DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
..... .....


__ADS_3

"Dia...."


Lu Hairan langsung terhuyung dan tidak mampu mempertahankan keseimbangannya hingga jatuh terduduk dengan posisi tatapan kosong yang mana di dalam hati sudah merasa takut dengan keadaan yang mana suatu hari nanti paling di takutinya. Kini malah benar-benar akan terjadi tanpa alam semesta memberitahukan kabar padanya. Lu Hairan membenci kondisi yang rumit seperti ini. Mau maju salah mau mundur pasti terbunuh. Andai kelemahannya dulu tidak di ketahui orang itu pasti hidupnya akan aman tanpa bayang-bayang kekelaman.


Orang itu ternyata perempuan, yang mana dia adalah seorang putri jendral yang sebelumnya di hormati dan disanjung khalayak namun karena rasa cemburu serta persaingan dalam kekuasaan ayahnya di jatuhkan dengan hina bahkan sampai akhir hayatnya selalu mewanti-wanti jika mampu balaskan dendam nya namun jika tidak berkemampuan lebih baik urungkan diri dan mengasingkanlah diri sejauh mungkin dari masyarakat. Sang anak yang mendapat kesempatan segera mungkin berjanji bahwa dirinya akan mengembalikan nama baik sang ayah walau dirinya adalah putri tunggal dan sama sekali tidak memiliki saudara lain hanya ada pasukan elit tersembunyi yang selama ini sang ayah punya dan telah mutlak berpindah tangan kepada putrinya.

__ADS_1


Awal mula permusuhan yang tercipta adalah dari kematian sang ayah bahkan ibunya ikut frustasi lalu menggila dan akhirnya hidup semakin tertekan dengan beban mental yang rumit memutuskan untuk bunuh diri. Yatim piatu sudah dirinya sejak kecil, dengan penuh tekad dirinya terus melatih diri menjadi sosok wanita kuat nan tangguh bahkan namanya yang misterius pun menjadi teka-teki dunia kultivator. Sejak saat itu dirinya tidak menggunakan nama aslinya dengan kata lain selama ini hidupnya penuh dengan drama yang tercipta oleh luka yang dibalut garam semakin perih dan menyayat batin tanpa tau akhirnya seperti apa. Pernah suatu kali dirinya akan berhenti untuk mengejar sesuatu yang mungkin mustahil untuk di lakukannya tatkala mendengar nama musuh ayahnya semakin tersohor dan terkenal membuatnya langsung emosi namun tidak memiliki apapun untuk pergi sekedar menuntut balas.


Dia selama ini hidup dengan nama panggilan nona Chen, dirinya bukan berniat mengubur nama pemberian orang tuanya yang tersemat marganya, lebih tepatnya merahasiakan sampai pada saat dirinya berhasil membuat Yong Yan turut merasakan penderitaannya. Nona Chen jugalah yang telah mengatur konspirasi sehingga Song Shea meninggal melalui tangan Lu Hairan. Nona Chen merencanakan sedari awal dengan membuat keluarga harmonis Yong Yan hancur dengan memasukkan wanita lain dalam biduk rumah tangga Yong Yan, namun Nona Chen tidak puas sehingga membunuh Song Shea. Berharap ketika kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya Yong Yan akan merasakan apa artinya hidup hampa namun dugaannya salah. Nona Chen terus membuat konspirasi agar hidup Yong Yan hancur serta hidup dalam kehinaan seperti keluarga nya dulu yang di paksa jatuh hingga tak tersisa. Ketika Lu Hairan sudah mulai menjadi nyonya rumah di kediaman tersebut, dirinya meminta untuk membuat luka yang tidak mudah disembuhkan oleh obat apapun. Lu Hairan berpikir jika menyiksa Yong Lanmei dapat membuat Yong Yan merasakannya walau dalam hati juga memiliki niat lain untuk menyingkirkan Yong Lanmei yang menjadi batu sandungannya. Namun apa, kenyataannya Yong Yan tidak peduli dengan anaknya. Jadi Lu Hairan pun lelah dengan sendirinya dan menjadikan Yong Lanmei babu dalam rumahnya sendiri. Walau begitu setiap harinya pasti di tubuh Yong Lanmei akan ada luka baru yang mana luka sebelumnya saja belum terlalu kering. Yong Lanmei kecil sungguh kasihan dan memprihatinkan keadaannya. Jadi Yong Lanmei sendiri sudah memiliki bibit kebencian sejak kecil yang kian bertumbuh besar dalam hatinya untuk ayahnya. Sekedar kata maaf rasanya sulit diterima Yong Lanmei.


Kini Lu Hairan tengah tersadar kembali dari lamunannya dulu bahkan awal mula dirinya masuk ke kediaman Yong pun atas perintahnya. Sekarang dia akan masuk ke kediaman Yong secara langsung. Lu Hairan sebenarnya tidak terima namun tidak bisa mengatakan kata hatinya. Jika berani berucap kaya yang salah walau sekata saja dengan mudah dia akan membinasakannya. Kini dirinya teringat Shuilin, apakah Shuilin masih hidup atau tidak. Walau tidak mati sekalipun pasti namanya juga akan terseret akibat berani merubah rencana yang seharusnya mereka kerjakan secara bersama malah berbalik saling menjatuhkan.

__ADS_1


" Ekhem" Yong Yan berdehem menghentikan lamunan Lu Hairan.


" Iya ada apa..." Lu Hairan tersadar kembali


" Perkenalkan ini nona Chen, dia akan tinggal di rumah kita sementara waktu. Dia sudah tidak memiliki sanak saudara jadi bersikaplah akur dengannya. Jangan membuat ulah lagi!" keputusan mutlak Yong Yan tidak bisa di ubah lagi.

__ADS_1


Lu Hairan tidak menyangkal seperti biasanya membuat Yong Yan berkerut heran dengan sikap Lu Hairan kali ini. Biasanya jika dirinya dekat atau membawa seorang wanita, Lu Hairan akan langsung membuat masalah namun kali ini tidak bahkan dirinya diam saja lalu mengangguk.


Tanpa berpikir panjang lagi Yong Yan segera meminta mereka naik ke dalam kereta kuda guna melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. Dalam perjalanan pun Lu Hairan hanya diam saja bahkan kini pandangannya terus menerus menunduk. Nona Chen sesekali mencuri pandang ke arah Lu Hairan sambil mendelik dengan lebar bahkan tatapan nya tajam hingga Lu Hairan merasa kedinginan di punggungnya. Lu Hairan sudah dapat menduga siapa gerangan yang tengah menatapnya seperti ingin membunuhnya kalau bukan nona Chen yang saat ini tengah berada didepan matanya.


__ADS_2