DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
Menuntut keadilan


__ADS_3

Raja Ye sungguh tidak menyangka bahwa di balik pergerakan desa tersebut adalah orang yang sangat di kenalnya selama ini. Bahkan dirinya telah menganggapnya seperti saudara sendiri.


Raja Ye terus mendekat dan melihat dengan jelas bahwa di hadapannya kini telah berdiri sesosok pemuda yang amat sangat familiar. Raja Ye yang tengah menyamar berusaha tenang sebisa mungkin agar pemuda dihadapannya saat ini agar tidak curiga terhadapnya.


" Salam tuan muda, ada seorang pengembara yang mampir sekedar istirahat di desa ini. Jika tuan muda tidak berkehendak memberi ijin maka kami akan membawa pengembara ini untuk keluar dari sini?"


" Hmmm" pemuda tersebut menelisik tampilan pengembara tersebut.

__ADS_1


Pemuda tersebut sebenarnya merasakan sedikit aura familiar yang bocor sedikit dari pengembara tersebut. Namun, dirinya belum yakin apakah pengembara yang saat ini ada di hadapannya benar-benar orang yang di kenalnya.


" Tuan muda, bahaya saat ini antek-antek dari kekaisaran datang membuat ulah kembali. Apalagi banyak yang terluka akibat melawan!"


" Arghhh sialan, ayo segera bersiap dan untuk pengembara ini beberapa dari kalian bawa dia ketempat aman sementara ini. Jangan biarkan mereka membuat kerusakan lebih banyak lagi disini?"


Para pemuda segera bersiap sembari membawa senjata masing-masing, tidak ketinggalan pula para pemudi yang membawa busur serta anak panah telah bertengger manis di punggung mereka.

__ADS_1


Semua telah disusun dengan dadakan akibat serangan dadakan tersebut namun pemuda tersebut tetap bergerak dengan penuh perhitungan.


Sesampainya pemuda pemudi tersebut yang diketuai sesosok pemuda misterius tersebut, melihat betapa kejamnya para penjabat kekaisaran tersebut langsung meradang merasa amarah mencapai puncak ubun-ubun. Tanpa bertele-tele lagi pemuda tersebut langsung mengerahkan mereka. Detik itu juga langsung terjadi pertumpahan darah kembali yang terjadi tidak satu dua kali saja namun sering.


Pengembara yang tak lain Raja Ye merasakan bahwa sakit menyaksikan pembantaian didepan matanya. Dirinya berperang melawan hati dan pikiran yang tidak sejalan. Bingung rasanya mau membela yang mana, satunya dari pihak penjabat kekaisaran yang entah di pihak mana. Satunya lagi para pemuda pemudi yang telah di sangka penghianat oleh kekaisaran.


Kini tampaklah korban berjatuhan dari kedua belah pihak, walau banyak yang meninggal dari pihak penjabat tersebut sedang dari pihak pemuda desa luka parah tidak sampai meninggal. Adu bela diri hingga kekuatan qi pun saling berseliweran hingga tampak terang semakin benderang dengan cahaya yang di keluarkan mereka di tengah lautan darah. Tidak ada satupun dari mereka yang ingin mengalah. Para penjabat yang sudah mulai merasakan terdesak menjadi ketar-ketir sendiri. Mereka tidak ingin mati konyol demi terlihat sebagai pahlawan kesiangan disini. Otak picik mereka segera bekerja dengan keras, selama masih ada beberapa pengawal maka mereka segera mengerahkan pengawal tersebut membentuk perlindungan untuk mereka lalu dengan perlahan mereka mencari cara untuk meloloskan diri. Namun, usaha mereka sia-sia sebab pergerakan mereka terbaca oleh Raja Ye.

__ADS_1


Kini Raja Ye memerintahkan pasukan bayangan yang selalu mengikutinya untuk meringkus para penjabat tersebut lalu interogasi. Jika tidak mau mengaku maka penyiksaan menanti mereka.


Raja Ye tidak serta merta membela salah satu pihak manapun. Dirinya harus mampu mencari siapa yang salah di tengah kekacauan yang jelas sudah menderitakan rakyat dan mengakibatkan banyak sekali kerusuhan di kekaisaran ini.


__ADS_2