DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
...... .....


__ADS_3

Permasalahan di kediaman Yong belum mereda tiba-tiba datang kabar bahwa Yong Shu dihukum atas kesalahannya yang sengaja mencelakai Yong Lanmei pada saat di hutan larangan. Lu Hairan panik bukan main, segera dirinya bersiap dan melaporkan pada Yong Yan dengan kata yang di lebih-lebihkan bahkan ada yang di karangnya agar tidak curiga bahwa Yong Shu memiliki niat membunuh.


Yong Yan yang mendengar itu semua terkejut langsung marah dan segera pergi menuju akademi qian untuk melihat keadaan Yong Shu. Apalagi ada kabar angin bahwa Yong Lanmei sudah di temukan dan saat ini berada di akademi. Yong Yan sekalian memastikan keadaan Yong Lanmei. Yong Yan tidak terlalu memperhatikan kalimat Lu Hairan namun yang dapat di tangkap jelas adalah Yong Shu dihukum cambuk bahkan di asingkan.


Kembali pada Yong Shu, baru saja mendapat hukum cambuk sebanyak dua puluh kali dan kini tubuhnya yang lemah tampak diseret ke ruang pengasingan yang berada di bawah tanah dengan suasana yang sunyi serba putih. Ketika Yong Shu di lempar kedalam tampak dirinya mulai panik saat pintu telah ditutup namun yang lebih membuatnya takut yaitu tampak tidak memiliki pintu dengan suasana serba putih tanpa celah ventilasi atau sekedar untuk pertukaran udara yang masuk. Yong Shu panik melihat tempat sekelilingnya bahkan sakit yang menjalar di tubuhnya tak dirasakan lagi, yang ada dalam pikirannya ingin keluar.


Sebelum dimasukkan ke dalam ruang isolasi, Yong Shu telah di perintahkan tetua untuk menyalin tata Krama wanita serta aturan bangsawan selama tiga bulan masa pengasingannya. Guna dari itu adalah untuk menjaga kewarasan Yong Shu sendiri, bahkan tetua saja masih berbaik hati agar ada kegiatan yang di kerjakan Yong Shu selama masa hukumannya. Hukuman Yong Shu termasuk terberat di akademi qian, sebab berani bermain nyawa dengan tipu muslihat yang licik. Beda urusan jika sedang duel di arena yang resmi di adakan pihak akademi, maka saat lawan cidera atau meninggal itu adalah konsekuensinya. Maka dari itu sebelum adanya duel antar murid para guru mewanti-wanti dengan sepenuh hati agar meningkatkan kekuatan masing-masing. Jika di bilang kejam memang kenyataannya seperti itu bahwa yang kuat akan selalu mendominasi dan yang lemah akan menjadi sasaran adu samsak bahkan bisa saja menjadi babu untuk para murid yang digolongkan dalam tingkatan kuat.


Yong Yan telah sampai di akademi qian dan menemui tetua serta meminta ijin untuk melihat keadaan Yong Shu. Awalnya tetua tidak mengijinkan mereka untuk berkunjung namun dengan dorongan kuat serta permohonan Lu Hairan akhirnya tetua menyerah dan mempersilahkan mereka melihat keadaan Yong Shu di ruang bawah tanah yang memiliki alur seperti labirin dengan nuansa putih yang mendominasi tempat tersebut. Mungkin jika tidak hapal jalur tersebut siapa pun yang memasuki nya akan kesulitan keluar. Yong Yan telah sampai pada ruangan penahan Yong Shu. Tampak Yong Shu kini dengan patuh menyalin apa yang di perintahkan oleh tetua.


Saat pintu di buka Yong Shu merasakan ada yang datang lalu menengok dan melihat bahwa itu ayah dan ibunya. Langsung Yong Shu berlari memeluk Lu Hairan sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


" Bu, aku takut di sini. Tolong aku bu, keluarkan aku dari sini. Tempat ini sungguh menakutkan bahkan rasanya seperti tempat pemakaman untuk ku."


" Jangan bicara seperti itu, kami akan usahakan untuk mengeluarkan mu. Untuk saat ini patuhlah dan bersabar." Lu Hairan berusaha membujuk Yong Shu.


