
Yong Lanmei tertawa sinis mengetahui bahwa Nona Chen bergerak sangat cepat bahkan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Yong Lanmei tahu bahwa ayahnya menyelidiki semua hal yang terjadi di kediamannya namun sayangnya hanya sedikit informasi yang di dapatnya. Lalu beralih menyelidiki semua tentang Lu Hairan tanpa sepengetahuannya. Tidak ada informasi sekecil apapun tentang dirinya. Semua kejadian silam menjadi tumpang tindih dalam ingatannya berputar memenuhi otaknya dengan cepat bagai film yang di putar ulang.
Yong Yan melihat dari kilasan balik tentang dirinya yang hidup dengan Song Shea sebagai pasangan yang harmonis bahkan di gadang-gadang sebagai pasangan yang di jadikan panutan orang lain ketika melihat bahwa pasangan itu sangat bahagia dengan kehangatan dalam keluarganya. Song Shea mengandung hingga melahirkan bayi pertama nya Yong Jun selang beberapa tahun hamil dan lahirlah putri kecil mereka Yong Lanmei. Semua kebahagiaan sirna akibat kehadiran Lu Hairan semenjak Song Shea mulai sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal. Namun tidak ada yang menyangka bahwa semua insiden itu adalah ulah Lu Hairan dengan campur tangan Nona Chen.
Yong Yan pun melihat putri kecilnya tumbuh dengan kurangnya kasih sayang dari orang tua terutama dirinya yang acuh dengan keberadaan putri kecilnya sendiri hingga menelantarkan begitu saja Yong Lanmei kecil yang belum tahu apa-apa.
Yong Yan mulai merutuki kebodohannya selama ini bahkan kasih sayang yang di berikannya secara sembunyi-sembunyi tidak dapat membayar harga kebencian Yong Lanmei terhadapnya. Yong Yan terduduk frustasi dengan kejadian yang selama ini tidak di ketahui kebenarannya malah balik menghantui dirinya dengan membuat ingatan-ingatan masa lalu di gali kembali.
Yong Yan istirahat sejenak sebelum melanjutkan pencarian walau setidaknya kali ini akan sia-sia.
__ADS_1
Di sisi lain Yong Lanmei tidak menyangka bahwa ayahnya masih kekeh melanjutkan penyelidikan terhadap hal yang akan menggali kejadian besar pada masa lalu yang mengakibatkan kebencian itu terungkap pada saat nya.
Yong Lanmei kini tengah melamun di tempatnya memikirkan masalah yang terlihat sepele namun bencana pada akhirnya. Walau Yong Lanmei merasa marah akan sikap Yong Yan selama ini namun sisi kemanusiaan nya tidak serta merta membiarkan keluarganya hancur begitu saja di tangan orang lain. Menurutnya untuk kehancuran Yong Yan sendiri tidak mempengaruhi perasaannya sama sekali. Namun, untuk yang lain hati nurani Yong Lanmei langsung tergerak dengan cepat. Yong Lanmei tidak mau keluarga nya harus mengalami rasa sakit menyakitkan dengan penyiksaan yang di lakukan orang lain yang dendam kepada Yong Yan. Yong Lanmei merasa geram akibat ulah satu orang maka seluruh keluarga harus ikut serta menanggung akibatnya.
Yong Lanmei bingung harus mengambil cara apa untuk mencegah semua itu. Untuk neneknya sudah berada di kuil untuk beberapa hari namun serta merta tidak dapat menjamin keselamatannya. Sang kakak kini sedang dalam masa tugas yang di perintahkan oleh kaisar sebagai ujian untuk dirinya melihat seberapa kompeten kakaknya untuk gabung dalam prajurit kekaisaran. Untuk sang kakek sendiri yang selama ini tidak pernah di lihatnya sedang di perbatasan untuk menangani pemberontakan yang terjadi di sana. Saat ini pikiran Yong Lanmei harus terpecah akibat misi balas dendam nya sendiri terhadap Yong Yan atau malah sebaliknya membantu Yong Yan menangani masalah ini.
" Hahaha akhirnya aku berhasil menyempurnakan berbagai racun ini, untuk selanjutnya akan ku uji coba secara langsung pada Yong Yan sialan itu. Akibat dirinya, aku harus menjadi perawan tua yang selalu di tertawakan orang lain. Bahkan semua keluarga yang tersisa semakin menjauhi ku sebab mereka memandang ku sebagai kutukan yang membawa bencana."
" Rasa sakit bertahun lamanya harus segera ku balaskan secara besar-besaran tidak peduli pada akhirnya aku harus mati. Namun, aku ingin kematian ku ikut serta menyeret Yong Yan."
__ADS_1
" Cukup sudah rasa bahagia untuk mu Yong Yan, kini terimalah rasa sakit sedikit demi sedikit namun menyiksa."
" Jika Lu Hairan bisa di ajak kompromi dengan baik mungkin rencana ku akan sedikit mudah terlaksana. Namun siapa sangka ternyata aku harus turun tangan langsung."
" Oh iya lupa, untuk Lu Hairan aku harus memberi sedikit pelajaran untuknya agar tak memandang ku rendah. Di kasih jantung minta hati dasar perempuan iblis."
" Jika saja Lu Hairan tidak berguna sudah ku habisi pada waktu itu. Arghhh jika mengingat nya membuatku geram sendiri."
Nona Chen misuh-misuh sendiri.
__ADS_1