
Di tempat yang lain Raja Ye juga mengalami perjalanan yang tidak mudah apalagi untuk mencapai tempat para dewa harus banyak berkorban baik itu segala hal yang berhubungan duniawi maupun pembersihan diri sebelum menginjak tempat tersebut. Raja Ye merasa sakit hingga lemah tak bertenaga setelah pembersihan jiwa raga yang di maksud dengan membuang segala pemikiran keserakahan duniawi. Setelah istirahat sejenak, Raja Ye memutuskan untuk segera memasuki alam dewa agar tidak menunda waktu penyembuhan Yong Lanmei. Tapi siapa sangka, saat dirinya memasuki tempat tersebut. Alam dewa tengah kacau oleh peperangan antar dewa dan iblis. Raja Ye datang pada saat genting dan porak poranda. Tidak disangka penyerbuan para iblis kali ini tidak ceroboh bahkan telah mempersiapkan sebaik-baiknya dari pasukan hingga strategi bahkan kekuatan mereka tampak menguar dengan kuat menyelimuti tempat tersebut. Raja Ye yang baru sampai merasakan aura hitam yang pekat menekannya hingga hampir berlutut namun sekuat mungkin Raja Ye berusaha tetap berdiri tegak. Setelah dapat menyesuaikan kondisi, Raja Ye perlahan mulai bergerak maju dengan menyelinap menghindari pasukan iblis yang telah berseliweran. Dari pintu masuk hingga mencapai dalam pun pasukan iblis tetap berseliweran memburu para dewa. Tampaknya para dewa kali ini akan kalah bahkan banyak sudah yang terbunuh lalu hilang menjadi seberkas cahaya yang mengabur terbawa angin. Raja Ye tidak habis pikir, dirinya berpikir bahwa para dewa kemungkinan akan kekal namun nyatanya dengan di saksikan menggunakan mata kepala sendiri bahwa mereka dapat bertahan hidup hingga puluhan ribu tahun asal tidak terbunuh. Raja Ye kembali mengingat bahwa sesungguhnya kehidupan berada di tangan sang maha pencipta dan itu bukan para dewa. Bukti nyata ini menggoyahkan keyakinannya yang selama ini menyembah para dewa yang ternyata adalah makhluk fatamorgana yang sulit di gapai namun keberadaannya di yakini ada. Raja Ye kembali memperkuat keyakinan bahwa Tuhan itu ada, Dia lah yang menciptakan segalanya bahkan dapat menghancurkan pula.
Raja Ye seakan mendapat angin segar setelah keyakinan nya kian kuat. Dalam hati terasa kelegaan yang tidak dapat di utarakan dengan kata-kata bahkan ketenangan jiwa mulai terbentuk. Raja Ye kembali melangkah hingga menggapai tempat yang di yakini sebagai tempat persembunyian para dewa dari kejaran para iblis. Dilihat dari ornamen bahwa alam dewa sebenarnya indah namun kini kacau dan banyak bangunan yang rusak. Perlahan namun pasti Raja Ye dapat memasuki ruangan tersebut sebab dirinya telah melakukan penyucian diri sebelumnya.
Para dewa yang tengah membahas rencana selanjutnya yang akan di ambil pun tercengang melihat manusia dapat memasuki alam dewa ini bahkan dapat menahan tekanan aura para iblis di luar sana.
" Hei bukankah kau manusia, bagaimana mungkin dapat masuk kemari?"
" Mungkin tuan dewa lupa jika memasuki alam dewa ini harus melakukan penyucian diri. Dan inilah kenyataannya bahwa saya mampu masuk kemari dengan selamat tanpa cedera?"
" Beraninya manusia rendahan seperti mu memasuki pelataran alam dewa ini, kamu hanya akan mengotori alam dewa ini dengan kehadiran mu?"
" Tuan dewa yang terhormat, bukan kehadiran saya yang mengotori tempat ini namun pemikiran tuan dewa sendiri lah yang dapat mencemari tempat ini."
" Kamu beraninya berkata tidak sopan di hadapan ku. Memangnya siapa dirimu berani bertingkah sok jago disini "
__ADS_1
" Beginikah sikap dan perwatakan para dewa yang di anggap baik bahkan di puja oleh orang di bumi sana. Nyatanya bertolak belakang dengan citranya. Sungguh munafik?"
" Bedebah kecil secepatnya kamu harus minta maaf pada kami. Tidak sadarkah kamu telah melakukan kesalahan."
" Maaf telah lancang masuk kemari tanpa ijin?"
" Hanya itu saja, kamu yakin?"
" Iya saya yakin!"
" Beraninya kamu!"
" Ampun yang mulia kaisar namun manusia rendahan ini berani menghina para dewa dengan kedatangan nya saja sudah dapat mencemari tempat ini bahkan kini dirinya berdiri di hadapan kami membuat masalah serta lancang masuk kemari tanpa permisi. Tindakannya sungguh buruk."
" Mohon ijinkan saya membela diri "
__ADS_1
" Silahkan."
" Bukan saya tidak tahu sopan santun namun keadaan yang membuat saya tidak menerapkan nya bahkan saat saya akan masuk, di luar gerbang telah tersebar aura iblis yang kuat. Jika saya tidak menyelinap bukankah sama saja saya bunuh diri dengan menyerahkan diri saya secara sukarela. Saya tidak sebodoh itu bahkan para dewa saja kini tengah berkumpul di sini bersama kan. Alasan lain saya kemari karena ingin mencari mata air keabadian untuk kesembuhan calon istri saya yang terkena racun mematikan. Kiranya kaisar dapat memahami kondisi saat ini dengan baik dan bijak dalam menentukan keputusan "
" Ku akui kamu memang pemberani namun ingat sikap berani saja tidak cukup "
" Lalu adakah syarat lain yang harus saya lakukan untuk meminta setetes air mata kehidupan dari alam dewa ini."
" Perlu kamu pahami keadaan saat ini sedang kacau, saya sebagai kaisar disini tidak akan mempersulit mu untuk mendapatkan mata air keabadian ini namun syarat ku adalah lindungi putri ku dan bawa dirinya bersama mu ke alam manusia. Setelah kondisi alam dewa stabil aku sendiri yang akan datang menjemputnya. Anggap saja ini perintah dari ku untuk mu sebagai timbal balik! "
" Tapi yang mulia..."
" Cukup, keputusan ku telah bulat. Aku yakin putri ku akan aman. Dia adalah satu-satunya harapan ku untuk meneruskan diri ku. Jika dirinya terluka maka alam dewa ini tidak akan memiliki penerus lagi."
" Baiklah saya akan menerima syarat ini"
__ADS_1
" Ingat jaga baik-baik putri ku"
Setelah perundingan yang panjang akhirnya Raja Ye berhasil mendapatkan sebotol kecil mata air keabadian. Dirinya kembali dengan membawa putri kaisar dewa bersamanya.