
Dira masih setia memejamkan matanya. Gadis itu telah tersadar beberapa menit yang lalu. Namun dirinya tak punya daya yang cukup untuk membuka mata dan menyadari semuanya. Habibi masih disana, pemuda tanggung tersebut masih setia mendampingi sang kakak. Dirinya tahu bagaimana rapuhnya gadis itu saat ini. Dengan sabar, Habibi menceritakan semua yang diketahuinya dari sang ayah Hermawan. Kaget dan rasa tak percaya tentu saja dialami oleh Dira. Namun sebelum itu Habibi lah yang mengalaminya terlebih dahulu.
Sementara dirumah sakit, Herdiansyah telah menjalani oprasi pengangkatan peluruh yang berhasil menembus dadanya. Begitupula dengan Anto. Keduanya mendapat penanganan intensif meski ruang Herdiansyah lebih terlihat mencolok dengan adanya pengamanan berlapis diluar maupun didalam kamar nya.
*
*
*
Tubuh Lidia menggigil kuat. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tersebut seakan tak mampu lagi menopang badannya. Kedua kakinya lemas bagai tak bertulang. Disebelahnya nampak Jenita pun sama terkejutnya dengan sang mama.
Sementara Ikbar nampak tenang diatas kursi rodanya. Lelaki tersebut bergerak pelan menyentuh tangan Hermawan yang bebas, sementara tangan yang satunya masih nampak terpasang selang infus disana.
Lidia masih diam membisu, tatapan matanya tak lepas dari wajah Hermawan yang nampak pucat dengan banyaknya selang dan alat bantu yang tertancap di tubuhnya. Ingatan wanita itu kembali ke 26 tahun silam, dimana mereka masih menjalin kasih.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Kilas masa lalu.
Mereka bertiga terlihat sangat akrab. Dimana ada Hermawan dan Ikbar maka disitu pulalah akan ada sosok cantik Lidia bersama mereka. Hubungan mereka sangat baik, selain berteman terdapat bumbu cinta didalamnya.
__ADS_1
1 tahun lamanya Hermawan dan Lidia menjalin kasih. Keduanya bahkan telah sepakat untuk menuju ke jenjang yang lebih serius lagi. Namun keduanya masih menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakannya. Hermawan yang merupakan anak angkat eyang Sulastri tentu patuh ketika wanita baik hati itu menyarankan untuk keduanya melangsungkan pernikahan setelah Ikbar menikah.
Saat itu, Ikbar yang memang telah bertunangan dengan Ayunita hanya tinggal menunggu waktu 2 bulan lagi menurut tanggal yang telah ditentukan untuk menikah. Ikbar yang memang sejak awal tak pernah menginginkan perjodohan tersebut nampak pasrah saja dengan takdirnya. Dia yakin, Tuhan akan membantu nya seandainya memang Ayu bukanlah jodoh yang terbaik untuknya. Namun dia juga pasrah jika memang menikah dengan gadis itu telah menjadi suratan takdirnya.
Tak pernah ada penolakan yang keluar dari bibir Ikbar. Dia yang memang penurut tak pernah sedikitpun membantah dengan apa yang ibunya katakan. Termasuk untuk menikah dengan Ayu yang merupakan anak dari sahabat sang ibu.
Tak ada yang berubah dan semua berjalan baik bahkan terlalu baik sehingga mereka tak menyadari bahwa ada sebuah ancaman yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
Kehadiran Kuncoro menambah ramai kelompok mereka. Pemuda yang merupakan mahasiswa pindahan tersebut mampu beradaptasi dengan cepat. Bahkan Kuncoro bisa langsung berbaur dengan ketiganya dengan baik yang tentunya dengan masing-masing ego yang mereka miliki.
Namun malam itu, Hermawan nampak berbeda dari biasanya. Pemuda yang hobi main bola tersebut nampak sekali gelisah dan terlihat sering membuang nafas kasar. Bukan hanya Ikbar yang merasakan perubahan dari saudara angkatnya tersebut namun Kuncoro pun sama.
Keduanya berpikir jika itu terjadi akibat kepulangan Lidia ke kota C membuat Hermawan nampak berbeda. Alhasil keduanya menjadikannya sebagai bahan untuk meledek Hermawan.
Di sebuah rumah kosong yang tak jauh dari rumah Eyang. Dirinya mengendap-endap dan mencoba mencari cela untuk mengintip. Dada Hermawan naik turun melihat apa yang terjadi didalam sana.
