
Kini Nona Chen semakin gencar menjalankan rencana nya secara sembunyi-sembunyi selama belum di ketahui oleh Yong Yan.
Yong Yan yang baru kembali tampak lemah dan lesu tanpa semangat sedikit pun di wajah tuanya. Yong Yan semakin terpuruk ketika dirinya memasuki ruang kerja nya. Tampak rapih dan tidak ada yang menyentuh sama sekali namun saat mata nya tidak sengaja melihat ke arah tumpukan buku yang tampak tergeser dari tempatnya. Hati dan jantung Yong Yan berdegup kencang dan was-was jika-jika sesuatu yang selama ini di sembunyikannya akan di ketahui orang lain.
Benar saja, saat dirinya menyingkirkan buku-buku tersebut dan membuka pintu ruang rahasianya. Terkejut, tentunya sebab di dalam sana ruangan tersebut kosong tidak ada apapun. Sepanjang mata memandang ke depan tetap saja hanya kekosongan yang terlihat. Yong Yan menggertakkan gigi dengan menahan kesal yang amat sangat setelah dirinya di buat kelipungan beberapa hari ini dengan fakta yang belum pasti kebenarannya.
Kini harus di hadapkan hal lain yang bisa saja membuat dirinya dalam masalah. Selama ini ruang ini selalu menjadi tempat yang tidak di ketahui oleh siapapun termasuk mendiang istrinya sekalipun.
" Gawat jika seseorang tahu keberadaan tempat ini yang mana kini telah mengambil semua barang yang berada di dalamnya. Sampai Yong Lanmei tahu akan hal itu, entah bencana apa lagi yang akan terjadi. Belum saja hubungan yang semakin renggang bisa jadi semakin marah dan kecewa terhadap ku?"
" Jika sampai itu terjadi, kemungkin yang terburuk akan terjadi?"
" Tidak ini tidak boleh di biarkan begitu saja?"
" Usahaku untuk memperbaiki hubungan di antara kami akan rusak begitu saja dan Lanmei akan semakin jauh lagi?"
__ADS_1
Yong Yan mondar-mandir dalam ruangan itu. Segera dirinya mendapat laporan yang tidak mengenakan. Telah terjadi kekacauan di dalam kediamannya. Bahkan ada penyusup yang berhasil mengacau di kediaman Yong.
" Pastikan tidak ada yang tahu jika di sini telah terjadi kekacauan."
" Baik tuan."
" Satu lagi, selidiki siapa saja yang telah menyusup ke dalam kediaman Yong ini yang selalu ketat dalam hal penjagaannya. Kenapa bisa ada keteledoran seperti ini. Dan iya hampir lupa selidiki secara diam-diam siapa saja yang telah memasuki ruang kerja ku ketika aku tidak ada di tempat."
" Baik tuan."
Yong Yan pusing dengan kejadian yang tidak ada tenangnya. Butuh tempat untuk dirinya menenangkan pikirannya yang kacau. Tapi tidak ada waktu sedetik pun melakukan hal itu yang ada masalah semakin runyam.
" Ini belum seberapa, tunggu saja pembalasan ku yang lebih menyakitkan. Hingga tidak ada hari tenang mu. Bahkan untuk memejamkan mata akan sulit kamu lakukan. Kamu akan di hantui bayang-bayang penyesalan serta ketakutan secara bersamaan."
" Kan ku pastikan bahwa rasa bersalah akan terus menghantui mu bahkan hingga kematian mu tiba. Kamu tidak akan mati dengan tenang. Jiwa mu akan di tolak bumi dengan membawa segala kebencian ku yang telah merasuk kedalam Sukma ku yang terdalam."
__ADS_1
" Tiap air mata akan ku balas berkali-kali lipat bahkan tetesan darah yang telah kau berikan pada keluarga ku akan ku pastikan kamu membayarnya beserta bunganya."
" Hidup ku sudah hancur sedari dulu, aku tidak akan masalah jika harus lebih hancur kembali tapi dengan menyeret mu bersama ku tentunya."
" Hahahaha"
Nona Chen kemudian berbalik dan memanggil para pasukannya untuk melakukan serangan pada akademi qian sekaligus untuk mengeluarkan Yong Shu dari ruang hukuman nya.
Tanpa berlama-lama kini tampak akademi qian mulai terlihat peperangan yang sangat serius. Dari para pasukan yang di perintahkan Nona Chen tampak menghunuskan pedang nya yang tajam serta di aliri qi yang lumayan tingkat ranahnya di atas para guru akademi. Memang Nona Chen dalam merekrut bawahan bukan main-main. Dirinya memilih orang yang kuat dan tidak mudah berkhianat. Bahkan pasukan yang di kumpulkan Nona Chen lebih baik daripada pasukan siap mati yang di miliki kaisar.
Nona Chen melihat secara langsung dari tempat yang jauh dan tersembunyi. Tampak matanya memancarkan aura haus akan darah. Kini dirinya memutuskan kembali setelah melihat huru-hara yang telah di ciptakan olehnya. Nona Chen berbalik dan tersenyum sinis.
Setelah terjadi pertempuran yang singkat namun membuat kekacauan yang tidak sedikit kerugiannya serta telah berhasil membebaskan Yong Shu mereka pergi begitu saja.
Yong Lanmei yang sedang diam di tempatnya sebab melakukan meditasi tampak sedikit linglung dengan kejadian yang telah terjadi di akademi nya. Belum pernah dirinya melihat akademi di serang secara terang-terangan seperti ini. Pada siang terik pula. Dirinya memang mendengar kegaduhan namun karena fokusnya ada pada meditasi nya maka secara alam bawah sadar memproses dalam otaknya untuk tetap bermeditasi.
__ADS_1
Yong Lanmei segera turun dan keluar dari ruangannya dan tampaklah akademi yang kacau dengan banyak orang yang terluka baik dari pihak para guru maupun para murid itu sendiri.
" Apa yang terjadi?"