
Ketika selesai menyantap makan siang orangtuanya pun kembali bekerja ke ladang mereka.
Di tengah kesibukannya mereka juga sedang memikirkan siapa yang kira kira bisa mereka percaya menjadi teman putri tunggalnya.
Tak mereka sangka pada saat itu datang seorang anak laki laki kecil yang berjalan menuju ladang tempat mereka bekerja di dampingi kedua orangtuanya. Anak laki laki itu membawa boneka beruang kutub di pelukannya dan kedua orang tuanya membawa parcel buah di tangan mereka.
Orang tua gadis itu pun segera memberhentikan pekerjaan mereka sembari menghampiri dan mengajak keluarga anak laki laki tersebut untuk datang kerumah mereka. Sesampainya di rumah, mereka menyuguhkan tempat duduk dan santapan ringan di ruang tamu.
Ibu gadis itu pun memanggil putrinya ke halaman belakang rumahnya yang menjadi kebun buah dan bunga sekaligus tempat bermain putrinya.
__ADS_1
Sesampainnya di ruang tamu, mata gadis kecil itu langsung berkaca kaca, mukanya memerah dan perlahan air matanya pun mengalir melintasi pipinya hingga jatuh ke lantai bagaikan setetes air hujan yang turun dari langit sebagai pertanda datangnya hujan yang kemudian di susul dengan setetes demi setetes air matanya yang mengartikan emosi kesediham dari gadis kecil itu sedang memuncak. Dia berlari dan bersembunyi di belakang tubuh ayahnya dengan memeluk kaki kanan ayah nya dari belakang yang sekiranya cukup untuk menyembunyikan dirinya dari anak laki laki itu dan keluarganya.
Orang tua dari gadis kecil tersebut pun bingung ,
"Mengapa gadis kecil mereka menangis dan takut hingga bersembunyi di belakang kaki ayahnya?" .
Namun karena telah melihat reaksi gadis kecil tersebut ibu dari anak laki laki itu pun angkat bicara,
Orang tua gadis itu pun terkejut mendengarnya karena selama ini gadis kecilnya tidak pernah berbicara mengenai prihal dia telah di jahili oleh anak laki laki. Karena telah melihat ketulusan dari keluarga dan anak laki laki tersebut maka langkah pertama dari orang tua gadis itu mereka pun menerima hadiah yang di berikan oleh keluarga anak laki laki itu, yang kedua membujuk dan mengajari gadis kecilnya untuk memaafkan dan menerima permintaan maaf dari laki laki itu dan menjadi temannya.
__ADS_1
" Kemudian langkah ketiga nanti saja setelah tamu ini pergi terlebih dahulu karena merasa tidak enak terhadap tamu jika di sampaikan di hadapan tamu." Ucap ayah gadis kecil di dalam hati.
Dengan bujukan manis dari ayahnya gadis kecil tersebut pun mulai tenang dan mau mendengarkan saran dari kedua orang tuanya. Kembali meminta maaf pada keluarga dan anak laki laki itu karena emosinya yang tiba tiba pecah seketika melihat anak laki laki itu berada di rumahnya. Lalu menerima permintaan maaf serta boneka yang di berikan sebagai lambang ketulusan dalam meminta maaf. Namun untuk menjadi teman,.......
Penasarankan apakah gadis kecil akan mau menjadi menjadi teman pertama anak laki laki itu di lingkungan barunya?
Ikutin terus eps lanjutannya
sampai bertemu di eps selanjutnya
__ADS_1
Penulis $D$