DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
..... ....


__ADS_3

Yong Yan bingung dengan ibunya yang tiba-tiba ingin keluar rumah melakukan perjalanan jauh ke sebuah kuil guna berdoa agar kediaman Yong selalu aman makmur dan sejahtera. Yong Mei ingin menginap beberapa hari untuk menenangkan diri juga disana yang mana berdoa kepada sang Maha pencipta sebagai tempat mencurahkan segala isi hati. Tidak ada yang benar-benar tulus mendengar keluh kesah nya kecuali sang pencipta. Yong Mei berharap dengan dirinya sementara waktu mengasingkan diri ke dalam kuil menghindari konflik yang akan muncul.


Yong Mei merasa aneh dengan kedatangan Shuilin sebelumnya, kini belum genap dua hari Shuilin keluar dari kediaman Yong malah masuk perempuan lainnya. Seakan-akan semua ini telah di atur seseorang sedemikian rupa. Yong Mei menelaah semua kejadian demi kejadian bahkan sampai sekarang dirinya tidak sepenuhnya percaya terhadap Lu Hairan.


" Sebelum ibu berangkat, ibu berpesan kepadamu untuk selalu hati-hati dan jangan mudah terpedaya kelembutan yang di tampilkan dengan tidak tulus apalagi dengan kecantikan yang memabukkan."


" Ibu tenang saja, apakah ibu benar-benar akan pergi beberapa hari. Tetapi bagaimana kondisi ibu disana nantinya, siapa yang akan merawat ibu dan menyiapkan segala keperluan ibu. Aku masih berat mengijinkan ibu bepergian jauh seorang diri apalagi sudah renta seperti ini?"


" Apakah menurutmu aku ini sudah setua itu?"

__ADS_1


" Bukan seperti itu maksudku Bu?"


" Sudahlah urus saja segala urusanmu yang tidak ada pernah habisnya bahkan meluangkan waktu sekejap untuk putri mu saja sudah tidak bisa. Selagi ada kesempatan berjumpa hanya keributan yang selalu terjadi."


" Ibu ..."


Yong Mei segera menyiapkan perlengkapan yang akan di bawanya tanpa meninggalkan sesuatu apapun. Setelah perlengkapan siap, Yong Mei langsung berangkat dengan diantar Yong Jun hingga sampai tempat tujuan. Yong Jun sudah di wanti-wanti Yong Lanmei untuk mengawasi sang nenek.


Namun siapa sangka, perjalanan yang biasanya mulus kini harus terhenti dengan kemunculan para pria berpakaian hitam-hitam dengan masker di wajahnya sehingga tidak ada yang dapat mengenali wajah mereka. Yong Jun sempat tertegun dengan fakta yang ada. Namun segera tersadar saat tiba-tiba ada hembusan angin yang ternyata datang dari sabetan pedang pria berbaju hitam yang tiba-tiba sudah beberapa inci dari wajahnya. Dengan gesit Yong Jun mengeluarkan pedangnya lalu menangkis serangan dadakan tersebut. Yong Mei yang berada di tandu merasa sesak melihat para pria berbaju hitam tersebut apalagi melihat kecepatan daya serang yang di arahkan kepada Yong Jun. Yong Mei melihat dengan cemas, kali ini para pria yang sepertinya pembunuh bayaran memiliki kekuatan yang hampir setara dengan cucu nya.

__ADS_1


Yong Jun kewalahan menghadapi serangan para pria baju hitam yang terdiri dari lima orang namun dengan kekuatan yang setara dengannya. Yong Jun selalu berhasil di pukul mundur dan selalu terdesak namun dengan kejelian dan keterampilan yang dimilikinya membuatnya selamat menghindari serangan demi serangan yang di lancarkan mereka secara membabi buta.


Hampir saja kepala Yong Jun terlepas dari badannya saat Yong Jun lengah, dari belakang ada yang mengarahkan pedangnya untuk menebas leher Yong Jun. Namun tiba-tiba ada pedang yang dilemparkan seseorang untuk menangkis pedang pria baju hitam tersebut. Yong Mei yang melihat itu ketakutan hingga tubuhnya menggigil hebat. Dengan tangan gemetaran Yong Mei memanjatkan doa demi keselamatan sang cucu.


Tiba-tiba orang yang melemparkan pedangnya hingga dapat membunuh sang pria berbaju hitam itu terbang melesat ke arah Yong Jun dan membantunya dengan membunuh para pria berbaju hitam itu. Dari lima orang kini tinggal dua orang lagi namun naas saat mereka akan melarikan diri salah satu dari mereka tertikam pedang yang di layangkan oleh pria tersebut.


Satu yang lain berhasil meloloskan diri. Yong Jun segera mendapatkan pria tersebut sedang berdiri dengan gagahnya. Setelah ikut masuk kedalam arena pertarungan kini suasana kembali hening hingga terdengar suara Yong Jun yang mengucapkan terimakasih.


Setelah bercakap cukup lama akhirnya Yong Jun tahu bahwa ksatria tersebut adalah kiriman adiknya guna memantau serta melindungi perjalanan nenek dan kakak Yong Lanmei. Yong Jun bingung namun segera terjawab tatkala sang ksatria menyebutkan tentang Raja Ye. Ekspresi penuh tanda tanya yang di tampilkan Yong Jun segera berubah dengan wajah penuh kepercayaan terhadap adiknya.

__ADS_1


__ADS_2