DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
Bab 16


__ADS_3

Sudah 3 hari lamanya Jenita menghilang tanpa kabar. Para karyawan nampak cemas menunggu kabar tentang bos mereka. Namun demikian toko masih beroperasi seperti sediakala seolah tak terjadi apapun. Andrian meminta Dira untuk tetap tenang dan membantu menjaga toko dengan baik. Dia yang awalnya ingin melaporkan menghilang nya Jenita kepada polisi mengurungkan niatnya setelah mendengar penuturan papanya. Hermawan mengatakan bahwa dirinya telah mengerahkan anak buah dan orang suruhannya untuk mencari keberadaan Jenita.


Menurutnya, jika sampai polisi terlihat hanya akan menambah masalah saja. Sementara Ayu bersorak senang dengan menghilangnya Jenita.


"Akhirnya hilang juga, dan semoga saja dia tak akan pernah kembali lagi." Serunya dalam hati seraya tersenyum senang.


Andrian yang belum juga menemukan titik terang akhirnya menghubungi Sinta. Wanita itu bahkan mengatakan akan datang ke kota S hari itu juga. Beberapa waktu sebelum dirinya kembali ke kota S. Andrian sempat bertemu dengan Sinta dalam sebuah rapat perusahaan. Saat itulah Sinta tanpa sadar mengungkapkan jati diri Jenita yang sebenarnya pada Chef tampan tersebut.


Tak ada respon terkejut yang berlebihan ditunjukkan oleh Andrian. Karena sejak beberapa waktu mengenal Jenita dirinya melihat banyak sekali yang berbeda dengan penampilan Jenita. Berawal dari gadis itu sering melepas kacamata super tebalnya ketika membuat adonan dan terkadang Andrian pun sempat melihat rambut Jenita yang berbeda. Dari segi model, dan itu menambah keyakinannya bahwa Jenita bukanlah pribadi yang sembarangan. Kecerdasan Jenita diatas rata-rata gadis kota pada umumnya. Pengetahuan nya sangat luas yang terkadang membuat Andrian berdecak penuh kekaguman.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Berita menghilang Jenita bahkan sampai ke telinga Alex. Lelaki yang merupakan tunangan Jenita secara tertulis tersebut bahkan sampai tersenyum sangat puas. Dia yang menyuruh beberapa orang anak buahnya untuk selalu memantau kegiatan Jenita merasa sangat beruntung.


"Akhirnya, tanpa aku harus turun tangan sendiri gadis jelek itu menghilang juga. Haaa... rasanya lega sekali. Dengan begini, jalanku untuk mendekati Claudia semakin terbuka lebar. Dan akan ku pastikan bahwa papa tak akan menolak pilihanku kali ini."


Senyum itu masih bertahan disana hingga mobil yang dikendarai Aldi membawa dirinya ke kantor. Tak ada yang membahagiakan hati Alex hari ini selain berita tentang menghilangnya Jenita. Gadis yang dianggapnya penghalang itu.


"Kamu tidak sedang sakit kan?" Aldi menatap aneh sahabat sekaligus bos nya itu melalui spion di depannya. Dia bergidik ngeri dengan kelakuan Alex yang senyum senyum sendiri sejak keluar dari apartemen nya.


"Ada berita yang membuatku bahagia dan rasa nya aku ingin berteriak saking senangnya."

__ADS_1


Aldi mengernyitkan dahi dengan jawaban Alex. Namun kemudian dia memilih diam dan kembali fokus dengan jalanan didepannya.


Hingga mobil memasuki pelataran kantor dan terparkir di tempat vvip. Senyum Alex masih mereka laksana bunga yang sudah disiram. Bahkan pemandangan itu sangatlah langka beberapa bulan terakhir. Alex yang berubah menjadi sedikit pemarah setelah mengetahui tentang perjodohan nya dengan Jenita tak lagi serama dulu. Namun pagi ini suasana hatinya benar-benar sangat baik sehingga Aldi hanya mampu menggeleng kan kepalanya. Dia bahkan belum mengetahui apa yang telah membuat bos nya sebahagian itu.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Suasana tenang dan bahagia pada Alex berubah menjadi tegang setelah menerima beberapa laporan yang dikirimkan oleh anak buahnya yang ditugaskan untuk mengawasi Claudia. Laporan yang diterimanya beberapa hari lalu tersebut belum sempat di bukanya. Dia sedang ada pekerjaan penting hingga melupakan nya.


