DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
...... ....


__ADS_3

Entah bagaimana caranya kini semua bukti mengarah pada Yong Shu. Semua orang mencibir Yong Shu yang mana masih muda memiliki pemikiran licik serta tidak segan bermain nyawa. Entah bagaimana didikan nya yang di berikan orang tuanya, tidak takut sama sekali merusak reputasi keluarga jika ketahuan akan niat jahatnya di depan publik.


Yong Lanmei yang tahu bahwa semua ini di lakukan oleh Yong Shu dan terbukti dari pernyataan yang di berikan Yong Shu sendiri dengan alasan kebencian yang telah tumbuh sedari kecil. Atas dasar apa Yong Shu bertindak jauh seperti itu pada Yong Lanmei yang notabenenya sudah kehilangan kasih sayang sejak kecil di tambah kehilangan ibunya. Yong Shu tidak berharap lahir dari seorang selir yang di anggap rendah oleh orang luaran sana, walau kini ibunya sudah menjadi Nyonya rumah sekalipun jika ada yang membicarakan asal usul nya dengan membuka kebenaran masa lalu rasanya benci hingga mendarah daging. Apalagi saat ada yang memprovokasi membuka fakta lahir dari selir kalangan rendah hanya warga biasa.


Yong Lanmei yang tahu akan hal itu semakin meradang dibuatnya. Entah salah apa dirinya, jika dilahirkan dalam lingkup bangsawan adalah kesalahan maka dirinya akan meminta tidak dilahirkan di jaman ini. Yong Lanmei bergegas menuju area lapang yang di jadikan tempat eksekusi Yong Shu nantinya. Mendengar hanya akan dihukum pukul cambuk sebanyak dua puluh kali serta pengasingan tiga bulan lamanya membuat Yong Lanmei marah sebab hukumannya masih terlampau ringan.


Yong Lanmei langsung menerjang kerumunan mendekati Yong Shu yang sedang berlutut dengan wajah menyedihkan mengundang simpatik sekelilingnya. Yong Shu tidak dapat melawan sebab kekuatannya tengah di bekukan oleh tetua akademi serta di tekan hingga tidak mampu bergerak. Hanya dapat berlutut dengan gemetaran serta menjawab apapun pertanyaan yang di tunjukkan untuknya.


Yong Lanmei langsung saja maju tanpa menghiraukan peringatan para guru untuk menahan amarahnya. Para guru tahu bagaimana rasanya jika nyawa mereka diincar dan mendekati jurang kematian, pastinya akan marah atau langsung membunuh pelaku jika sudah tahu siapa orangnya.

__ADS_1


Yong Lanmei tidak memperdulikan suara-suara yang berkata untuk jangan gegabah atau menahan emosi. Suara dengungan tersebut jelas terdengar jelas di gendang telinganya. Kini Yong Lanmei tengah menggila walau belum sepenuhnya, psikisnya kembali bergolak hebat antara hilang sadar dan setengah sadar. Ingat dulu saat jiwa Lanmei tersesat di dunia antah berantah ini pada saat di dunia modernnya dulu sakit jiwanya belum sepenuhnya sembuh namun sudah ada hasil mendekati kesembuhan namun para manusia laknat itu terus menerus menekan mental Lanmei kembali hingga di titik terendah. Kini sakitnya kambuh walau belum seratus persen, Yong Lanmei menerjang maju dengan membabi buta langsung menampar, menjambak serta memaki Yong Shu hingga sedemikian rupa. Yong Shu yang tidak bisa melawan hanya dapat meringis kesakitan dibuatnya.


Yong Lanmei yang menggila seketika membuat sidang waktu itu kacau hingga para guru sibuk membubarkan para murid yang ada disana yang dari awal melihat jalannya sidang. Kini kondisi tidak kondusif bahkan Putra Mahkota saja tercengang dibuatnya. Dari tempatnya duduk, Putra Mahkota diam-diam mengumpulkan kekuatannya yang ditumpukan pada tangan dan diarahkan ke Yong Lanmei agar berhenti membuat keributan apalagi sampai menggila seperti itu. Belum sempat kekuatan itu menerjang Yong Lanmei sudah di hanguskan oleh Raja Ye yang datang secara tiba-tiba ketika mendengar Yong Lanmei membuat keributan. Raja Ye pada waktu itu sedang berbincang serius dengan pengawal pendampingnya agar segera menyelesaikan permasalah ini. Tidak disangka saat dirinya tiba di tempat terlihat Putra Mahkota yang siap menyerang Yong Lanmei bahkan sudah melepaskan kekuatannya kearah Yong Lanmei. Perlakuan Putra Mahkota membuat Raja Ye meradang hingga otot-otot pada dahinya menonjol saking marahnya. Terlihat disana Yong Lanmei dengan mata memerah serta kebrutalannya menghajar Yong Shu. Atensi Raja Ye kembali pada Putra Mahkota.


