DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
Bab 68


__ADS_3

Dira menatap jendela mobil dengan perasaan yang sulit diartikan. Senyuman sinis nampak tersungging disana. Sebuah tenda sedikit besar lengkap dengan panggung berdiri kokoh di halaman toko Eyang Sulastri.


Spanduk besar dengan tulisan besar tentang acara promosi dan juga ramah tama tertulis disana. Menatapnya saja sudah membuat puas hatinya. Hanya tinggal menunggu hitungan jam semuanya akan berakhir.


"Sebentar lagi. Tunggulah sebentar lagi waktu terakhir mu akan datang Jenita. Hidupmu sudah cukup bahagia selama ini. Menjadi anak dan cucu yang diakui itu sangat membanggakan bukan? berbeda denganku yang harus merasa puas karena tak dianggap. Jangan salahkan aku karena semua ini adalah salah dari ayahmu yang bejat itu. Sudah terlalu lama aku menunggu saat ini tiba. Dan kamu tunggulah sebentar lagi."


🍃🍃🍃🍃🍃


Flashback 15 tahun lalu.


Ayunita baru saja dijemput pulang oleh Hermawan. Lelaki tersebut membawanya ke rumah yang menjadi hadiah pernikahan mereka berdua. Dira yang waktu itu masih berusia 14 tahun sangat senang melihat kedatangan sang mama. Salah seorang yang tentu saja sangat dia rindukan.


Dipisahkan sejak kecil karena suatu hal yang dirinya tak mengerti membuatnya sangat rindu. Namun sikap Ayu yang sinis dan acuh kepadanya membuat senyum di wajah Dira kian surut.


Dengan terang terangan Ayu menolak mengakui Dira sebagai putrinya. Dan itu tentu saja sangat menyakiti hatinya. Namun Dira tak patah semangat karena dirinya memang tak tahu apa salahnya hingga sang mama sangat membenci.


Eyang Sulastri yang kala itu mengetahui sikap Ayu yang terkadang lepas kontrol pada akhirnya membawa Dira untuk tinggal bersama nya. Dira remaja yang tak pernah mengetahui dengan pasti kenapa sang mana sangat membencinya selalu mencoba banyak hal demi menarik perhatian.


Hingga suatu hari, Ayu datang dan memintanya untuk bertemu. Ayu bahkan menceritakan asal asul dari Dira. Disaat yang sama, Eyang Sulastri maupun Hermawan sedang berusaha keras mencari keberadaan Lidia yang pergi membawa putrinya, yang tak lain adalah cucu eyang Sulastri. Anak dari mendiang Ikbar.


Eyang yang sudah mulai sakit sakitan waktu itu meminta Hermawan untuk segera menemukan cucunya. Hal itu digunakan Ayu sebagai kesempatan untuk terus memupuk kebencian di hati Dira.

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Tatapan mata Ikbar menerawang jauh, mengingat kembali kenangan 27 tahun yang lalu ketika dirinya masih berstatus tunangan Ayunita.


Perjodohan keduanya dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak. Ikbar yang kala itu masih berstatus mahasiswa semester akhir tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan sang mama.


Setelah kepergian sang ayah hanya wanita itu yang dia punya. Ikbar tak ingin mengecewakannya, sebisa mungkin apapun akan Ikbar lakukan hanya untuk membuat Sulastri tersenyum.


Pertunangan dilakukan dan Ikbar baru mengetahui bahwa calon gadis yang dijodohkan dengannya adalah salah satu mahasiswi di kampus yang sama dengannya.


Tak ada yang berubah dari mereka meski pertunangan tersebut telah terjadi. Baik Ikbar maupun Ayu jarang sekali terlihat bersama. Tak ada cinta menjadi alasan utama bagi mereka sulit untuk sekedar jalan bedua.


Hermawan yang hanya sebagai anak angkat Sulastri tentu tak bisa berbuat banyak untuk membantu Ikbar.


Semua berjalan masih seperti semula hingga di tahun ke dua pertunangan itu terjadi. Ikbar masih dengan kegiatannya begitupula dengan Ayunita. Hingga kemunculan sosok Lidia merubah segalanya.


