DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
...... .....


__ADS_3

Yong Lanmei segera di persilahkan istirahat terlebih dahulu oleh para guru setelah mendengar teriakan Rourou.


" Lanmei sebaiknya istirahat terlebih dahulu, maaf kami tidak memperhatikan keadaan sehingga Lanmei langsung terlibat tanpa memperdulikan keadaanmu yang mungkin masih lelah setelah melakukan perjalanan kemari." salah satu guru berinisiatif mengantar Yong Lanmei.


" Baiklah, silahkan lanjutkan lagi kegiatan yang tertunda. Nanti setelah cukup istirahat baru saya akan bergabung."


" Sialan sekali, kenapa harus kembali sih dan tidak mati saja saat itu. Huh menyebalkan, gagal lagi rencana ku. Mana seperti Lanmei mencurigai ku lagi....harus bagaimana ini....?" Yong Shu menggerutu dalam hati.


Suasana kembali kasak kusuk dengan banyaknya bisikan-bisikan yang tidak sengaja terdengar Yong Shu. Saat namanya disebut-sebut dalam percakapan mereka, membuat Yong Shu mengepalkan tangannya hingga kukunya menusuk kulitnya yang tampak putih pucat mengeluarkan darah akibat saling kesalnya.


Para sahabat Yong Lanmei sengaja mengikuti arah perginya Yong Lanmei untuk memastikan keadaan Yong Lanmei. Mereka masih khawatir dengan keadaan Yong Lanmei. Sedangkan Raja Ye sendiri kini tengah berbincang dengan para guru yang sebelumnya berbicara kepada Yong Lanmei akan segera menyusulnya nanti. Raja Ye tampak datar dan dingin membuat udara sekitar seakan membeku dengan aura yang di keluarkan Raja Ye. Semua orang termasuk para guru tanpa sadar menggigil kedinginan. Raja Ye sendiri tampak acuh dengan keadaan sekitarnya yang sedang menatap dirinya bagai dewa maut yang akan membawa roh mereka pergi ke alam baka.


Semua penyelidikan yang dilakukan masih menemukan jalan buntu, walau ada yang di curigai namun dirinya pandai berkelit sehingga tidak dapat mendesaknya lagi. Apalagi Putra Mahkota tampak membela Yong Shu yang membuat para guru tidak mampu memaksakan lagi argumen mereka, hanya dapat menelan kembali kata-kata yang telah sampai di tenggorokannya. Jika masih saja kekeh menuduh Yong Shu tanpa bukti yang akurat maka Yang Mulia Putra Mahkota tidak segan akan menindaklanjuti mereka semua tanpa pandang bulu. Raja Ye yang melihat sikap Putra Mahkota berdecih jijik dan tidak menyangka hanya karena seorang gadis yang tidak tahu malu serta memiliki muka tebal seperti Yong Shu di belanya hingga sedemikian rupa. Tanpa sadar Raja Ye sendiri sudah posesif kepada Yong Lanmei namun melihat Putra Mahkota seperti itu merasa geli sendiri, sungguh aneh Raja Ye ini.


" Yang Mulia Putra Mahkota, semua orang patut di curigai termasuk anda sendiri. Ya walau tanpa memiliki motif bisa saja melakukan sesuatu hal yang berlawanan dengan kenyataan. Jadi bersikaplah bijak dalam menangani sesuatu, hanya karena perasaan sehingga anda melupakan dasar dalam melakukan pemecahan sebuah kasus." Raja Ye berbicara kepada Putra Mahkota secara gamblang tanpa harus bertele-tele yang menurutnya ribet dan tidak efisien.

__ADS_1


" Yang Mulia Raja Ye, walau aku juga termasuk dalam kategori tersangka namun tidak semestinya harus mencerca kalimat pedas lagi sarkatis terus menerus yang memojokkan Yong Shu sedemikian rupa. Hanya karena Yong Shu yang sering terlibat masalah terhadap Yong Lanmei. Bukankah begitu?"


" Yang Mulia Putra Mahkota, bersikaplah seperti calon pemimpin yang dewasa lagi mengayomi rakyatnya. Jangan karena perasaan keputusan yang kau ambil terpengaruh hingga membuat sesuatu hal tambah runyam di kemudian hari." Raja Ye masih bersabar dengan kelakuan Putra Mahkota yang rasanya seperti orang linglung tanpa pendirian ketika melihat Yong Shu yang notabene nya wanita cantik menangis menyedihkan didepannya sehingga rasa empati muncul namun itu adalah sebuah kesalahan.


