
"Apa yang terjadi ?"
Yong Lanmei yang sedang dalam masa pemulihan secara rumah tertutup, tampak tercengang dengan kejadian yang berada di depan matanya. Yong Lanmei belum tahu apa-apa bahkan para anak buah bayangan nya yang ditugaskan untuk mengawasi beberapa orang pun belum ada membawa kabar apapun. Tapi dengan cepat suasana berubah jadi mengerikan seperti badai yang datang mengguncang di saat ketenangan dalam dunia yang damai namun semua hanya penuh kepura-puraan semata.
Yong Lanmei segera bertanya pada salah satu murid yang sedang tergesa-gesa berjalan hilir mudik membawa para murid yang terluka.
" Hei berhenti?"
" Ada apa?" ( murid tersebut yang akan berjalan menghampiri mereka segera berhenti saat Yong Lanmei menghadang nya.)
" Apa yang terjadi dengan mereka semua?"
" Darimana saja kamu, bahkan seisi akademi heboh dengan kejadian ini namun kamu tidak tahu sendiri. Ck ck ck, sulit di percaya?"
" Apa maksudmu, aku sungguh-sungguh tidak tahu sama sekali. Saat kejadian aku masih memulihkan tenaga ku sendiri saat ini."
" Oh rupanya yang di maksud murid baru yang tempo lalu hilang di hutan larangan itu kamu. Pantas saja muka mu asing."
" Iya benar. Lalu apa yang sebenarnya telah terjadi ?"
" Ceritanya panjang namun aku singkat jadi begini akademi telah di serang oleh sekelompok orang yang entah datang nya darimana dengan niat membunuh yang kental. Lalu terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat bahkan ledakan kecil maupun besar telah membuat akademi ini kacau. Semua murid yang berhasil menghindar sekarang berkumpul di ruang tetua akademi. Untuk para korban ini akan di bawa ke balai pengobatan yang berada di sayap kiri akademi ini. Disana sudah ada banyak tabib yang datang mengobati mereka."
" Baik mengerti."
" Sebaiknya kamu juga segera pergi ke ruang tetua saja. Kamu perempuan mana masih lemah lagi. Daripada menjadi beban lebih baik sadar diri saja. Bergegaslah!"
__ADS_1
Murid tersebut segera pergi meninggalkan Yong Lanmei yang masih diam pada tempatnya. Tidak ada tanda dirinya akan pergi. Matanya awas menatap sekeliling dengan berbagai pertanyaan memenuhi ruang otaknya.
" Apakah ini semua masih berhubungan satu sama lain?"
Yong Lanmei segera pergi keruang tetua daripada berdiri seorang diri tidak jelas seperti orang hilang lebih baik mencari tahu. Bisa jadi dirinya disana akan banyak mendapat informasi yang berguna.
Saat Yong Lanmei mulai menginjakkan kaki di ruang tetua lebih tepatnya di rumah sih dalam mengucapkan tempat lebih enak juga di dengar, Yong Lanmei melihat pelataran yang luas di huni ribuan murid jadi serasa lautan manusia yang di kumpulkan menjadi satu di sebuah hamparan luas. Yong Lanmei juga mendengar suara sumbang mereka yang membicarakan kejadian demi kejadian di akademi. Hampir semua membicarakan ini.
" Apakah hanya aku saja yang tertinggal berita?" Yong Lanmei menghela nafas panjang.
Yong Lanmei kembali memasang telinga, belum sempat dirinya menggerutu kini telinganya menangkap pembicaraan yang membuat Yong Lanmei terkejut saking terkejutnya Yong Lanmei memasang wajah konyol dengan dagu yang hampir terjatuh.
" Apaaaa, ini tidak mungkin ?"
" Bagaimana bisa Yong Shu di bebaskan oleh para pembuat onar itu?"
" Tapi jika hanya kebetulan rasanya janggal sebab rencana mereka seperti telah tersusun rapi sebelumnya?"
" Bahkan para guru saja tidak ada yang tahu motif di balik serangan ini?"
" Tunggu, jika serangan ini untuk sekedar mengacau kenapa banyak menimbulkan korban jiwa lalu labirin yang di buat sedemikian rumit bisa dengan mudah di masuki orang asing?"
" Apa namanya ini?"
" Atau jangan-jangan di akademi ini ada mata-mata tapi kenapa sulit melacak mata-mata tersebut jika memang ada?"
__ADS_1
Yong Lanmei sibuk dengan pemikirannya sendiri. Tiba-tiba di kejutkan oleh teriakan yang di ikuti jerit ketakutan dari kerumunan para perempuan bangsawan yang kini terlihat wajah pucat mereka.
" Tidak, disini ada mayat. Seseorang tolong?"
Banyak suara gaduh yang datang dan tenggelam karena teriakan minta tolong di ikuti jerit histeris perempuan manja yang hanya tahunya duduk sembari menikmati teh.
Yong Lanmei yang penasaran segera mendekat dan melihat lebih jelas siapa yang tewas. Namun ada yang aneh, ini kasus bukan bunuh diri tetapi lebih tepatnya di bunuh oleh seseorang.
Yong Lanmei yang menyadari segera mengedarkan mata mencari orang yang memiliki gerak gerik mencurigakan. Namun hasil nya nihil, semua orang terlihat normal.
Dari kejauhan sosok wanita dengan pakaian serba hitam serta tudung hitamnya tampak menyeringai.
" Gadis yang menarik namun sayangnya kamu harus mati di tangan ku. Guna membayar tetes darah yang telah ayah mu tumpahkan."
Sedang di sisi lain nona Chen tertegun saat mendapati kabar bahwa mata-mata yang telah di tempatkan nya telah tewas sebelum anak buahnya turun tangan.
" Kejutan yang menarik. Ternyata bukan hanya aku saja yang memiliki dendam kesumat namun banyak di luar sana yang memasang topeng pada wajahnya dalam waktu yang lama mungkin saja lebih lama dari aku sendiri?"
" Jika mereka tidak mengganggu rencana ku maka aku juga tidak akan ambil pusing tetapi jika mereka merugikan aku tentu saja nyawa mereka tidak aman."
" Aku harus lebih waspada mulai saat ini sebab jika sampai meninggalkan celah maka mereka akan menggunakan ku sebagai tersangka walau kenyataannya memang demikian tapi aku tidak sudi menjadi umpan mereka."
Nona Chen segera menyusun banyak rencana untuk masa depan sebabnya dirinya saat ini memilih diam dahulu seperti air yang tenang namun akan membawa bencana jika tiba waktunya.
" Sepertinya pergerakan ku cukup sekian dahulu sebelum membawakan mereka kembali dengan kejutan lebih mendebarkan."
__ADS_1
" Saat ini aku akan menikmati panggung yang di bawakan mereka. Akan kah tontonan mereka melihat mengasyikan daripada yang telah aku lakukan "
" Rasanya tidak sabar menikmati hari suram mu Yong Yan."