
Andi memasuki ruangan tersebut perlahan, disana sudah ada Arya dan juga si boss. Si boss tampak kurang sehat duduk bersandar di kursi kebesarannya, wajahnya tampak sangat pucat. Sedangkan Arya duduk di sofa dengan tampang kusut, Andi benar-benar jadi semakin penasaran.
"Duduklah, Andi..." ucap Arya menatap Andi
"Aku atau boss saja yang mengatakannya..." ucap Arya beralih menatap si boss
"Kamu saja yang mengatakannya, ceritakan padanya secara detail, dari awal hingga akhir..." kata si boss pelan tak bersemangat
"Sebenarnya ada apa, ..." sahut Andi jadi sangat penasaran
Akhirnya Arya mulai menceritakan seluruh kronologi kejadian saat berangkat ke markas Iwan dan pamannya, meski niat awal ingin negosiasi baik-baik namun akhirnya bertemu dengan titik buntu. Hingga mau tak mau akhirnya terjadi bentrokan yang cukup sengit.
Rupanya mereka memang telah bersiap untuk bentrok, karena jumlah mereka yang lebih banyak membuat Hendra cs kewalahan. Namun setelah berlangsung sengit akhirnya Hendra cs bisa memegang kendali, paman Iwan sudah menyatakan menyerah namun ternyata dengan licik Iwan berusaha menghabisi si boss dari belakang.
Hendra yang mengetahui hal tersebut, spontan menjadi tameng hidup buat si boss, ia merengkuh tubuh si boss hingga akhirnya peluru Iwan menembus punggung Hendra, Arya kemudian refleks membidik balik Iwan hingga tewas seketika.
"Semua ini seperti deja vu..." sahut pelan Andi setelah mendengar cerita Arya
"Apa maksudmu?" tanya Arya dan juga si boss hampir berbarengan
"Dulu saat masih sekolah, geng kami bentrok namun kemudian diputuskan untuk duel dua lawan dua, Hendra yang melawan aku sudah menang namun saat Iwan ingin berbuat curang pada Deni, Hendra segera mendorong tubuh Deni hingga dialah yang kena hantaman kayu Iwan. Kini kejadian itu seperti terulang kembali.... " cerita Andi dengan raut sedih
"Dasar manusia breng sek, untung saja dia sudah tewas." sahut Arya marah
"Lalu bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Andi kemudian
Arya tak langsung menjawab, ia hanya menghela nafas panjang kemudian menatap ke arah si boss sejenak. Kemudian tampak si boss mengangguk pelan, dan Arya mulai memberi tahu kondisi Hendra terkini.
__ADS_1
"Dia pria yang sangat kuat, andai orang lain pasti sudah tewas. Peluru yang menembus punggung tembus hingga melukai jantung nya, kondisinya belum stabil masih kritis..." ucap pelan Arya seakan tak sanggup berkata
"Di rumah sakit mana, biarkan aku melihatnya..." kata Andi yang merasa sangat bersalah karena sebelumnya dia sempat berdebat dengannya
"Sebaiknya jangan dulu kau melihatnya, biarkan dia stabil dulu..." kata Arya kemudian
"Andi,... saat masih tersadar Hendra sempat berpesan agar kau menjaga Anita dan Junior, ia ingin mereka tak terlalu sedih dengan semua ini... apalagi Anita, dulu saat Hendra menghilang dalam insiden di pulau X dia hampir putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya, jadi jagalah Anita baik-baik..." ucap si boss menatap dalam ke arah Andi
"Dia sangat percaya padamu,... bahkan saat meninggalkan rumahmu saat itu dia bilang padaku jika telah menemukan jalan terbaik untuk Anita. Dia yakin kau bisa membuat Anita bahagia, dan menjaganya dengan baik." tambah Arya menjelaskan
