DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
.... ....


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Yong Yan hanya diam tanpa bersuara. Sedangkan Lu Hairan sendiri tidak mau susah-susah hanya sekedar bercengkrama yang menurutnya tidak penting. Membahas soal perasaan Lu Hairan, sekarang sudah tidak ada perasaan apapun entah sejak kapan namun Lu Hairan sendiri tidak merasa perasaan bahagia berbunga-bunga serta berdebar seperti saat dirinya baru pertama mengenal kasih sayang. Lu Hairan tidak memikirkan lagi cinta-cintaan, sekarang terpenting mengokohkan pondasinya sebagai nyonya di kediaman Yong ini bahkan kalau bisa seluruh orang di sini tunduk hormat padanya.


Lu Hairan teringat perkataan Shuilin waktu itu bahwa dirinya telah bertindak di luar jalur dari yang telah di perintahkan orang itu. Lu Hairan cemas memikirkan bahwa dirinya telah memprovokasi orang yang seharusnya tidak di singgungnya, namun salah Shuilin juga yang selalu membuat nya naik pitam. Lu Hairan teringat posisi dirinya yang dapat masuk serta menjadi nyonya rumah adalah murni rencana dari orang itu. Walau pada awalnya perasaan suka muncul namun berakhir hambar karena hanya suka sementara bukan benar tulus dari hati. Selain itu Lu Hairan mengingat kembali saat awal dirinya masuk ke kediaman Yong yang selalu mendapat perlakuan baik dari Song Shea ibu Yong Lanmei serta nyonya rumah sebelumnya, namun terselip iri yang menggerogoti hatinya serta merasa takdir tidak adil sebab Song Shea selalu mendapat yang terbaik dari mulai kasih sayang bahkan kedudukan semuanya serba baik lain pada dirinya yang dianggap orang kecil sebagai rakyat biasa. Lu Hairan memang tidak tau bersyukur dari awal, malah di balas dengan air tuba. Hingga akhirnya Song Shea meninggal akibat Lu Hairan yang terus menerus meracuninya dengan skala kecil namun sering terus menerus tanpa henti. Akhir yang tragis untuk Song Shea namun nasi telah menjadi bubur bahkan jika menyesal sekalipun percuma sebab dirinya yang telah salah menilai Lu Hairan pada awalnya sebab pertama kali melihatnya, Lu Hairan termasuk kriteria gadis baik yang bahkan sedikit dimiliki bangsawan di luaran sana.


Song Shea tidak marah saat Yong Yan mengajukan permintaan untuk menjadikan Lu Hairan selirnya bahkan Song Shea mendukung keputusan Yong Yan. Terlihat jelas saat acara sakral tersebut terlaksana, Song Shea adalah orang pertama yang super sibuk mengurus segala persiapan dari dekor bahkan pakaian pengantin. Song Shea tidak menyangka bahwa dirinya membawa rubah berkedok manusia masuk kedalam keluarganya yang harmonis. Song Shea adalah seseorang yang memiliki pemikiran terbuka sehingga membawa kejayaan untuk Yong Yan. Dulu Yong Yan tidak terkenal seperti saat ini bahkan walau masuk kategori bangsawan hanya merupakan tingkat bangsawan terendah. Semua langkah kesuksesan Yong Yan adalah hasil pemikiran Song Shea. Tentang politik bahkan medan tempur dengan segala siasat adalah ide dari Song Shea.


Jika di tanya kenapa bisa campur tangan Song Shea sebab setiap Yong Yan sedang berada dirumahnya menghabiskan waktu bersama disaat itulah banyak sekali perbincangan tentang strategi perang yang bagus apalagi untuk memenangkan pertempuran dengan korban sekecil mungkin. Yong Yan sangat antusias ketika Song Shea sudah membahas medan perang, walau Song Shea tidak terjun langsung ke medan laga tapi kemampuan tidak main-main.


Song Shea adalah gadis jenius pada masanya, namun terkecoh oleh tampang yang sok polos sehingga membawanya kejurang kematian.

__ADS_1


Lu Hairan saat ini sedang sibuk dengan pemikirannya bahkan tidak memperhatikan jalan. Saat tiba-tiba kereta terguncang dengan hebat lalu tiba-tiba berhenti mendadak, membuat Lu Hairan terpental maju hingga keningnya terantuk yang mana posisi jatuhnya sungguh tidak elok di pandang. Lu Hairan pun marah dengan kejadian yang membuatnya malu." Hilang sudah martabat ku dihadapan Yong Yan, sialan sebenarnya apa yang terjadi sih?" Lu Hairan misuh-misuh di dalam hati hingga tidak tahan Lu Hairan berteriak kepada kusir didepan.


" Apa yang terjadi, jika mau mati jangan ajak orang lain. Mati saja sendiri sana dasar sialan?"


" Maaf nyonya didepan sepertinya terjadi blokade jalan oleh beberapa bandit. Didepan tampak seorang wanita yang sedang bersujud dengan keadaan yang memprihatinkan."


" Tapi nyonya, jika putar balik jalan lain akan memakan waktu yang lama bahkan bisa jadi tengah malah baru sampai kediaman."


" Aku tidak peduli aku. ....."

__ADS_1


Lu Hairan tidak melanjutkan ucapannya saat perempuan yang di maksud kusir tersebut berteriak memohon belas kasih kepada para bandit yang sedang menjarahnya. Lu Hairan terkesiap melihat tindakan tiba-tiba Yong Yan yang tanpa mengatakan apa-apa langsung melesat keluar menolong perempuan tersebut. Lu Hairan merasa tindakan Yong Yan seolah-olah adalah pahlawan kesiangan yang sedang menolong sang putri. Uh sungguh menjijikan, pikir Lu Hairan.


Selang beberapa lama terjadi pertempuran antara Yong Yan dan para bandit kini suasana kembali hening tanpa suara. Lu Hairan yang penasaran dengan keadaan yang mendadak hening pun menjulurkan kepalanya guna melihat apa yang terjadi di depan sana. Namun apa yang dilihatnya, seorang pahlawan pria yang berhasil menyelamatkan sang putri bahkan sang putri dengan lancang memeluk pria tersebut hingga membuat siapapun yang melihatnya akan merasa iba sekaligus bahagia melihat kemesraan yang tiba-tiba di pamerkan mereka di depan orang lain.


Lu Hairan tidak mampu melihat wajah perempuan tersebut sebab tinggi nya hanya sedada Yong Yan, apalagi pelukan itu amat intim membuat Lu Hairan merah padam menahan amarah.


Lu Hairan segera turun dari kereta kuda dengan tergesa-gesa bahkan terlihat sembrono untuk mendekati mereka yang sedang layaknya kekasih yang sudah lama tidak berjumpa. Belum jauh langkah Lu Hairan kini tubuhnya tampak menegang ketika melihat wajah perempuan tersebut ketika perempuan tersebut melepaskan pelukannya. Terlihat jelas wajah perempuan tersebut.


" Dia......"

__ADS_1


__ADS_2