DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
Bab 40


__ADS_3

Andrian menatap ponselnya untuk beberapa saat. Beberapa waktu lalu Alex menghubunginya dan meminta dirinya kembali ke kota C. Tak ada yang membuat lelaki galak tersebut menghubunginya jika tak berkaitan dengan Jenita. Andrian sadar akan kecemburuan yang sering Alex perlihatkan padanya ketika sedang berinteraksi dengan Jenita.


Tak ingin membuat segalanya semakin rumit. Andrian memilih menjauh dan menjadi bagian terkecil untuk mereka. Menjadi teman mungkin akan lebih baik dibandingkan dirinya mendapatkan masalah dikemudian harinya. Andrian sangat tahu siapa Alex dan bagaimana sepak terjangnya selama ini.


Nama besar yang di sandang lelaki tersebut tak main main. Julukan pembisnis muda penuh talenta sudah terbukti kebenarannya dengan kesuksesan yang diraihnya dalam semua jenis usaha yang dia kelola. Alex juga terkenal galak, ambisius dan berdarah dingin. Dirinya tak segan membuat lawannya mengalami kerugian yang sangat fatal bahkan sampai bangkrut jika mereka berani mengusiknya.


Cinta dan kasih sayang Alex pada Jenita terlihat jelas dimatanya. Bahkan perlakuannya pun berbeda dibanding perlakuannya pada orang lain. Dan Andrian sangat tahu itu.


Hembusan nafas pelan terdengar, tak dapat dipungkiri bahwa jauh didalam hatinya menyimpan secerca rasa untuk Jenita. Kebersamaan dengan gadis tersebut perlahan mengukir sebuah kisah yang tak ingin Andrian buang. Namun dirinya sadar, jika hal itu tak akan lagi sama ketik kehadiran Alex yang mengaku sebagai tunangannya tak pernah Jenita tepis. Dan kebersamaan keduanya saat ini semakin membuktikan bahwa hubungan mereka adalah benar adanya.


Andrian tak ingin menjadi pengrusak diantara mereka. Diapun tak akan mampu menahan gejolak hatinya yang sedikit terluka. Andrian butuh menenangkan hatinya untuk beberapa waktu, hingga dirinya bersyukur atas keputusan papanya yang meminta dirinya kembali sementara waktu. Hal itu dirasa dapat membantu Andrian dalam menata kembali hatinya.


Namun kini, sebagai sahabat baik dirinya tak mungkin menolak ketika sedang dibutuhkan. Andrian tak akan seegois itu untuk melakukannya. Meskipun belum sepenuhnya pulih namun Andrian yakin akan mampu menepis segala rasanya.

__ADS_1


"Heyy.. kenapa melamun begitu? ada masalah?"


Sita mendudukkan dirinya tepat di depan chef tampan tersebut. Gadis itu memang tak mengetahui apapun tentang apa yang dialami Andrian. Namun bukan berarti dirinya tak mengetahui perasaan lelaki tampan tersebut kepada sahabat baiknya itu.


"Alex menghubungi ku. Dia memintaku untuk datang ke kota C. Dia juga bilang membutuhkan sedikit bantuanku namun tak menjelaskan secara detail."


"Pasti ada hubungannya dengan Clau." Sita menatap lurus ke depan. Wajah manisnya nampak menyiratkan kekhawatiran yang mendalam. Dia yang sedikit banyak mengetahui masalah yang tengah dihadapi boss cantiknya tersebut merasa iba. Claudia yang dihadapan orang nampak tegar, kuat, pintar dan berambisi ternyata mempunyai sisi rapuh didalamnya. Dalam senyum yang selalu terhias di bibir manisnya itu, Claudia menyimpan semua lukanya.


"Aku pun merasa demikian. Aku harap ini finalnya. Aku ingin mereka tenang dan menjalani kehidupan mereka dengan baik tanpa ada masalah yang berarti." Andrian berucap disela hembusan nafas beratnya yang dijawab anggukan kepala oleh Sinta.


"Lusa, besok aku masih harus menyiapkan segala sesuatunya. Tak mungkin aku bisa pergi begitu saja. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan, aku harap waktunya cukup untukku menyelesaikannya."


"Jika memerlukan bantuanku jangan sungkan ya. Aku bisa membantumu." Sinta tersenyum.

__ADS_1


"Tentu." Andrian ikut mengembangkan senyumnya. "Aku tak membutuhkan bantuan apapun selain bantuan untuk bisa melepaskan rasa dalam hatiku ini." Lanjutnya dalam hati.


*


*


*


Alex merubah segala strateginya. Walau belum bisa membuktikan semuanya entah mengapa dirinya sangat yakin bahwa Hermawan berada di balik semua peristiwa yang menimpa keluarga Jenita.


Oleh karenanya, Alex meminta semua anak buahnya untuk berkumpul. Mereka akan melakukan rapat tertutup dan memulai misi secara terus menerus. Tak hanya Andrian, Alex bahkan meminta Aldi untuk datang membantunya kali ini.


Kuncoro yang mengetahui rencana putranya mendukung penuh segala keputusan yang diambil Alex. Sementara Lidia masih aman di didalam pengawasannya. Istri sahabatnya tersebut bahkan masih tinggal dikediaman Kuncoro. Dia yang seolah menjalani hukuman kurungan rumah merasa biasa saja. Sejak memutuskan untuk pergi dari rumah suaminya dulu, Lidia memang menghilang dari dunia luar. Dia lebih memilih untuk berdiam di kediaman sang ayah dan melakukan kegiatan didalamnya tanpa berminat untuk sekedar bersenang-senang di luar.

__ADS_1


Anto kali ini menawarkan diri untuk terlibat lebih dalam. Pemuda itu benar-benar ingin menebus kesalahannya kepada Jenita. Masih terngiang jelas dalam ingatannya, bagaimana wanita cantik tersebut menagis dan tersenyum walau dalam keadaan yang terikat. Anto beberapa kali melepaskan ikatannya karena tak tega. Bahkan tak jarang di sepuluh hari penyekapan Jenita, Anto menyuapi gadis tersebut makan. Dia juga yang membujuk Jenita yang kala itu berputus asa.


Kali ini, baik Aldi maupun Alex sendiri akan terang-terangan hadir. Beberapa waktu ini Alex lebih memilih berada di balik layar, namun kali ini dirinya akan benar-benar berada di samping wanitanya.


__ADS_2