Pada awalnya dia menduga bahwa laporan itu seperti laporan pada umumnya tentang kegiatan Claudia sehari-hari. Namun jantungnya dibuat berhenti berdetak ketika dengan tangan yang masih bergetar diraihnya ponsel dan segera menghubungi orang suruhannya di kota C yang dia tugaskan mengikuti Jenita.


Tadi pagi, Alex bahkan menghentikan pria tersebut melakukan laporannya ketika dirinya mendengar bahwa Jenita menghilang. Alex tak menganggap hal lainnya lebih penting dari pada berita tersebut. Namun kini berbeda, Alex benar-benar membutuhkan sebuah kebenaran yang lebih akurat mengenai laporan dan foto foto yang diterimanya.


Dia yang mendadak memutuskan untuk pulang ke apartemen membuat Aldi kembali memijit pelan pelipisnya. Bos sekaligus sahabatnya itu hanya sebentar saja berubahnya. Padahal tadi pagi sangat bersemangat namun siang sudah kembali menjadi Alex yang berbeda.


🍃🍃🍃🍃🍃


Dia yang selalu mencibir penampilan Jenita selama ini merasa sangat malu atas kebodohannya yang tak bisa menyadari persamaan antara Jenita dan Claudia. Ingin tak percaya namun dua lembar foto menjadi kenyataan yang menampar wajahnya. Foto Claudia yang sedang berpamitan dengan Lidia dengan berpenampilan sebagai Jenita. Juga foto ketika wanita itu keluar dari mobil yang dikendarai oleh Sinta yang dia tahu adalah sekertaris Claudia.


"Ahhh, bodo bodo. Kenapa aku tak menyadarinya." Teriaknya frustasi.


Ditengah kegalauan nya ponsel Alex berdering dan menampilkan nama seseorang yang sejak tadi ditunggunya.

__ADS_1


"Kemana saja kamu? kenapa baru menghubungiku?" Semprotnya tanpa basa basi.


"Maaf tuan, saya masih berada di tempat persembunyian."


"Kamu menemukannya?" Alex bangun dari posisi terbaringnya.


"Saya kehilangan jejak tuan. Tapi saya yakin mereka masih di sekitar sini. Tapi apa tuan ingin saya membiarkannya?" Lelaki itu sendiri bingung dengan perintah tuannya.


Dia yang tadi pagi berniat melaporkan apa yang menimpa Jenita malah di suruh untuk diam dan seolah tak mengetahui apapun. Namun setelahnya dia kembali di tugaskan untuk melacak keberadaan Jenita dan memberi laporan sedetail mungkin. Karuan saja hal itu membuatnya kalang kabut dan terpaksa menunda laporan hingga petang karena takut mendapat amukan Alex.


"Kirimkan semua yang kamu dapat dan cari sampai ketemu. Kirimkan juga posisimu sekarang karena aku akan kesana sekarang." Titahnya seraya menutup panggilan tanpa menunggu bawahannya menjawab.


Alex segera berlalu kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Malam ini juga dia akan berangkat ke kota C demi mencari keberadaan Jenita.


"Kenapa kamu tak memberitahu ku bahwa itu dirimu Claudia. Andai kamu memberitahu ku semua tak akan menjadi begini." Ucapnya sambil mengusap wajahnya kasar.


Rasa sesak yang dirasakannya sejak siang tadi bertambah terasa kali ini. Laporan bawahannya yang mengatakan bahwa mereka kehilangan jejak orang-orang yang membawa Jenita membuatnya frustasi. Duanianya seolah berputar 180 derajat penuh dengan penyesalan.


Alex yang memiliki kekaguman pada sosok Claudia benar-benar jatuh cinta pada gadis tersebut dikala dirinya menghadiri sebuah acara dimana Jenita hadir sebagai pembicara. Segala ucapan lugas yang keluar dari bibirnya membuatnya terkesima. Sejak saat itulah dirinya seperti orang yang hilang kendali dan keluar dari kebiasaannya sebagai playboy. Tak ada lagi keluyuran ke club malam ataupun pulang dalam keadaan mabuk.


Claudia benar-benar membuat dunia Alex berubah.

__ADS_1


"Tunggu aku!! aku akan mencarimu!! Bertahanlah Claudia, ah Jen. Ish" Ucapnya parau.


__ADS_2