
Raja Ye mulai mempersiapkan dirinya untuk segera menangani masalah yang terjadi di desa tersebut. Masalah kali ini benar-benar serius, dari dana yang digelapkan hingga para warga yang marah berniat berontak menciptakan peluang dari dalam untuk musuh masuk dengan leluasa. Bahkan kini tidak hanya pria saja, namun perempuan juga mulai belajar kultivasi serta ilmu bela diri untuk membentuk pasukan. Kabar yang di dengar oleh Raja Ye kini pasukan mereka telah terbentuk kuat, jika terus di biarkan maka mereka akan membuat kekacauan besar. Di lain pihak walau mereka adalah warga kekaisaran namun di cap berkhianat telah berontak. Tapi menurut sisi lain, keberontakannya adalah dari ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah kekaisaran. Banyak dari mereka sebelumnya telah meninggal karena makanan yang kurang serta ekonomi lainnya yang sulit. Menjadi desa yang sudah di wilayah perbatasan malah makin terpelosok dengan kehidupan yang semakin buruk.
Saat Raja Ye telah sampai dengan kekuatan yang dimilikinya yaitu menggunakan peringan tubuh sehingga sampai dengan cepat di desa tersebut, namun jangan di lupakan dirinya telah menyamar sebagai pengembara yang melakukan perjalanan jauh. Penampilan telah di rubah sebab dirinya telah mendapat informasi, jika tetap memakai pakaian kebesarannya maka akan semakin membuat warga bertindak impulsif. Raja Ye tidak ingin kedatangannya malah membuat peperangan di mulai.
Walau begitu saat dirinya masuk kedalam sana banyak pasang mata memandangnya dengan tatapan penuh curiga, takut-takut jika itu adalah orang yang sedang menyamar. Raja Ye sangat menghargai kepekaan mereka, namun sayangnya jalan yang telah di ambil telah menyesatkan mereka sehingga membuat diri mereka anti terhadap kekaisaran bahkan jika ada warga kota memasuki tempat mereka tanpa mau mendengar alasannya langsung di serang secara membabi buta. Hingga kini laporan tentang warga kota atau bangsawan kota yang melakukan perjalanan jauh namun saat melewati tempat ini selalu saja banyak yang meninggal di tempat, ada juga yang selamat namun lukanya sungguh parah bahkan semua hartanya di jarah habis-habisan. Raja Ye pusing memikirkan kekacauan ini, baru juga kekaisaran di serang musuh kini dari dalam kekaisaran sendiri kejahatan semakin merajalela. Kaisar sendiri malah tidak mau turun tangan, dirinya telah tua namun belum ada yang bisa di andalkan selain Raja Ye.
Penuaan dini dari kaisar sendiri adalah kasus tanda tanya dari berbagai pihak, namun dirinya belum mau menyerahkan tahta pada putra mahkota yang belum memenuhi kriteria sebagai pemimpin.
__ADS_1
Kembali lagi pada tempat ini, saat Raja Ye melangkah semakin jauh. Di tengah perjalanan, dirinya di hadang oleh pemuda desa tersebut.
" Siapa kamu, apa tujuan kamu, dari mana kamu, dan mau kemana?" pertanyaan bertubi-tubi di lontarkan pemuda tersebut terhadap Raja Ye.
" Nama saya Yu Long, saya hanya pengembara yang lewat untuk sekedar istirahat sejenak, Saya dari gunung dan tidak memiliki tujuan. Hanya mengikuti kaki saja hendak kemana langkah ini membawa diri saya." Raja Ye menjawab dengan santai serta tenang.
" Baru turun gunung ternyata?" salah satu pemuda tersebut tersenyum mengejek.
__ADS_1
" Baiklah, namun jika kamu berulah di desa kami. Jangan harap kamu akan selamat "
Semua pemuda yang menghadang Raja Ye kini menyingkir setelah salah satu dari mereka mempersilahkannya lewat, yang di yakini sebagai ketua dari para pemuda tersebut.
Saat berjalan dengan santai, Raja Ye menelisik keadaan tersebut bahkan dengan jelas sekali dirinya dapat menilai keterbelakangan tempat ini yang seperti sulit terakses wilayah luar. Banyak sudah bantuan yang tersalurkan dari kekaisaran untuk wilayah ini lenyap entah ke kantong siapa. Banyak oknum tidak bertanggung jawab yang harus di selidiki bahkan mendapatkan bukti nyata untuk membereskan para korup tersebut.
Raja Ye terlihat sendu melihat keadaan yang jauh dari kata layak tersebut, mereka benar-benar memanfaatkan kekuasaan demi kepentingan pribadi.
__ADS_1
Saat dirinya akan melangkah kembali terlihat olehnya banyak yang sedang berlatih bela diri serta kultivasi. Dapat dilihat olehnya, jika mereka benar-benar akan menyerang kekaisaran. Berapapun pasukan kekaisaran akan mudah dilenyapkan begitu saja. Dengan mata kepala sendiri, Raja Ye menganalisis seberapa jauh persiapan serta kekuatan fisik mereka.
Tidak jauh dari sana, terlihat seseorang mendekat. Dan Raja Ye sungguh terkejut bukan main. Ternyata.....?