DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
...... .....


__ADS_3

Yong Lanmei tidak menyangka bahwa dirinya mengetahui fakta baru tentang Nona Chen. Nona Chen bukanlah wanita biasa yang di anggap mudah untuk di selesaikan. Selama ini telah menyembunyikan identitasnya dengan sangat epik. Bahkan tidak ada yang menyangka bahwa Nona Chen memiliki fisik yang kuat serta kemampuan yang mumpuni. Jika saja Nona Chen di didik secara baik maka akan menghasilkan jenius yang luar biasa. Namun nasib berkata lain tidak sesuai keinginan dunia yang damai. Nona Chen jika sudah bertindak akan mengguncang dunia kultivator, dirinya tidak tanggung-tanggung dalam mengambil keputusan. Apapun yang di anggap duri akan segera di babat habis tanpa sisa. Nona Chen tidak mau mengambil resiko yang memungkinkan menjadi batu sandungan di masa depan. Yong Lanmei juga tidak menyangka selain kuat dalam fisik, Nona Chen juga seorang kultivator hebat yang amat langka di daratan kekaisaran ini. Jiwa nya kuat menjadikannya seseorang yang tidak mudah di singgung. Nona Chen juga bisa di sebut peramu obat serta racun yang baik. Yong Lanmei yang tahu akan hal itu berdecak kagum namun juga sedikit meninggalkan jejak keputusasaannya.


Bagaimana tidak ternyata musuh dari ayah Yong Lanmei bukan main hebatnya. Bahkan jika harus mencari kelemahannya serta mengandalkan hari sialnya akan tidak menentu yang mana bisa jadi keluarga Yong Lanmei sudah menjadi tumpukan mayat.


Yong Lanmei sendiri merasa pesimis dengan keadaan nya yang sekarang lemah serta belum ada peningkatan karena terhalang racun mematikan waktu itu. Ya, walaupun racun tersebut telah hilang sepenuhnya. Dantiannya saat ini menipis dengan qi yang lemah. Yong Lanmei harus sesegera mungkin memulihkan kekuatannya bahkan jika bisa menerobos ranah selanjutnya demi menyelamatkan orang-orang yang di sayangnya.


" Apa yang harus ku lakukan, saat ini sibuk dengan pembelajaran akademi. Tidak ada waktu untuk meracik pil yang di butuhkan tubuh ini."


" Apalagi bahan herbal yang di butuhkan banyak yang kurang. Sangat sulit keluar dari akademi tanpa ijin penatua apalagi tujuan kali ini tidak berhubungan dengan pendidikan akademik pasti langsung di tolak mentah-mentah?"


" Haish"

__ADS_1


Yong Lanmei sibuk dengan pemikirannya sendiri. Bahkan tidak tahu jika pergerakan Nona Chen saat ini semakin gencar secara sembunyi-sembunyi bahkan kini Lu Hairan juga setuju akan melakukan sabotase kediaman Yong yang menyebabkan huru hara di mana-mana.


Melihat kediaman Yong yang kacau, Nona Chen menggunakan kesempatan ini untuk menginap ruang kerja Yong Yan dan mengambil barang peninggalan keluarganya yang di curi oleh Yong Yan tanpa sepengetahuan siapapun. Yong Yan adalah pemuda yang serakah dulunya bahkan jika kenyataan terungkap sekalipun dirinya menikahi Song Shea demi kelancaran serta mencari pendukung yang kuat dan diam-diam menyusun strategi meraih kedudukan yang kuat dan tidak mudah di goyahkan.


Tampilan Yong Yan yang menyanyangi anak istri adalah palsu. Nona Chen tahu betul sikap serta sifat Yong Yan yang menurutnya bajingan ulung. Pandangan Nona Chen tidak salah apalagi setelah runtuhnya keluarganya akibat ulah Yong Yan. Menurutnya sekalipun Yong Yan telah berubah saat ini tidak pernah menyurutkan misinya untuk membalas dendam pada Yong Yan setidaknya jika tidak mampu meruntuhkan keluarga Yong setidaknya Yong Yan menderita dan mati perlahan di tangannya demi mengobati sedikit rasa sakitnya.


Nona Chen mencari barang yang menurutnya adalah peninggalan keluarganya. Matanya awas mengedar kesegela penjuru ruangan, tanpa sadar dirinya melihat sesuatu yang tak biasa. Nona Chen mendekat dan mengamati dengan seksama, kini bibirnya tersenyum sinis mengetahui ada ruang rahasia di sini.


Nona Chen segera meraba-raba dan mencari jalan untuk membuka ruang rahasia tersebut. Tangan nya tidak sengaja menyenggol tumpukan buku yang di susun menurutnya tidak pada tempatnya. Namun apa yang di lihatnya, tenyata tombol itu terletak di balik tumpukan buku tersebut. Segera tanpa pikir panjang dirinya langsung menekan dan terbukalah pintu rahasianya. Nona Chen memasuki ruangan tersebut dan tampaklah di depan matanya harta yang di jarah oleh Yong Yan dari keluarganya. Semua benda itu segera di pindahkan dalam ruang di mensi miliknya. Segera ruang tersebut tersapu bersih dan meninggalkan ruangan yang kosong tanpa ada benda apapun.


Nona Chen segera melenggang pergi meninggalkan ruang kerja Yong Yan atas bantuan Lu Hairan sebagai petunjuk jalan.

__ADS_1


Ternyata setelah pergi dari sana yang mana sebelumnya telah membersihkan ruang kerja tersebut agar terlihat seolah-olah tidak ada yang masuk kedalamnya, Nona Chen segera meneliti satu persatu barang tersebut. Mata Nona Chen seketika merah akibat marah dan rasa sedih yang membuncah secara tiba-tiba melihat barang tersebut apalagi semuanya telah menggali kenangan masa kelam waktu lalu dan segera air mata mengalir tanpa bisa di cegahnya.


" Ayah, ibu aku cengeng ya. Lihatlah hanya dengan melihat barang-barang ini rasa sesak tidak dapat ku tahan bahkan aku menangis seperti wanita lemah?"


" Ayah, ibu aku hanya wanita biasa yang kadangkala rapuh akan kenangan kita. Namun aku berusaha kuat demi kalian. Aku berjanji pada kalian, sesegera mungkin orang biadab itu mendapat karma nya. Bahkan akan ku balas berkali-kali lipat?"


" Oh iya lihatlah ini semua barang-barang kita telah aku ambil kembali. Kini aku akan lebih fokus untuk mempercepat balas dendam yang telah ku janjikan pada kalian walau jiwa raga ini pada akhirnya akan turut serta menyusul kalian."


Nona Chen segera menghapus dengan kasar air matanya. Segera dirinya bangkit berdiri dan memanggil para pasukan bayangannya yang terpencar di mana-mana untuk segera menjalankan rencana selanjutnya.


Apakah kali ini akan terjadi ledakan yang lebih besar lagi untuk menggoncang Yong Yan?

__ADS_1


__ADS_2