DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
...... .....


__ADS_3

Perjalanan Yong Lanmei semakin panjang dan sulit setelah mendengar dari pengawal bayangan yang dikirimkan untuk mengawasi kediaman Yong serta Lu Hairan. Yong Lanmei tidak menyangka secepat itu pergerakan Lu Hairan untuk menyingkirkan Shuilin dan sekarang muncul wanita asing lagi masuk ke kediaman Yong. Yong Lanmei merasa pusing hingga ingin rasanya membunuh Yong Yan yang mudah sekali di goda. Yong Lanmei tidak peduli lagi hubungan darah yang mengalir dalam tubuhnya. Yong Lanmei merasa waktu semakin panjang maupun tidak singkat untuk menjalani kehidupannya saat ini. Entah bagaimana misi balas dendamnya jika harus terus menerus berganti orang yang mana sulit sekali ditebak isi hatinya. Yang mana benar-benar tulus atau hanya memiliki niat tersembunyi.


Yong Lanmei merasa aneh dengan kemunculan wanita yang bernama nona Chen itu, disaat Shuilin pergi tapi secara kebetulan nona Chen datang masuk ke kediaman Yong. Bahkan saat Shuilin dulu masuk ke kediaman Yong, Yong Lanmei sudah curiga dengan niatnya. Namun sayangnya tidak memiliki bukti apapun. Yong Lanmei yang berada di akademi merasa hampir mati berdiri tatkala mendengar informasi yang mengejutkan. Para pengawal bayangan berhasil mendengar ucapan nona Chen yang di sampaikan untuk Lu Hairan. Yong Lanmei dapat menyimpulkan bahwa sesuatu hal terjadi di masa lalu. Namun, masa lalu seperti apa yang membuat nona Chen menyamar dan masuk bahkan membawa para anteknya terlebih dahulu menyelinap tanpa ada yang curiga.


Yong Lanmei merasa nona Chen sangat hati-hati dalam bertindak bahkan jika di rasa ada kekuatan yang sengaja di sembunyikan nona Chen agar orang yang menilainya tertipu dengan penampilan lemah lembutnya.


Yong Lanmei segera mengirim surat kepada Yong Jun untuk mengungsikan neneknya secepat mungkin. Perasaan Yong Lanmei mengatakan bahwa guru huru hara tidak akan lama lagi terjadi di kediaman Yong. Yong Lanmei tidak mau nenek nya serta kakaknya terluka. Selama dirinya di akademi, langkahnya terbatas dan sulit menemukan alasan baginya meninggalkan akademi sekedar berkunjung pulang ke kediaman.


Saat surat sampai pada Yong Jun, dirinya mengernyit heran bahkan bingung dengan maksud pesan tersembunyi yang di tulis adiknya itu. Mengatakan bahwa " bawa nenek pergi ke kuil untuk berdoa, hindari panas yang siap menerpa dalam menghalangi jalan menuju kedamaian. Saat tunas kebencian muncul menjadi sebuah ancaman, tinggalkan tempat hilangkan jejak."


Pesan singkat tersebut membuat dada Yong Jun berdebar tidak karuan bahkan bertalu-talu dengan hebatnya, seketika merasakan bencana sedang mengintai keluarganya. Segera di hancurkan surat tersebut hingga tak terbentuk lagi, guna menghindari sesuatu hal yang lebih rumit lagi nantinya.


Yong Jun sedang berpikir untuk alasan apa sebaiknya membawa sang nenek keluar dari kediaman. Hanya ada satu yang saat ini dalam pikirannya.

__ADS_1


Yong Jun segera mencari sang nenek, setelah memberi salam dan berbasa-basi sebentar. Kini dirinya menarik nafas dalam-dalam sebelum membahas inti dari percakapannya kali ini.


" Nek, akhir-akhir ini aku merasa kurang nyaman. Bagaimana jika nenek menemani ku berkunjung ke kuil untuk berdoa. Siapa tahu bertemu dengan keberuntungan sehingga dapat mengetahui apa yang menjadi pikiran ini kacau!"


" Baiklah kalau begitu bersiap, oh ya sekalian ajak ibu mu ikut serta!"


" Nek, kita berangkat berdua saja ya, ibu pasti sibuk mengurus rumah. Saat ini rumah sedang ada tamu. Jika ibu ikut serta, lalu siapa yang akan menemani tamu tersebut."


" Tamu ( mengernyit heran) tidak ada yang memberitahukan bahwa kita kedatangan tamu hari ini."


" Seorang wanita, kenapa tidak memberitahukan kepada nenek terlebih dahulu. Apa kata orang jika ada yang menyebar rumor tidak baik dengan kedatangan orang asing yang tidak memiliki hubungan darah. Rasanya nenek ini sudah tidak di anggap sesepuh di rumah ini lagi."


" Nenek jangan marah lagi, demi kesehatan nenek bagaimana jika menginap di kuil untuk memenangkan pikiran nenek?"

__ADS_1


" Berterus terang saja jangan banyak bertele-tele, nenek dapat melihat kecemasan dari sorot matamu itu. Katakan yang sebenarnya?"


" Sebenarnya ini juga atas saran Lanmei untuk membawa nenek ke tempat ibadah beberapa hari guna menghindari masalah yang akan datang sebentar lagi. Lanmei menghawatirkan kondisi nenek, juga tidak ingin nenek semakin tertekan."


" Anak itu ada-ada saja, selalu mengkhawatirkan orang lain namun keselamatan dirinya sendiri di acuhkan!"


" Nek, aku mohon demi Lanmei jangan sampai ada yang tahu semua ini sebab masih praduga sementara yang belum tentu kebenarannya."


" Nenek paham, tenang saja. Siapkan saja keperluan yang dibutuhkan. Masalah pergi ke sana biar nenek yang bicara dengan Yong Yan. Pasti Yong Yan akan mengerti."


" Baik nek."


Yong Mei dan Yong Jun merasa cemas akan keadaan yang semakin kacau tidak terduga. Kehadiran hingga kepergian Shuilin saja merasa ada yang aneh, Yong Shu di akademi sedang dalam masalah besar kini kedatangan wanita asing lagi. Entah apalagi yang akan di bawa wanita asing tersebut ke dalam kediaman Yong ini. Yong Mei merasa semakin pusing dan seakan umurnya bertambah sepuluh tahun lebih tua dari umur aslinya.

__ADS_1


Yong Lanmei mengirim surat guna membuat sang nenek terhindar dari masalah yang semakin menekan hatinya hingga jantung sang nenek tidak aman pada tempatnya. Yong Lanmei tidak mau masalah tersebut membawa sang nenek masuk ke dalam konspirasi seseorang untuk menghancurkan kediaman Yong menggunakan neneknya.


__ADS_2