DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
.... .....


__ADS_3

Yong Lanmei terus menerus di kecewakan dengan seseorang yang bernama ayah. Entah bagaimana lagi harus bertindak atau berperilaku jika nanti berhadapan dengan ayahnya kelak. Yong Lanmei mau membuka kesempatan sebab permintaan Yong Jun namun kini Yong Lanmei mau tidak mau berpikir ulang jika harus bertingkah seperti malaikat dengan membuka hati untuk menerima seorang ayah yang kejam.


Yong Yan sendiri melihat kepergian Yong Lanmei dengan hati penuh penyesalan. Entah kenapa setiap melihat Yong Lanmei dirinya tidak bisa mengontrol emosinya yang melebihi batas. Sadar tidak sadar kelakuan Yong Yan selalu saja tidak dapat di toleransi oleh kelakuannya yang selalu saja bertolak belakang dengan keinginan hatinya yang mendambakan dekat dengan putrinya tersebut.


Lu Hairan yang melihat ayah dan anak bertengkar seperti itu bersorak gembira bahagia sekali rasanya. Setidaknya perasaannya tidak terlalu buruk saat ini ketika mengingat Yong Shu putrinya dihukum sedemikian rupa apalagi menjalani pengasingan diruang bawah tanah yang didekor seperti labirin selama tiga bulan lamanya. Lu Hairan mengepalkan tangannya hingga kukunya menancap hingga menusuk dagingnya yang mana mengeluarkan darah yang terus keluar, untunglah tertutup dengan hanfunya sehingga tidak ada yang melihatnya. Lu Hairan berbalik arah meminta salah satu utusan tetua akademi sebagai petunjuk jalan untuk mengantarkannya menemui putrinya lagi sekedar berpamitan.


Utusan tersebut bergegas menunjukkan jalan kepada Lu Hairan melalui jalan yang berbeda dari sebelumnya guna menghindari rencana tak terduga seseorang yang bermaksud tidak baik. Tetua telah meminta utusan tersebut membawa mereka melalui jalan yang berbeda serta keluar melalui jalur yang lain. Lu Hairan melihat disekeliling dengan perasaan asing serta mengamati namun tetap saja tidak dapat mengingatnya. " Sial jika aku dapat dengan mudah mengingat jalan ini bisa ku pastikan bahwa tempat ini akan ku bobol menyelamatkan Yong Shu walau harus melawan banyak orang bahkan jika berhasil akan ku pindahkan Yong Shu dari akademi sialan ini " Lu Hairan terus menerus mengumpat. Utusan tersebut sekilas melirik Lu Hairan serta dapat di tangkapnya ekspresi penuh perhitungan. Utusan tersebut mencibir Lu Hairan.

__ADS_1


Setelah sampai Yong Shu langsung mendekat ke Lu Hairan. " Bu bagaimana, apakah pihak akademi setuju membebaskan aku dari tempat menyeramkan ini." Yong Shu berharap dengan cemas.


" Dasar anak bodoh kenapa bisa ceroboh seperti ini. Sulit untukku membujuk bahkan menyuap tetua itu. Untuk datang menjenguk kemari saja sangat sulit bahkan di ajak berputar-putar lebih dahulu baru sampai kesini. Dan kau dengan entengnya meminta segera bebas. Dasar anak tidak berguna selalu saja menyusahkan ibu di setiap waktu. Berpikir sebelum bertindak jangan kau gunakan otak kecil mu itu untuk berpikir tentang cinta-cintaan sebelum kau berhasil mendapat hak mu sebagai putri sah." Lu Hairan terus memaki Yong Shu dengan pelan bahkan sampai menggigit bibirnya saking kesalnya.


" Ibu jangan terus menerus menyalahkan ku, salahkan saja si j****g kecil itu yang selalu membawa petaka untuk ku. Andai dia tidak ada aku juga tidak akan terus dihina seperti ini."


Yong Shu cemberut ketika ibunya terus menerus menyalahkannya. Jika bukan karena didikannya yang selalu berusaha menjatuhkan orang lain mana mungkin dirinya bisa memiliki pemikiran jahat seperti ini. Yong Shu selalu saja memiliki pemikiran yang penuh dengan rencana jahat bahkan jika ada yang lebih baik darinya bagaimana pun caranya akan disingkirkan.

__ADS_1


Setelah cukup memarahi Yong Shu kini Lu Hairan memutuskan untuk kembali saja. Rasanya percuma jika harus memohon pada tetua akademi yang ada dirinya akan ikut di permalukan. Apalagi mulut tetua akademi sangat tajam hingga tidak mampu dirinya membantah sedikitpun. Ucapan pedas tetua akademi yang mengatakan dirinya tidak becus sebagai orang tua, tidak memiliki pemikiran yang bersih, selalu memiliki pikiran yang penuh intrik jahat untuk menjatuhkan yang di anggap lawan bahkan menyebutnya tidak berbudi serta tidak cocok di sebut orang tua. Sebagai ibu yang telah gagal serta bahkan mencuci pikiran anaknya hingga anaknya penuh tipu muslihat. Semua kecaman tetua akademi untuk Lu Hairan sangat pedas tanpa rasa toleransi.


Lu Hairan yang mengingat permohonannya selalu di tolak mentah-mentah bahkan dipermalukan sedemikian rupa merasa dendam. " Mulut pria tapi tajam melebih wanita, sangat menjengkelkan."


Lu Hairan tidak menyangka bahwa tetua akademi merupakan orang yang sulit di hadapi. Lu Hairan tidak bercermin bahkan dirinya lebih buruk lagi.


ketika Lu Hairan keluar ternyata Yong Yan sudah menunggu di dalam kereta dengan wajah kusut serta tidak memiliki aura kehidupan bahkan sekedar untuk menoleh saja rasanya enggan. Melihat Yong Yan seperti mayat hidup diam-diam Lu Hairan mencibir nya. Bahkan perasaan Lu Hairan terhadap Yong Yan kini telah menguap begitu saja, jika bukan karena daya guna yang dimiliki Yong Yan sudah pasti Lu Hairan akan menyingkirkannya.

__ADS_1


__ADS_2