DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
.....!!!.....


__ADS_3

"Kalian para manusia rendahan, sangat menjijikkan saat mencintai seperti itu. Bikin muak dan sakit mata saja saat memandang."


" Syirik saja, bilang jika tidak mampu." Yong Lanmei menjawab kata-kata pedas putri kaisar dewa.


" Syirik katamu, hah cantik juga masih aku lebih-lebih aura Dewi menguar dengan kuatnya dari diriku sedang kamu huh wajah aja kusam dan aura saja lemah begitu kok sok-sok ngehina aku yang paripurna ini"


" Dasar Dewi sok, hati-hati termakan ucapan sendiri. Siapa tahu saat jatuh hati lebih parah nantinya." Yong Lanmei geram mendengar ucapan tidak ada akhlaknya itu.


" Jangan bertindak sembarangan saat di sini, walau aku mendapat tanggung jawab untuk merawat mu disini tapi ingat jangan berbuat ulah. Bahkan jika kamu membuat masalah jangan membawa ku kedalamnya. Selesaikan sendiri serta jangan bersikap kekanak-kanakan."


" Huh dasar bocil" Yong Lanmei menambahkan


" Apa kalian kata, aku kekanak-kanakan. Huh" Putri kaisar dewa semakin cemberut di bilang oleh mereka.

__ADS_1


" Sebaiknya kau balik ke paviliun putri. Aku sibuk, pergilah sendiri. Bisakan?"


Setelah Raja Ye memanggil dayang untuk mengantar dia pergi. Kini Raja Ye terfokus kepada Yong Lanmei.


" Kenapa kamu bodoh dengan bertindak sembarangan. Mereka musuh tidak main-main saat membunuh."


" Lagipula di akademi juga sedang terjadi masalah. Aku pikir para guru sudah dapat mengatasi di sana dan saat mendengar bahwa kekaisaran kacau serta para musuh bertindak sewenang-wenang mana mungkin aku diam saja."


" Jangan melewati batas seperti ini, niat mungkin baik tapi ingat keselamatan nyawa lebih penting dari apapun. Apalagi kamu ini baru sembuh dari racun lalu kini harus terkena racun lagi. Kamu tahu tidak, saat kami mengetahui bahwa wanita bercadar itu dirimu langsung di landa cemas dan khawatir. Jangan seperti ini lagi. Ku mohon padamu perhatikan keselamatan mu jangan terlalu memaksakan jika nyawa menjadi taruhannya."


" Iya iya sabar-sabar jangan menggebu-gebu seperti ini, kamu baru sadar. Istirahat yang cukup jangan berpikir yang tidak-tidak. Saat ini kondisi sudah stabil jadi tenangkan dirimu."


Raja Ye kewalahan saat Yong Lanmei berbicara dengan penuh semangat seperti itu. Ada terselip rasa khawatir jika ada efek samping dari racun tersebut akan menimbulkan bahaya kembali. Raja Ye memandang Yong Lanmei penuh kasih.

__ADS_1


Yong Lanmei yang di pandang seperti itu langsung terdiam dan pipinya merona merah karena malu.


Saat keadaan di liputi rasa manis yang tercipta dari sepasang kekasih tersebut. Tiba-tiba datang pengawal yang mengabarkan sesuatu yang penting serta mendesak. Raja Ye menghela nafas serta membatin " Dasar pengganggu saja, tidak bisakah aku tenang selama beberapa hari dengan Lanmei. Selalu saja!"


Yong Lanmei yang melihat Raja Ye pergi dengan menahan rasa kesal membuatnya terkekeh geli sendiri.


Setelah Raja Ye sampai di ruang pertemuan lebih tepatnya ruang kerjanya, segera para pasukan bayangan yang bertugas sebagai pencari informasi segera melaporkan hal apa saja yang telah mereka dapatkan selama penyelidikan. Tidak ada yang kurang walau sekata pun, semua lengkap dan terperinci.


Raja Ye menggeram marah mengetahui apa saja yang terjadi di luar sana. Seolah dirinya adalah kaisar yang harus mengurus segala macam persoalan yang terjadi sedangkan kaisar yang sesungguhnya malah tenang-tenang saja. Dirinya juga kesal terhadap kaisar yang selalu saja melimpahkan perintah kepadanya sekehendak hati tanpa memandang apakah dirinya lelah atau apalah itu. Baru saja dirinya menghalau pengacau, belum sempat beristirahat kini harus segera pergi untuk menyelesaikan masalah pemberontakan di perbatasan Utara yang sangat terkenal miskin dan tak terjamah oleh saluran bantuan pemerintahan. Yang entah kemana perginya semua bantuan tersebut. Selain pemberontakan juga masalah korupsi yang selama ini telah menyelewengkan harta kekaisaran yang di gunakan untuk mensejahterakan pendukuk di sana.


Selain perintah dari kaisar dirinya juga menerima informasi siapa saja yang terlibat dalam konspirasi untuk menyingkirkan Yong Lanmei. Raja Ye cemas terhadap keselamatan Yong Lanmei. Di sisi lain dirinya harus bertanggung jawab terhadap tugas kenegaraannya disisi lain dirinya takut jika saat dirinya tidak ada akan ada seseorang yang memanfaatkan kesempatan untuk mencelakakan Yong Lanmei.


Semua informasi dari yang terkecil hingga yang serius telah di sampaikan. Kini Raja Ye tengah memikirkan cara yang terbaik untuk menyelesaikan persoalannya. Kepalanya merasa sakit memikirkan semua ini secara bersamaan hampir terjadi di periode yang berdekatan. Bukan tanpa sebab dirinya khawatir seperti ini, tidak ada yang dapat di andalkan untuk melindungi Yong Lanmei sebab Yong Jun saat ini tengah melaksanakan tugasnya sebagai perwira muda kekaisaran.

__ADS_1


Untuk Yong Yan sendiri walau dirinya seorang ayah kandung Yong Lanmei, Raja Ye belum sepenuhnya percaya terhadapnya. Masih ada keraguan untuk setengah hati percaya padanya. Dirinya bingung, lalu di putuskan untuk lebih banyak menempatkan pasukan bayangan di sekitar Yong Lanmei serta meminta mereka sesegera mungkin melapor jika sesuatu buruk terjadi pada Yong Lanmei.


Sebelum dirinya pergi, Raja Ye telah memberitahukan pada Yong Lanmei serta tentang pasukan bayangan yang tersebarkan di sekelilingnya agar tidak berusaha mengecoh mereka untuk lepas dari pengawasan mereka. Raja Ye tahu betul jika Yong Lanmei akan merasa risih jika setiap aktivitasnya di awasi seperti itu. Raja Ye mewanti-wanti agar tetap menuruti perintahnya demi keselamatan dirinya sendiri.


__ADS_2