Gadis yang merupakan salah satu anak mendiang suami Sulastri tersebut merupakan teman kecil Ikbar. Keluarganya baru saja pindah ke kota C lebih tepatnya hanya Lidia yang pindah. Setelah lulus kuliah gadis manis tersebut memulai usahanya di kota C.


Sebagai teman tentu saja Ikbar membantunya begitupun dengan Hermawan. Ketiganya nampak kompak dalam segala hal. Situasi tersebut diketahui oleh Ayunita dan membuatnya kesal.


Ayu bersama beberapa orang selalu mencoba mencelakai Lidia namun usahanya tersebut selalu bisa digagalkan. Hingga suatu malam dirinya nekat mencampur minuman Ikbar dengan sesuatu.

__ADS_1


Tanpa curiga Ikbar datang memenuhi undangan Ayu. Namun tanpa sepengetahuan keduanya, Hermawan dengan diam diam telah menukar minuman tersebut. Hermawan yang memang seringkali mengikuti Ayu tentu saja mengetahui siasat gadis tersebut untuk menjebak Ikbar. Naasnya, minuman yang seharusnya dia buang malah telah raib sesaat sebelum dirinya kembali setelah menukarnya.


Tak ada yang terjadi setelahnya sehingga membuatnya melupakan apa yang terjadi malam itu. Namun dua bulan setelahnya barulah Hermawan di buat terkejut dengan adanya fakta bahwa Ayunita tengah berbadan dua. Saat itu, Ayu datang bersama dengan keluarganya untuk meminta Ikbar segera menikahinya.


Masalah semakin runyam karena Ikbar bersikeras tak pernah melakukan apapun pada Ayu. Diselah keributan tersebut, Hermawan yang tak sampai hati melihat Sulastri menangis nekat mendekat dan mengakui bahwa dirinyalah yang telah memperkosa Ayunita.


Ayu sempat syok mendengarnya. Gelengan kepala keras sempat dilakukannya sebagai bukti protesnya. Namun dengan gamblang Hermawan menjelaskan kronologi kejadian dua bulan lalu, yang akhirnya membuat Ayu terdiam tanpa bisa melawan.


Keduanya dinikahkan seminggu kemudian. Ikbar yang tak mempercayai begitu saja apa yang dikatakan Hermawan tentu saja tak langsung percaya. Namun Hermawan lagi dan lagi menepis kecurigaan Ikbar. Pemuda tersebut mengatakan bahwa dirinya mencintai Ayu sejak lama. Dirinya sakit hati karena ternyata Ikbar harus dengan muda mendapat apa yang diinginkannya tanpa harus berusaha termasuk juga dengan wanita.


Jauh dilubuk hatinya, Hermawan memiliki rasa terhadap Lidia. Namun rasa tersebut harus di kuburnya dalam dalam ketika gadis pujaannya tersebut mengatakan jika dirinya telah jatuh cinta kepada Ikbar. Namun karena status Ikbar yang tengah bertunangan kala itu membuat Lidia memilih menjadi teman.


"Kalian harus bahagia, hanya ini yang mungkin bisa aku lakukan untuk membalas segala kebaikan kalian, terutama padamu Ikbar." Gumam Hermawan ketika melihat punggung Ikbar yang perlahan menjauh ketika pemuda tersebut benar-benar percaya bahwa Hermawan melakukannya terhadap Ayu.


Pernikahan yang tak diharapkan oleh ke dua belah pihak tetap dilakukan dua minggu kemudian. Semua menganggap pernikahan tersebut membawa kebahagiaan terhadap keduanya. Namun yang sebenarnya adalah neraka.


Baik Hermawan maupun Ayu tak pernah bersentuhan meski mereka halal. Ayu yang merasa jijik terhadap Hermawan karena statusnya yang hanya anak angkat tersebut tak pernah sudih berada di dekat pemuda yang sudah sah menjadi suaminya.


Hingga diusia kehamilannya menginjak 8 bulan. Dimana Ikbar akhirnya mempersunting Lidia untuk menjadi istrinya. Ayu mengalami goncangan yang dasyat hingga wanita tersebut harus menjalani perawatan khusus karena depresi yang dideritanya.


Dira terpaksa dilahirkan secara cesar pada saat itu juga. Mengingat kondisi Ayu yang membahayakan bagi dirinya dan kandungannya.

__ADS_1


__ADS_2