
Raja Ye benar-benar menyerahkan dokumen atas penyelidikan yang di lakukannya selama ini kepada Yong Yan. Raja Ye meminta pengawalnya memastikan bahwa dokumen tersebut langsung berada di tangan Yong Yan tanpa ada yang mengetahui seorang pun demi menghindari kecurigaan dari orang itu jika sampai mata-mata lain yang tidak di ketahui keberadaannya tahu akan isi dari dokumen rahasia tersebut.
Yong Yan yang menerima dokumen yang bersifat rahasia merasakan firasat tidak baik terhadap isi di dalamnya. Yong Yan segera membaca dengan seksama dengan cermat serta mengamati baris kata demi kata dengan serius tanpa melewatkan satu kata pun dalam setiap kalimatnya. Kalimat yang tersusun rapih dengan deretan yang di tulis dengan jelas serta tercetak kasar tiap goresan tinta nya namun tidak menghilangkan arti kata didalamnya. Semua kalimat itu dapat di pahami nya. Namun Yong Yan tidak serta merta yakin akan apa yang tertulis di dalamnya, bahkan meragu untuk sesaat setelah di putuskan untuk menyelidikinya sendiri.
" Jika benar begitu bukankah selama ini aku tertipu dengan penampilannya yang lembut penuh kehangatan?"
" Awas saja jika sampai terbukti melakukan pengkhianatan di belakang ku?"
" Aku tidak segan walau hanya demi menyingkirkan wanita seperti lintah yang terus menempel dengan menghisap sari dalam inangnya. Apa gunanya menyimpan sampah di dalam rumah yang hanya akan mengotori saja."
__ADS_1
" Lu Hairan....."
" Aku juga sangsi apakah niatnya hanya sebatas itu saja, atau lebih dari yang tertulis di dalam sini?"
Segera Yong Yan meremas surat tersebut lalu membakarnya hingga menjadi abu. Yong Yan bingung, siapa yang mengirim surat ini. Apalagi identitas yang ditutupi secara rapat selama ini tidak mudah di selidiki.
Di lain tempat Nona Chen sudah tidak tahan dengan semua berita yang di bawakan oleh para mata-mata nya. Semua itu tidak lepas dari perhatiannya. Tidak mudah dirinya bertahan hidup sejauh ini, jika sampai di tengah jalan rencananya gagal bukan kah akan sia-sia perjalanannya. Dirinya juga akan malu jika nanti bertemu orang tua serta para leluhurnya di alam sana.
Yong Yan pagi hari baru mulai penyelidikan dengan datang secara langsung ke tempat pertama kali dirinya bertemu Lu Hairan. Namun nihil, ternyata tempat itu sudah tidak berpenghuni tatkala di ketahui nya bahwa tempat tersebut telah di tinggal jauh hari ketika wabah mengerikan datang menyerbu tempat tersebut hingga bertubi-tubi bencana mulai menghantui tempat tersebut. Tidak ada yang tahu kemana perginya mereka semua. Penyelidikan pada tempat ini menemui jalan buntu. Hingga Yong Yan memutuskan untuk mencari petunjuk ke tempat lainnya. Bahkan sampai tengah hari belum ada hasil apapun. Yong Yan merasa usahanya ini akan sia-sia hingga memutuskan untuk istirahat sejenak di kedai teh yang terletak di pinggir jalan. Semua orang yang hadir di kedai teh tersebut tidak memperhatikan Yong Yan yang mana mereka beranggapan bahwa dia sama saja seperti mereka yang rakyat jelata biasa. Yong Yan memang keluar untuk penyelidikan menggunakan pakaian biasa saja.
__ADS_1
Ada yang sedang berdiri sembari membawakan cerita yang di dengar nya dari ibu kota. Banyak cerita yang keluar dari mulutnya dengan bahasa yang menarik sehingga banyak yang mendengar dengan antusias. Banyak orang berdecak kagum ketika berita tersebut dibicarakan dengan penuh semangat hingga kisah heroik seseorang. Namun banyak yang geram ketika berita yang di sampaikan tentang pemerintahan yang menyangkut kemasyarakatan. Mereka amat sensitif jika mendengar berita tersebut.
Yong Yan mendengar dengan bosan cerita tersebut hingga telinganya yang peka mendengar berita yang mengejutkan bahwa tadi malam terjadi tragedi berdarah di desa melati yang mana tujuan Yong Yan selanjutnya adalah kesana. Belum sempat Yong Yan terbangun dari keterkejutannya, dirinya mendengar lagi bahwa kondisi di sana sangat memprihatinkan hingga jalan masuk di tutup sementara hingga batas yang tidak dapat di tentukan waktunya. Semua berita yang di dengarnya hari ini membuat kening Yong Yan berkerut antara percaya atau kebetulan saja. Mencurigakan namun bingung di mana letak keanehan tersebut.
Yong Yan memutuskan untuk melihat secara langsung apa yang terjadi pada desa tersebut. Dirinya menolak percaya dengan berita yang belum tentu benar tersebut.
Langkah Yong Yan terasa berat mendengar asumsi orang tersebut mengenai berita yang di bawakannya di depan kedai teh tersebut. Yong Yan sudah sampai di depan pintu masuk desa melati. Dan benar saja banyak pemerintah setempat melakukan penyelidikan hingga mondar mandir di depan pintu masuk desa. Banyak petugas yang menjaga pintu masuk desa melati hingga dapat di pastikan bahwa untuk sementara tidak akan ada yang keluar masuk ke dalam desa melati. Para warga desa melati di larang meninggalkan desa dengan alasan apapun bahkan sebaliknya jika ada orang luar akan memasuki desa melati akan di hadang dan segera di minta untuk memutar haluan kembali.
Yong Yan langsung lemas seketika dengan fakta yang ada di depan matanya. Rasanya penyelidikan ini sangat sulit seolah-olah sengaja ada yang menghalanginya mencari kebenaran.
__ADS_1
" Kenapa hanya mencari tahu tentang Lu Hairan saja sulit seperti ini, adakah kejadian besar di balik ini semua. Namun apa???"