" Apa yang membuat mu di hukum seperti ini, jika kesalahan mu kecil tidak mungkin sampai berakhir ditempat ini."


" Ayah aku di fitnah bahkan terus menerus di pojokan hingga aku terpaksa mengakui kesalahan yang tidak aku perbuat."


" Siapa orangnya katakan pada kami"


Seketika Lu Hairan marah dan tidak terima jika putrinya di perlakukan seperti ini. Yong Yan merasa ragu sejenak namun mendengar ucapan Yong Shu yang telah menjebaknya hingga harus dihukum seperti ini membuat Yong Yan marah. Wajahnya sudah merah dengan mata yang melotot bahkan urat-urat di wajahnya muncul. Yong Yan segera keluar dan mencari keberadaan Yong Lanmei.

__ADS_1


Di putarinya akademi tersebut hingga tampak oleh Yong Yan kini Yong Lanmei tengah duduk dengan tenang di depan asrama. Seketika langkah Yong Yan menjadi lebar agar cepat sampai di hadapan Yong Lanmei.


Setelah dekat tangan Yong Yan mencengkram kerah baju Yong Lanmei dan dengan kasar membalikkan tubuhnya. Tampak seketika oleh Yong Lanmei yang melihat wajah penuh amarah yang ditampilkan Yong Yan. Tanpa disangka tangan Yong Yan maju dan menampar wajah mulus Yong Lanmei. Kini tampak di pipinya tanda jejak tangan serta sudut bibirnya berdarah. Yong Lanmei seketika tertawa sinis mendapati perlakuan Yong Yan yang tidak pernah berubah. Sebelumnya Yong Lanmei masih percaya bahwa Yong Yan akan berubah setelah dibujuk oleh Yong Jun waktu lalu namun nyatanya lagi dan lagi Yong Yan menamparnya.


" Anak tidak berbudi, sudah berapa kali aku ingatkan jangan membuat ulah. Masih saja membuat onar, apa maksudmu memfitnah adikmu sendiri seperti itu. Apakah kamu sudah merasa hebat dan tidak menganggap ayah lagi sehingga kamu berani lancang."


" Siapa anda datang langsung menampar saya serta berbicara omong kosong tanpa bertanya kejadiannya terlebih dahulu. Oh iya saya lupa bahwa bagaimana pun saya tetap akan salah di mata anda tuan Yong yang terhormat?"


" Kamu.... anak kurang ajar.....sampai kapan kamu akan berubah dan menerima baik kehadiran adikmu serta ibumu heh....!"


" Jangan paksa saya untuk hal yang tidak akan pernah saya lakukan. Cukup sakit saat kehilangan ibu hingga hidup saya saja bagai neraka tanpa tuan sadari atau lebih tepatnya tidak peduli. Jadi berhentilah mengurusi hidup saya, urus saja kehidupan anda sendiri tuan." Yong Lanmei pergi dari hadapan Yong Yan sebab rasanya malas untuk berdebat dengannya. Semua yang Yong Lanmei lakukan akan tetap salah di mata Yong Yan. Bahkan jika Yong Lanmei adalah korban bisa saja berputar terbalik menjadi tersangka dimatanya.

__ADS_1


Yong Yan melihat kepergian Yong Lanmei langsung terkekeh sinis dengan kelakuan bodohnya yang terus berulang kali di lakukannya. " Bodoh sangat bodoh kenapa lagi dan lagi aku harus di hadapkan dengan keadaan seperti ini. Kapan aku bisa dekat dengan putri kecil ku serta kapan aku dapat melihatnya bermanja-manja kembali seperti dulu."


Lu Hairan yang melihat dari kejauhan tersenyum smirik bahkan tanpa dirinya memprovokasi Yong Yan sudah melakukannya sendiri. " Huh ternyata ramuan itu masih ampuh, siapa suruh kamu berani membuat putri ku menderita. Rasakan itu, bahwa ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama putrinya tempat berpulang untuk berkeluh kesah kini semakin jauh untuk kau gapai. Nikmati hidupmu yang di takdirkan selalu suram tanpa kasih seorang ayah!"


__ADS_2