak percaya kamu lakukan semua ini, Dad..." gumam Anita lirih pada dirinya sendiri


"Anita, aku akan selalu menjaga mu dan Junior..." sahut Andi menatap lembut mata Anita yang berkaca-kaca


"Aku akan tetap bersama suami ku, selamanya..." kata Anita memalingkan wajahnya dari tatapan mata Andi


"Anita, percayalah...Aku sangat mencintai mu, berikan aku kesempatan untuk dekat dengan mu dan Junior." ucap Andi meraih tangan Anita dan menggenggamnya


"Tidak mungkin, aku seorang wanita bersuami dan sangat tak pantas untuk dekat dengan pria lain, terima kasih karena mencintai ku tapi sampai kapanpun cinta ku tetap untuk suami ku." kata Anita berusaha melepas genggaman tangan Andi


"Tapi bagaimana jika suami mu sendiri yang meminta ku untuk dekat dengan mu." ucap Andi tetap menggenggam erat tangan Anita


"Dan ia juga memintaku untuk menjaga mu dan Junior..." lanjut Andi


"Cukup,...hentikan omong kosong mu, Hendra masih disampingku dan dia yang akan selalu menjaga ku dan Junior. " sahut Anita keras


"Ia ingin aku berhenti dari bisnis ini dan bekerja seperti orang biasa, menjaga mu dan Junior sebagai keluarga biasa yang jauh dari intrik dan kekerasan seperti saat kau bersamanya. Ia ingin kamu dan Junior hidup tenang dan damai..." jelas Andi serius


"Tidak, aku tak peduli dengan semua ucapan mu, yang pasti selamanya aku akan tetap bersama Hendra, pria dingin ku , patung es ku..." ucap pelan Anita mulai meneteskan air mata


"Baiklah, jangan menangis..." lirih Andi menghapus air mata di pipi Anita


"Aku akan selalu menunggu mu, sampai kapanpun..." lanjut pelan Andi


"Aku mau pulang, ..." Anita lantas bangkit dan melangkah menuju wahana bermain untuk menyusul Junior


Andi mengikuti Anita dari belakang saat menyusul anaknya yang sedang bermain. Ia tak akan membiarkan mereka berdua pulang sendiri, ia akan mengantar keduanya pulang. Namun sesaat kemudian ponselnya berdering, nomer yang tak dikenal menghubunginya.


"Halo, siapa ini?" tanya nya saat menerima panggilan tersebut

__ADS_1


"Apa kamu sedang bersama Anita dan Junior?" tanya balik suara di seberang ponselnya


"Iya, bagaimana kau tahu, siapa kamu?" tanya Andi begitu penasaran


"Tolong jaga mereka, ..." ucap suara itu


"Apa maksud mu dan katakan siapa kamu?" Andi mulai tak sabar karena penasaran


"Aku dokter Arya, rekan Hendra...dan kita sudah pernah bertemu di rumah mu sebelumnya." jawab Arya akhirnya


"Katakan apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Andi lagi


"Aku tak bisa cerita sekarang, tolong antar mereka pulang dan jangan katakan apapun. Akan ku hubungi lagi nanti..." ucap Arya lantas menutup ponselnya


"Anita, aku antar kau dan Junior pulang sekarang..." ucap Andi meraih tangan Anita


"Tidak usah, kami pulang sendiri..." sahut Anita melepas tangan Andi


"Anita, ayolah jangan keras kepala...." ucap Andi keras lantas menarik tangan Anita yang menggandeng anaknya


Andi hanya terdiam dan tak menjawab celetukan Anita yang terus berusaha menolak, hingga akhirnya Anita pun menyerah dan menurut saja. Ia dan Junior pun masuk ke dalam mobil Andi, selama perjalanan Andi hanya terdiam tak bicara sepatah kata pun dan wajahnya terlihat tegang.


"Tidak apa-apa." sahut singkat Andi


"Aneh." gumam Anita pelan


Andi menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Hendra, ia segera turun dan membukakan pintu untuk Anita. Ia menatap dalam wajah Anita saat turun dari mobil, namun tatapan itu terasa sangat aneh bagi Anita.


"Om Andi tidak mampir dulu?" tanya Junior menarik tangan Andi


"Tidak boy, lain kali saja...Om Andi ada urusan penting." jawab Andi mengusap kepala Junior


"Ayolah om,....Aku tunjukkan main baru hadiah dari daddy ku." rengek Junior


"Junior nggak boleh maksa gitu, om Andi harus pergi karena ada urusan penting." ucap Anita memberi pengertian pada anaknya


"Om Andi jahat...." bocah kecil itu tampak marah dan berlari ke dalam rumah

__ADS_1


"Biarkan saja,..." sahut Anita saat Andi akan menyusul Junior


"Tidak, aku akan menenangkan nya dulu." tanpa ijin dari Anita , Andi langsung masuk menyusul Junior


Junior yang ngambek masuk ke kamarnya, Andi pun segera menyusulnya. Anita sengaja tak ikut masuk, ia hanya melihat dari depan pintu kamar, jujur ia terkesan dengan cara Andi menenangkan anaknya. Tanpa disadari ia tersenyum kecil karena Andi berhasil membujuk anaknya dan kini mereka tampak tertawa bersama.


"Aku harus segera pergi, kami sudah baikan..." ucap Andi tersenyum hambar saat melewati Anita di pintu kamar Junior


"Kamu kenapa?" tanya Anita yang sejak tadi merasa aneh dengan sikap Andi


"Tidak apa-apa, ..." sahut Andi singkat


"Sepertinya ada yang sedang membuat mu gelisah..." kata Anita menatap wajah Andi


"Sepertinya kamu sudah mulai memperhatikan aku..." balas Andi masih dengan senyum yang terasa hambar


"Mana mungkin, jangan ge er dulu..." ucap Anita ketus


"Maaf aku harus pergi, ..." Andi lantas bergegas tanpa melihat Anita lagi


"Kenapa dengan dia, aneh sekali..." gumam Anita saat menatap Andi yang berlalu cepat


Begitu sampai di dalam mobil, Andi mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke nomer Arya yang tadi menghubunginya. Ia mengatakan jika sudah mengantar Anita dan Junior sampai di rumah.


"Halo..." ucap Andi saat Arya kemudian meneleponnya


"Terima kasih, sekarang bisa kah kau datang ke kediaman si boss saat ini juga." kata Arya


"Sebenarnya ada apa?" tanya Andi sangat penasaran


"Datanglah segera, aku tunggu." sahut Arya kemudian menutup sambungan telepon nya


Andi segera bergegas menuju kediaman si boss, ia benar-benar sangat penasaran hingga memacu mobilnya cukup kencang. Tak butuh waktu lama karena jarak rumah Hendra dengan kediaman si boss memang tidak begitu jauh. Ia langsung memasukkan mobilnya saat dua penjaga membuka gerbang saat melihat ia tiba, dan berhenti tepat di pintu masuk.


"Dimana Arya, aku sudah ada janji dengannya." kata Andi pada pengawal saat turun dari mobil


"Iya, kamu ditunggu di ruangan pribadi si boss." jawab pengawal cepat

__ADS_1


"Masuklah, Andi..." sahut Arya dari dalam saat mengetahui Andi datang


__ADS_2