
Andrian tengah bersiap, walaupun terlihat ala kadarnya namun percayalah dirinya sekarang sedang gelisah dan tegang. Dua hari kemarin, bersama dengan Aldi dirinya harus pergi mengurus sesuatu yang tak pernah diperkirakan nya.
Wajah tegang tersebut masih terlihat walau Andrian selalu berusaha tersenyum. Beberapa orang pelanggan nampak tengah asyik duduk di halaman toko roti eyang. Toko yang memang sudah diubah menjadi berkonsep modern tersebut selalu nampak ramai. Bahkan jam operasional nya pun dibuat lebih panjang dengan menambahkan satu shift lagi bagi karyawan nya.
Andrian yang datang ke toko hanya sebagai tamu karena dirinya tak punya kuasa apapun selain sebagai guru les Jenita. Andrian berdecak kesal ketika Alex memintanya untuk berpura-pura dekat dengan Dira. Namun hal itu membuat Ayunita tersenyum semakin lebar. Setelah mengetahui bahwa pertunangan Alex dengan Jenita ditolak mentah-mentah oleh lelaki tersebut, Ayunita pada awalnya berniat untuk menjodohkannya dengan Dira.
Alex tak kunjung datang ke kota C tepatnya ke toko eyang lagi membuatnya mengurungkan niatnya. Lagi pula, sudah sebulan lebih Jenita tak pernah lagi muncul di toko ataupun dirumah utama membuatnya semakin bahagia.
"Semoga saja selamanya gadis jelek itu tak pernah kembali lagi." Serunya didalam hati.
Berawal dari kesibukan di toko minggu lalu yang membuat Andrian mau tak mau harus membantu terjun ke toko. Di saat itulah, Ayu melihat mereka saling berbicara sedikit akrab walau masih seputar kue dan pesanan. Namun ketika dirinya mengetahui siapa Andrian, dengan gencarnya Ayu mulai mendekat demi untuk menjodohkan chef tampan tersebut dengan putrinya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Sebentar lagi Aldi akan datang menjemput mu. Ada sesuatu yang harus kita bicarakan namun aku lebih membutuhkan bantuan kamu, Dri." Pesan Alex kala itu.
Andrian tau apa yang dilakukan Alex selama ini hanya semata untuk membantu Claudia mengungkap tentang misteri keluarganya, kematian papanya dan juga tercemarnya nama sang mama. Bahkan hingga kini berkembang dengan peristiwa penculikan Claudia beberapa waktu yang lalu.
"Ok, bagaimana dengan pemotor itu?"
__ADS_1
Ya, Andrian telah menceritakan keberadaan pemuda yang memakai motor dan selalu berada tak jauh dari dirinya berada tersebut. Bahkan Andrian sempat mengirim foto dan plat nomer motor itu pada Alex.
"Biarkan saja, dia akan pergi ketika melihat Aldi. Tak perlu kamu pikirkan!!"
Sedikit aneh dengan ucapan Alex namun Andrian tak mau terlalu banyak berpikir. Dia yang hanya mempunyai waktu hingga akhir bulan ini harus membantu apapun yang dia bisa kepada kedua sahabat nya tersebut, terutama Jenita. Andrian menyimpan rasa sayang untuk gadis itu. Seandainya bisa, Andrian ingin menjadi sosok yang selalu ada untuknya. Namun takdir tak bisa dia ubah.
Menyaksikan bagaimana Alex memperlakukan Jenita dan bagaimana lelaki itu melindunginya. Andrian semakin menyadari sebesar apa cinta yang Alex miliki. Sedikit terkejut dengan keadaan yang berubah begitu cepat namun Andrian harus bersyukur.
Andrian kembali ke alam sadarnya ketika mendengar klakson yang berbunyi di depan ruko tempat produksi Jenita. Aldi sedikit membuka kaca mobil dan melongok kan kepalanya. Segera Andrian keluar dan masuk ke dalam mobil yang segera melaju.
Aldi yang memang sebelas dua belas dengan bos nya hanya diam tak banyak kata. Andrian pun tak ingin banyak bertanya. Hingga mobil yang mereka kendarai masuk ke sebuah rumah dengan pagar berwarna hitam. Hanya ada satpam yang terlihat di sana.
"Kita masuk, Alex sudah menunggu di dalam?" Jawabnya setelah melemparkan senyuman di bibirnya.
Keduanya melangkah masuk dan barulah nampak beberapa orang yang tengah berjaga disana. Andrian sempat melirik ke kanan dan ke kiri. Nampak terlihat oleh ekor matanya, di mana di beberapa bagian rumah terlihat beberapa orang tengah berjaga.
Kembali jantung nya berdetak kencang. Andrian yang tak pernah berada dalam situasi seperti ini berulang kali menggelengkan kepalanya agar lebih rilex.
"Dimana dia?" Ucapnya dengan suara sedikit bergetar.
__ADS_1
Aldi tak menjawab, namun langkahnya terus masuk hingga ke ruang tengah. Dimana terlihat 8 orang laki-laki dan seorang perempuan setengah baya sedang duduk disana. Dua diantaranya Andrian kenal yaitu Alex bersama Rendi. Rendi tersenyum dan mengangguk kan kepalanya diikuti yang lain menyapa Andrian dan Aldi. Kecuali Alex, lelaki itu masih diam sambil memainkan ponselnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Claudia benar-benar kembali. Gadis cantik dengan penampilan sempurna tersebut melangkah pasti. Tekatnya sudah bulat, dia tak akan menyerah.
Alex tersenyum, lelaki yang hanya menampilkan senyumnya pada Claudia tersebut selalu memberi semangat pada kekasihnya. Ah manis sekali ketika menyebutkan kata kekasihnya. Hubungan diantara keduanya belumlah jelas, untuk saat ini mereka terfokus dengan urusan Claudia dan pengungkapan jati dirinya juga membuka semua misteri tentang keluarganya.
Bahkan Kuncoro sebagai papanya pun tak habis pikir dengan perubahan yang terjadi pada putra tunggalnya tersebut. Namun dia dan sang istri sangat menyambut baik perubahan itu.
Alex lebih sering tersenyum dan terlihat bahagia akhir akhir ini terutama sejak dirinya bisa lebih dekat dengan Claudia yang ternyata adalah Jenita. Bahkan Kuncoro sempat terbahak hingga tersenyum miring mengejek putranya tersebut.
"Berterima kasihlah pada papa!! andai waktu itu papa setuju dan langsung meminta pengacara menghapus perjanjian perjodohan sebagai syarat untuk mu. Mungkin sekarang ini kamu sudah menangis karena kebodohan yang kamu buat sendiri." Ucapnya
Alex hanya mendengus mendengar ucapan papanya. Namun semua yang pria itu katakan adalah kebenarannya dan Alex sangat bersyukur untuk itu.
"Jaga dia, sudah cukup Lidia yang menanggung semuanya. Jangan sampai putrinya juga, karena anak itu tak bersalah." Pesan Kuncoro pada sang anak.
Hanya sebatas menjaga karena mereka tak bisa masuk terlalu dalam ke dalam urusan keluarga Lidia. Wanita itu seolah menutup diri dari dunia luar setelah kepergian Ikbar dan juga ke pergian nya dari kota C. Masih teringat jelas di benak Kuncoro, bagaimana baiknya Ikbar dan Lidia. Keduanya adalah orang-orang paling baik yang pernah dia kenal.
__ADS_1