" Yang Mulia Raja Ye, jika kamu dalam posisi ku saat ini apa yang akan kau ambil. Jadi bersikaplah rasional jangan hanya menuduhku lalu dengan kekuasaan mu saat ini menekan orang lain hingga mental nya hampir jatuh. Dimana rasa kemanusiaan mu Yang Mulia."


" Jangan tanyakan tentang rasa kemanusiaan jika kamu sudah berada dalam ujung maut yang kapan saja akan mati ditangan seseorang yang telah kau anggap orang terdekat mu. Mungkin hanya bukti sedikit yang di miliki kami sehingga belum bisa di katakan akurat namun tolong bantuan kerjasamanya sehingga dapat menemukan pelaku sesungguhnya. Bukankah kalian semua dalam interogasi pertanyaan yang di ajukan sama saja dengan sikap tegas kami. Lalu dimana letak memojokkan yang anda maksudkan Yang Mulia Putra Mahkota."


" Ku akui jika berdebat dengan Yang Mulia Raja Ye aku akan selalu kalah. Tapi lihatlah mental Yong Shu ditekan dari berbagai arah tanpa ada yang membela lalu bagaimana perasaan kalian, tidak adakah rasa empati sedikit saja. Setidaknya jangan lakukan interogasi yang melebihi batas seperti itu."


" Sebenarnya aku heran, bukti belum cukup tapi terus menerus menohok kalimat yang diutarakan kalian. Seolah-olah memang benar Yong Shu adalah dalang di balik kejadian ini."


" Yang Mulia Putra Mahkota cukup jangan bela saya lagi, takutnya reputasi anda semakin buruk di mata masyarakat luar sana jika berita ini nanti nya akan meledak keluar. Saya akan bertanggung jawab jika memang saya pelakunya namun jika bukan maka kalian semua harus meminta maaf di depan umum seperti kalian saat ini mempermalukan ku di depan umum." Yong Shu mengeluarkan air mata penuh kepalsuannya. Wajahnya tampak merah menahan amarah namun yang terlihat adalah ekspresi kesedihan yang seolah-olah dirinya sedang di intimidasi.


Semua orang yang melihat perselisihan antara Putra Mahkota dan Raja Ye tampak diam saja takut salah bicara. Mereka jelas membela gadis yang di sukainya dengan sekuat tenaga tanpa malu berdebat di depan umum. Para gadis diam-diam merasa iri terhadap Yong Lanmei yang di perlakukan bak ratu oleh Raja Ye. Juga Yong Shu yang di bela Putra Mahkota mati-matian yang mengenyahkan reputasinya sebagai calon pimpinan masa depan.

__ADS_1


Yong Lanmei sendiri saat ini tengah istirahat sambil berpikir bagaimana caranya menarik Yong Shu agar menunjukkan sikap aslinya. Selama yang dikenal Yong Lanmei, tidak pernah Yong Shu menunjukkan sikap aslinya yang ganas lagi keji. Sangat sulit membuat Yong Shu membuka kedoknya yang asli bahkan Yong Shu selalu memasang wajah polos serta menyedihkan terus menerus. Tidak ada yang menyangka di balik sikapnya yang lemah lembut terselip hati yang hitam bagai iblis.


Yong Lanmei terlihat termenung hingga tanpa sadar para sahabatnya sedang memperhatikan dirinya.


" Lanmei akhir-akhir ini kau sering melamun, ada apa?" Lin Shea bertanya pada Yong Lanmei


" Tidak apa hanya sedang kepikiran kucing liar peliharaan tetangga apa kabarnya?"


" Kau melawak tapi gak lucu?" Rourou memasang wajah cemberut.


" Lagian kalian ini kenapa banyak tanya, tidak lihatkah Lanmei sedang lelah tapi mulut kalian sangat ceriwis." Pan Li berbicara dengan nada menye-menye.


" Kau pria tapi suka sekali ya cari gara-gara. Rubah saja dirimu menjadi perempuan!" Rourou tidak suka melihat gerak gerik bibir Pan Li yang menye-menye seolah mengejeknya.


" Sudah jangan bertengkar, ayo keluar biarkan Lanmei istirahat." Pan An tidak kuat mendengar celoteh mereka.

__ADS_1


__ADS_2