Sudah seminggu lamanya dirinya melakuan hal yang sama setiap malamnya. Dan baru kali ini Hermawan dapat menyaksikan secara langsung apa yang saudara kembarnya lakukan. Terlebih, gadis yang berada dibawah kungkungan nya kini adalah Ayunita yang merupakan tunangan Ikbar.
Dada Hermawan bergemuruh, hatinya marah dan tak bisa menerima apa yang mereka berdua lakukan dibelakang Ikbar. Sejak kepulangannya dua minggu yang lalu, Herdiansyah tak pernah menampilkan gelagat yang tak baik sehingga tak ada seorangpun yang mencurigainya. Semua orang yang tahu bagaimana pemuda tersebut dulunya berupaya menutup segala informasi guna menjaga perasaan Herdiansyah. Namun melihat kejadian ini membuat Hermawan geram.
Dengan langkah gontai, pemuda itu kembali pulang ke kediaman eyang. Hermawan berusaha mencari cara untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Ikbar ataupun eyang. Namun dirinya juga tak bisa mengesampingkan sang kakak.
__ADS_1
Hingga hari pernikahan itu semakin dekat dan tinggal menghitung hari. Sebuah peristiwa menggegerkan terjadi. Ayunita yang kala itu sedang berada di sebuah butik mendadak pingsan tanpa sebab.
Setelah diperiksa gadis itu dinyatakan hamil dengan usia kandungannya yang sudah berjalan 2 bulan. Tentu saja kabar tersebut membuat kisruh tak hanya di kediaman Ayu sendiri melainkan juga di kediaman Ikbar.
Eyang Sulastri bahkan menatap nyalang sang putra yang dianggapnya tak bisa menjaga diri. Namun Ikbar tetap kekeh mengatakan bahwa dirinya tak pernah sekalipun menyentuh Ayu.
Hermawan yang tentu saja berada disana memejamkan matanya. Hari yang dia takutkan benar-benar terjadi dan lebih mengerikan lagi karena Ayu ternyata hamil. Hermawan bisa memastikan bahwa janin yang kini sedang berada di perut Ayu adalah anak dari sang kakak.
Hermawan bergegas keluar dari ruang tengah dimana Eyang masih murka terhadap Ikbar. Tujuan utamanya kini adalah kamar sang kakak yang berada di lantai 1.Bukan berniat membedakan, namun kamar di lantai atas memang hanya berjumlah 3 buah kamar sejak awal dibangun.
Alangkah terkejutnya Hermawan ketika masuk kedalam kamar. Kamar tersebut nampak kosong dan barang barang milik Herdiansyah pun telah raib. Hermawan mengacak rambutnya frustasi.
Ditengah rasa bingungnya tersebut, Hermawan memantapkan dirinya untuk menghadap kepada eyang. Dengan segala keberanian yang dimilikinya, Hermawan menceritakan semua yang dia tahu bahkan lengkap dengan vidio yang berhasil dia ambil malam itu.
Ayu yang pada awalnya tak mengakui dan terus mengatakan bahwa anak yang dia kandung adalah anak Ikbar tentu saja tak bisa berbuat banyak ketika vidio tersebut sampai ke tangan kedua orang tuanya.
Tiga bulan lamanya pencarian dilakukan untuk mencari keberadaan Herdiansyah. Namun pemuda itu seperti hilang ditelan bumi. Hingga Hermawan mengambil keputusan yang membuat semua orang tercengang dan terharu. Dia bersedia menikahi Ayu sebagai ganti pertanggungjawaban dari sang kakak.
Dalam pikirannya kala itu hanya ingin menyelamatkan nasib anak yang berada dalam kandungan Ayu. Namun justru dirinya harus merasa hancur karena kisah cintanya yang hanya tinggal menunggu waktu untuk halal tersebut harus dia kubur dalam dalam.
Eyang dan Ikbar bahkan berulang kali meminta Hermawan untuk memikirkan ulang rencananya. Namun pemuda tersebut tetap teguh pada keinginannya. Hingga pernikahan tersebut pada akhirnya terjadi. Akan tetapi semua tak lantas berhenti disana.
__ADS_1
Ditempat persembunyiannya, Herdiansyah mengumpat marah ketika mengetahui bahwa sang adik malah menggantikan dirinya untuk menikahi Ayu. Padahal tujuan awalnya memang ingin menghancurkan kebahagiaan Ikbar untuk membalas sakit hatinya kepada Eyang Sulastri, orang yang dianggapnya sebagai satu-satunya orang yang bertanggungjawab atas meninggalnya kedua orang tuanya.