DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
.... ....


__ADS_3

Raja Ye tanpa diminta pun telah mengumpulkan berbagai informasi yang didapat setelah benang merah yang menutupi misteri kini perlahan terungkap. Raja Ye sudah tau bahwa dalang selama ini atas kejadian yang menimpa Yong Lanmei adalah ulah Nona Chen yang mendapat julukan orang itu karena memang sangat sulit mencari tahu identitas nya. Bahkan sampai saat ini masih dalam penyelidikan.


Sedikit informasi yang di dapat Raja Ye adalah bahwa nona Chen adalah seorang yatim piatu dengan latar keluarga bangsawan pada masanya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa ayah nona Chen adalah pejabat kekaisaran yang di hormati karena jasanya pada negri ini. Hingga kematian orang tua nona Chen pun tidak ada yang tahu pasti kapan waktunya. Raja Ye terus menyambungkan kejadian demi kejadian hingga benang merah yang terselubung di dalam nya mulai terbaca.


Raja Ye kini paham bahwa kebencian nona Chen di dasari atas dendam. Dendam tersebut adalah kematian ayahnya yang mana bahkan ibu nya mulai depresi berat hingga memutuskan untuk bunuh diri. Nona Chen bahkan menyamarkan nama nya dan mulai tumbuh menjadi gadis yang diselimuti aura gelap bahkan sadis pada siapapun tanpa pandang bulu. Nona Chen yang manis telah berubah menjadi kejam seiring waktu dengan meningkatnya kekuatan pada dirinya membuat api dendam itu semakin berkobar dalam aliran darahnya hingga setiap langkahnya akan tercetak jelas rasa kepahitan yang nyata.


Raja Ye tampak berpikir, lalu memutuskan untuk memberitahukan hal ini pada Yong Lanmei. Untuk langkah selanjutnya akan ditentukan oleh Yong Lanmei sendiri. Namun begitu Raja Ye tidak akan lepas tangan mengingat kekuatan diantara mereka yang jauh dari kata seimbang. Yong Lanmei masih kalah jauh dari nona Chen. Mungkin saat ini benar nona Chen seakan terlihat seperti wanita lemah lembut yang tampak elegan namun wajah asli dari sifatnya adalah nona yang kejam haus akan dendam yang terus menerus menggerogoti tubuhnya hingga tidak tersisa ruang kemanusiaan dalam diri nya.


Raja Ye segera bersiap untuk menyusup akademi demi menemui Yong Lanmei secara langsung. Hingga kini dirinya telah berdiri dihadapan Yong Lanmei.


" Apa yang membuat Yang Mulia Raja Ye susah payah menyusup kemari?" Yong Lanmei merasa kebiasaan Raja Ye dari pertama kenal hingga kini tidak berubah selalu menyusup jika ingin bertemu dengan nya. Padahal pintu ada tapi lebih suka memanjat jendela.

__ADS_1


" Ada hal penting yang ingin ku sampaikan pada mu. Ini semua tentang orang itu yang selalu mengacau dalam keluarga mu?"


" Apakah sudah ada pencerahan dalam hal ini"


" Tentu saja, maka dari itu aku datang secara langsung menemui dan ini adalah laporan dari orang itu yang didapat dari para informan ku."


" Wah hebat, baru saja mengeluh sulit kini langsung ada dong di depan mata. Benar-benar keren abis!"


" Apakah ini skenario orang itu dan sekarang dengan suka rela membuka identitas dirinya. Atau kah orang itu sengaja membukanya hingga jika kasus ini di buka kembali bukankah ayah ku yang sok perhatian itu akan terseret namanya?"


" Kamu ini sebagai anaknya haruskah memasang ekspresi seperti itu. Tidak adakah rasa prihatin sedikitpun. Ada-ada saja kamu ini ?" Raja Ye memandang Yong Lanmei sambil menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Yong Lanmei yang tidak mudah di tebak sekarang ini.

__ADS_1


" Haruskah aku menangis darah begitu, oh tentu saja tidak akan. Ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama putri nya harus berubah dengan seiring waktu berjalan dan seharusnya menjadi tempat pulang untuk sang putrinya malah berakhir dengan kekecewaan yang terus menerus di lakukan olehnya dengan menghancurkan segala kepercayaan putrinya yang di bangun dari dulu berharap sang ayah akan berubah. Namun apa nyatanya, tidak seperti harapan bahkan sekarang terus menerus membawa masuk wanita asing kedalam rumah yang seharusnya harmonis."


" Sudahlah jangan menangis, aku paham akan hal itu. Namun untuk langkah apa yang akan kamu ambil jangan lupa beritahu aku. Dia bukan lawan yang mudah untuk kamu hadapi. Dunia nya sudah penuh dengan dendam. Aku takut langkah yang di ambil adalah membunuh kakek nenek mu serta kakak bahkan dirimu. Ku rasa untuk ibu tiri mu serta saudari tiri mu belum masuk daftar rencananya."


" Apakah seperti itu, jika iya maka aku harus melindungi mereka dengan penjagaan ekstra. Tapi bagaimana aku bisa memastikan keselamatan mereka jika saja aku kini sedang dalam masa mengenyam pendidikan di akademi ini?"


" Jangan khawatir nanti orang-orang ku akan ku perintahkan menjaga mereka. Terpenting dalam hal ini adalah keselamatan mu sendiri. Kamu boleh mengkhawatirkan mereka namun jangan mengabaikan keselamatan diri sendiri. Aku tidak rela jika harus kehilangan mu lagi."


" Tapi ....." Yong Lanmei tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Kini Yong Lanmei melamun dengan kata-kata yang di ucapkan Raja Ye barusan. Yong Lanmei berpikir akankah rasa sayang itu terus untuk dirinya jika tahu bahwa dirinya bukan Yong Lanmei yang asli.


" Jangan berpikir yang tidak-tidak, bahkan jika jiwa mu bukan Yong Lanmei sekalipun. Aku mencintaimu dari awal kita jumpa di sungai waktu itu. Tidak penting dengan hal lainnya. Yang utama bagiku adalah kamu tetaplah seperti ini jangan pernah berubah. Tetaplah jadi Lanmei yang selalu aku rindukan dengan segala tingkah absrud mu ini. Aku tidak peduli kata orang jika kamu membuat onar di luar sana. Ada aku yang akan membereskan semua kekacauan yang kamu perbuat."

__ADS_1


Raja Ye tahu akan pikiran Yong Lanmei jadi segera berkata demikian agar Yong Lanmei tidak berpikir yang macam-macam. Raja Ye telah memikirkan semua itu ketika waktu itu di beritahukan bahwa seandainya jiwa dalam tubuh Yong Lanmei bukan jiwanya yang asli. Menurut Raja Ye siapapun jiwa yang menghuni dalam tubuh Yong Lanmei tidaklah terlalu penting sebab rasa suka hadir tanpa alasan. Jika alasan suka di jadikan dasar seseorang untuk memilikinya maka akan ada alasan pula untuk meninggalkannya suatu hari nanti. Raja Ye mungkin waktu itu terdiam namun diam nya adalah menganalisa tentang kalimat yang di ucapkan oleh Yong Lanmei. Raja Ye tidak serta merta langsung menghindarinya bahkan lebih dahulu melakukan penyelidikan. Setelah penyelidikan yang di dapat, Raja Ye tidak salah dalam melabuhkan perasaannya. Sebab dari awal saja sudah menyukai Yong Lanmei jadi tidak peduli bagaimana dengan sikap dan perilaku Yong Lanmei pada akhirnya tetaplah akan menjadi wanitanya.


__ADS_2