" Apa yang kau lakukan dengan menyerang tiba-tiba Yong Lanmei seperti itu hah, tindakanmu tidak lebih dari seorang pengecut. Beginikah sikap yang pantas di ambil oleh seorang Putra Mahkota penerus tahta kekaisaran ini. Sungguh tidak bermoral."


" Yang Mulia Raja Ye, aku....aku tidak ....tidak..." Putra mahkota gugup dibuatnya hingga berkata saja tidak lancar.


Setelah mengeluarkan ultimatumnya, Raja Ye bergegas menghampiri Yong Lanmei dan mengendongnya langsung tanpa ijin sang empunya. Yong Lanmei yang tiba-tiba di gendong seseorang langsung memberontak hingga memukul punggung Raja Ye dengan kuat. " Turunkan aku sialan, aku belum selesai memberi pelajaran padanya. Cepat turunkan?" Sambil terus memukul Raja Ye. Raja Ye tidak menghiraukan Yong Lanmei yang memberontak dalam gendongannya.

__ADS_1


Kini tampak suasana hening apalagi Putra Mahkota berdiri dengan linglung setelah di ancam Raja Ye secara terang-terangan di muka umum. Bukan hanya sekali Raja Ye melakukannya. Serta tidak jauh beda dengan Yong Shu yang tampak acak-acakan dengan rambut yang sudah kusut serta muka nya yang putih mulus kini tercetak jelas gambaran tangan hasil karya Yong Lanmei, membuat wajahnya membengkak seperti kepala babi. Yong Shu menahan geram di perlakukan sedemikian rupa. Walau begitu Yong Shu tidak introspeksi diri melainkan tambah benci terhadap Yong Lanmei.


Hukuman Yong Shu tetap berjalan namun ditunda beberapa hari mengingat penampilan gadis itu saat ini di tambah luka yang didapat dari kebrutalan Yong Lanmei. Semua guru tidak menyangka ada sisi lain pada diri Yong Lanmei.


Disisi lain, kediaman Yong tengah terjadi huru hara akibat dari Lu Hairan dan Shuilin. Setiap harinya tidak ada ketenangan didalamnya bahkan bersitegang terus menerus. Jika berpapasan satu sama lain akan tampak pandangan penuh percikan api, tidak ada yang mau mengalah satupun. Hingga puncaknya ketegangan itu membuat Shuilin terjebak Lu Hairan yang mana membuat Shuilin di benci Yong Yan bahkan dihukum hingga kehilangan kasih sayang dari Yong Yan. Shuilin juga di usir dari kediaman Yong oleh Yong Yan.


Lu Hairan yang melihat Shuilin di usir merasa senang sekali hingga berbisik " Akhirnya dia pergi juga sehingga sainganku berkurang hahahaha. Kamu memang jahat Lu Hairan!"


Shuilin sebelum pergi mendekati Lu Hairan dan berbisik." Jangan senang telah berhasil mengusir ku. Namun ingat tuan akan datang secara langsung kemari dan membunuhmu. Ingat kamu dan aku disini karena tuan tapi kamu menyalahi rencana tuan sehingga rencana ini hancur. Siap-siap dengan kemarahan tuan. Mungkin aku bisa langsung di bunuhnya, tapi itu lebih baik daripada disiksa hingga merasa mati tak mau hidup pun segan."

__ADS_1


Lu Hairan yang mendengarnya langsung mematung berdiri ditempatnya dengan kaki yang langsung melemas seketika dan hampir terjatuh untunglah pelayan sigap dan langsung memapahnya. " Sial kenapa aku lupa jika aku masih di kendalikan oleh orang itu. Shuilin keparat, andai dia mau di ajak kerja sama sedari awal mungkin tidak akan seperti ini pada akhirnya. Sial sial sial aku harus bagaimana ini." Lu Hairan tampak pucat karena ketakutan. Terbayang kejam nya orang itu yang tidak main-main.


__ADS_2