"Apa dia sudah punya firasat tentang semua ini, hingga melarang ku datang ke pertemuan itu dan malah menyuruhku menemani Anita dan Junior jalan-jalan. " ucap Andi yang kini tak dapat menutupi rasa sedih dan bersalahnya
" Sebaiknya kau jangan beri tahu Anita tentang semua ini, kami juga akan menyembunyikan kenyataan ini hingga kondisi Hendra stabil." kata si boss mengingatkan Andi
"Tapi bagaimana jika dia tak selamat..." ucap Andi ragu
"Arya, lakukan apapun untuknya, tak peduli bagaimana dan berapa besar biaya nya, aku ingin kau selamatkan dia." lanjut si boss menatap Arya
"Saya akan berusaha sebaik mungkin dan akan bekerjasama dengan dokter terbaik, saya juga tak rela jika pria dingin itu harus pergi begitu cepat. " ucap pelan Arya namun ada sedikit keraguan di hatinya karena kondisi Hendra yang begitu mengkhawatirkan
"Bukannya saya berharap buruk, sejujurnya hati kecil saya juga sangat merasa sedih...Namun jika kemungkinan terburuk terjadi, apa yang akan kita sampaikan pada Anita..." ucap Andi kemudian
"Dan juga Renata..." sahut Arya yang memang tahu tentang komitmen Hendra pada pemilik hatinya itu
"Apa maksudmu Arya, siapa dia?" tanya si boss yang belum tahu apapun tentang Renata
"Renata adalah pemilik hati Hendra, dia yang telah mengambil hati dan cintanya hingga menjadi mayat hidup seperti saat ini. Dia hidup tanpa hati dan perasaannya karena telah diambil oleh wanita ini, dia cinta pertama dan sekaligus cinta sejati nya." jelas Arya pada Hendra
__ADS_1
"Komitmen apa maksud mu?" tanya Andi pada Arya
"Memangnya kamu mengenalnya?" tanya si boss pada Andi
"Wanita ini adalah mantan kekasihnya juga, dua pria sangar ini telah jatuh cinta pada wanita yang sama, dan kini Andi juga mencintai Anita,....benar - benar kisah cinta yang sangat rumit." terang Arya pada si boss
"Apa, jadi sebenarnya kau ini teman atau musuh hahh..." sahut si boss menatap tajam ke arah Andi
"Kami bukan teman dan juga bukan musuh, kami hanya dua pria yang memiliki cinta yang sama..." ucap pelan Andi
"Katakan Arya, apa komitmen yang kamu maksud tadi?" tanya Andi pada Arya
"Iya Arya, katakan saja aku juga ingin tahu..." sahut si boss merasa penasaran juga
"Hendra dan Renata sudah saling berjanji, jika Hendra sampai di ujung takdirnya maka Renata akan menjadi orang terakhir yang dilihatnya, demikian juga sebaliknya. " ucap Arya
"Begitu besarkah cinta Hendra pada wanita itu..." sahut si boss
"Apa boss lupa, saat hendak di nikah kan dengan Anita dia berkeras untuk menolak bahkan rela jika boss ingin menghabisinya. Dia sebenarnya sudah bersumpah untuk melanjutkan hidupnya dalam kesendirian..." kata Arya membuat si boss mengingat kembali
"Kasihan Anita, jadi selama ini dia tak pernah sedikitpun mencintainya..." ucap si boss pelan
"Tapi saya sangat mencintai Anita, dan saya akan menjaganya dengan sepenuh hati." sahut Andi tegas
"Tapi Anita tak mencintaimu, sejak awal Anita sangat mencintai Hendra, hingga ia rela menerima semua kenyataan tentang Hendra. Tak peduli bagaimana perasaan Hendra kepadanya yang penting dia tetap di sisinya." ujar Arya pada Andi
"Saya akan perjuangkan cinta ini, dan tak akan pernah menyerah...." sahut Andi mantap
__ADS_1
"Cukup, jangan berdebat soal itu...yang penting sekarang selamatkan dia, aku rela mempertaruhkan segalanya untuk kesembuhannya, dia telah menyelamatkan aku dan aku berutang nyawa padanya." ucap si boss keras