DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
(05) Dia adalah Aku


__ADS_3

Kemudian terlihat sebuah ruangan dengan desain elegan. Ternyata itu kamar seorang wanita cantik. Terlihat seorang wanita cantik, rambutnya panjang, bergelombang, berwarna pirang, mata coklat terang, hidung mancung ,jari lentik , tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek (ideal, tingginya sekitar 165 cm), tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus (ideal, berat badan sekitar 55 kg).


Dia merasa sangat familiar dengan wanita itu. Wanita itu sedang hamil dan dia sedang di siksa hingga keguguran dan mati mengenaskan oleh seorang lelaki dan seorang wanita lain di sisinya. Kamar yang tadinya berdesain elegan kini telah ternoda dengan bercak bercak darah di dinding dan lantainya.


Lelaki yang menyiksanya itu cukup tampan, berhidung mancung, rambut hitam berbentuk batok , mata coklat gelap,dia juga cukup tinggi (sekitar 180 cm ), tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk (berat badan sekitar 70kg).


Sedangkan wanita yang berada di sisinya itu, berambut lurus, panjang rambutnya sebahu, dia tidak begitu tinggi (sekitar 150 cm), dan dia terlihat cukup kurus (35 kg).


Gadis kecil itu sangat ketakutan, badannya gemetar dan lemas. Dia merasa sangat sesak di dadanya, air matanya mengalir terus menerus, kepalanya seakan ingin pecah. Ingin sekali dia berteriak sekeras kerasnya melihat kejadian yang sangat tidak manusiawi itu. Tetapi, dia hanya bisa berteriak di dalam hati. Dia tidak berani mengeluarkan suara bahkan sekecil apa pun. Maka dari pada itu dia pun menutup mulutnya dengan tangannya, rapat rapat, dengan sekuat tenaga . Dia berkata di dalam hati dan pikirannya


"Mengapa ?"


"Kenapa mereka melakukan hal sekejam itu padanya?"


"Apakah perempuan cantik itu memiliki kesalahan pada mereka?"

__ADS_1


"Jikalau pun ada, apakah kesalahan itu sangat besar hingga perempuan cantik itu harus di siksa seperti itu oleh mereka?"


"Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi".


Terlalu lelah dia menangis dan menahan suara, kepalanya mulai pusing dan dia pun tertidur. Ketika dia sadar dan terbangun ternyata dia sedang tersandar di pohon besar itu. Dia pun bingung yang dia lihat tadi itu kenyataan atau hanya mimpi. Tetapi buat sebuah mimpi itu terasa terlalu nyata. Matahari pun mulai terbenam, gadis kecil pun segera berlari menuju rumah. Dia takut, kalau orang tuanya nanti kecarian.


Sesampainya dia di rumah, ayah dan ibunya pun bertanya


"Nak, kamu dari mana saja, sampai kamu melewatkan makan siang dan kini kamu balek ke rumah pada saat matahari mulai terbenam?"


"Kamu baru nangis ya?" (Orang tuanya melihat mata gadis kecil membengkak dan hidungnya yang memerah)


"Kamu kenapa? "


"Apa kamu sakit?"

__ADS_1


"Coba cerita pada kami apa yang kamu rasakan" (Dengan raut wajah dan nada bicara yang sangat khawatir)


"He....he....he.... Ayah...., ibu....., aku enggak kemana mana kok, aku sehat, aku tadi nangis karena mataku kelilipan dan rasanya pedih sekali dan tadi, aku hanya bermain sebentar di perbatasan ladang"


"Aku bermain terlalu asyik hingga lupa waktu.


Maafkan aku ya yah"


Maafkan aku ibu " (gadis kecil berkata dengan muka dan hati yang memelas dan menyesal)


"Baik lah nak, lain kali jikalau kamu memang berencana melewatkan makan siang di rumah, maka kamu jangan lupa membawa bekal ya nak dan kalau kamu ada masalah atau mau bercerita kami siap kok mendengatkan kamu" (kata ibu dengan lembut dan penuh kasih sayang)


apakah orang tua gadis kecil menyadari kalau anaknya tersebut menyembunyikan sesuatu darinya dan apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Sampai bertemu di eps selanjutnya

__ADS_1


Penulis $D$


__ADS_2