DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
..... ....


__ADS_3

Raja Ye terus menerus memperhatikan gerakan dari wanita bercadar putih yang sangat misterius namun terasa familiar. Raja tidak memperhatikan sekitar karena fokusnya terpecah, sehingga tidak menyadari ada serangan dari belakang yang di arahkan kepada Raja Ye sebab nyaris saja dirinya terluka jika saja refleks dari Yong Lanmei tidak cepat.


" Hati-hati, perhatikan situasi yang ada di depan mu jangan sampai fokus mu terpecah yang mengakibatkan nyawa mu sendiri terancam."


Tanpa di sadari Yong Lanmei berbicara panjang lebar untuk mengingatkan Raja Ye. Raja Ye sendiri merasa sedang di perhatikan oleh kekasih nya menurut hati nya yang kini entah kenapa tiba-tiba berdebar kencang seperti saat di dekat Yong Lanmei. Raja Ye kembali fokus pada medan perang dan akan menyelidiki wanita bercadar tersebut nanti setelah usai masalah ini.


Raja Ye kembali menyerbu, menghadang, menyerang hingga membantai pihak lawan tanpa belas kasih. Ketika mengingat tanah negerinya berbanjir darah akibat serangan musuh yang dadakan ini api amarah menyeruak muncul. Sembari menyerang, Raja Ye mengumpat tindakan tercela musuh yang egois menurutnya dan tidak mematuhi aturan perang yang berlaku. Kecurangan pihak musuh tidak dapat di toleransi oleh Raja Ye hingga kini dirinya tidak lagi memperdulikan nyawa musuh. Biasanya dirinya akan memberi belas kasih kini tidak ada satupun yang akan disisakan pasukan musuh tersebut. Walau kekuatan yang tidak imbang sebab para prajurit dari pihak Raja Ye serta kekaisaran sendiri dalam kondisi tidak siap secara perbekalan hingga mental yang tiba-tiba di gembleng dalam pertempuran itu sedangkan pihak musuh telah siap secara materi maupun teori. Raja Ye menyerukan kepada para prajurit untuk semangat dan pantang menyerah demi negerinya. Semangat tempur kekaisaran kini perlahan berkobar dan bangkit kembali akibat kata-kata Raja Ye.


Yong Lanmei yang sedang melawan sepuluh orang yang kini mengepungnya langsung merasa salut dengan Raja Ye yang mampu membangkitkan semangat juang mereka serta sikap tegasnya yang semakin menawan menurut Yong Lanmei. Segera fokus Yong Lanmei kembali pada medan laga. Semua pasukan musuh yang tadi mengepungnya tampak telah tumbang semua bahkan hampir sebagian telah di kalahkan oleh Yong Lanmei. Untuk Raja Ye sendiri kini tengah bertarung dengan sengit, lawannya adalah panglima musuh yang sama-sama memiliki kekuatan hampir setara hanya terlihat tipis saja selisih mereka. Namun tetap saja Raja Ye lebih unggul secara keseluruhan.


Dari pagi hingga senja pertempuran berlangsung namun tidak ada tanda dari pihak musuh untuk menarik kembali pasukannya walau lelah kini mendera. Raja Ye sendiri melihat para pasukan yang kelelahan langsung menggertakkan gigi menahan geram.

__ADS_1


" Semua mundur"


Raja Ye menarik pasukannya untuk mundur memulihkan tenaga mereka. Sedang dirinya sendiri langsung menghadap para prajurit yang tetap saja maju menyerang karena perintah panglima musuh.


" Bedebah sialan, waktu telah usai namun mereka tetap merangsek maju. Tidak mencerminkan sikap ksatria. Jangan harap aku berbelas kasih lagi!"


Segera Raja Ye mengumpulkan kekuatannya hingga menyerupai bola yang bersinar terang dan siap mengarahkan kepada pihak musuh. Segera para prajurit yang berada di bawah level Raja Ye tersapu habis menjadi abu. Untuk para panglima serta jajarannya terluka parah akibat kekuatan penuh Raja Ye di arahkan pada mereka.


" Walau kemenangan kalian di depan mata lalu apa gunanya jika penolong kalian tewas di hadapan kalian. Ingat panah itu beracun dan tidak ada obatnya. Hahaha!!!"


" Kalian para manusia durjana tidak ada tempat yang akan kalian pijaki lagi kecuali neraka. Tamatlah riwayat kalian!!!!"

__ADS_1


Raja Ye yang tengah memeluk tubuh Yong Lanmei dalam pangkuannya segera meletakkan perlahan. Kembali Raja Ye murka dan memusatkan seluruh kekuatan hingga membentuk bola serta melepaskan serangan itu kepada musuh yang tersisa. Akibatnya mereka tewas semua walau tidak menjadi abu tapi rupa mereka tidak dapat di kenali lagi. Hanya tinggal kerangka saja yang tersisa. Raja Ye segera memerintahkan para prajurit untuk mengumpulkan kerangka mereka.


Kini Raja Ye kembali pada wanita bercadar. Saat tangannya menyentuh cadar tersebut di dalam hati menyeruak rasa takut yang besar akan kehilangan. Segera Raja Ye membuka cadar tersebut yang mana membuat dirinya syok hebat bahkan Yong Yan yang sedang di antara mereka menatap tak percaya pada penglihatannya sendiri. Ya itulah Yong Lanmei.


Raja Ye untuk kedua kalinya merasa dunianya hancur. Dengan panik serta kemarahan yang belum mereda memerintahkan untuk memanggil tabib sesegera mungkin. Kondisi Yong Lanmei kian melemah.


" Kenapa kamu selalu melewati batasannya mu sendiri?"


" Kenapa kamu selalu membuat ku takut?"


" Untuk kedua kalinya kamu membuat ku hancur, kumohon dengarkan aku. Buka mata mu dan tatap aku. Jangan terpejam seperti ini?"

__ADS_1


Raja Ye seperti orang gila dengan air mata yang mengalir tanpa henti. Yong Yan sendiri langsung lemas dan terduduk di tanah. Sejuta penyesalan terlihat di matanya. Yong Yan tidak sadar bahwa putrinya telah meninggalkannya selamanya dari dulu.


__ADS_2