DIA ADALAH AKU

DIA ADALAH AKU
....... .....


__ADS_3

Yong Lanmei sedari tadi memandang Raja Ye sembari melamun. Pada waktu itu saat dirinya menyinggung tentang reinkarnasi yang menurut logika itu hal sulit di percaya namun jika ada keajaiban itu datang maka percaya tidak percaya itulah kenyataannya. Raja Ye terdiam seribu bahasa sembari memasang wajah sulit di baca, entah berpikir apa Yong Lanmei sendiri tidak tau. Namun, Yong Lanmei malah berasumsi sendiri bahwa tidak mungkin dirinya yang masuk dalam tubuh Yong Lanmei dapat menerima jiwa asing yang entah dari mana asal usulnya. Raja Ye terus menerus memperhatikan Yong Lanmei sedari tadi, bahkan Yong Lanmei terus menerus menghela nafas.


" Jika kau berpikir tentang masalah itu, akan ku pertegas bahwa aku Raja Ye tidak peduli siapapun jiwa yang berada dalam tubuh Yong Lanmei saat ini. Hanya ada satu yang pasti bahwa aku mencintaimu jauh dalam lubuk hatiku terdalam. Siap menerima segala kekurangan yang ada padamu dan selalu sedia membantu mu saat kamu dalam kesulitan sekalipun harus berkorban jiwa raga. Aku serahkan seluruh hidup mati ku hanya untuk mu seorang."


Yong Lanmei tercengang dengan pengakuan Raja Ye yang menurutnya sangat manis dan melelehkan jiwa nya. Bergetar hebat hatinya saat ini, tatkala mendengar secara langsung pengakuan cinta Raja Ye. Tidak terasa air mata luruh membasahi pipinya yang seputih dan sebening giok dengan senyum yang terukir indah di bibirnya.


" Jangan menangis, aku tidak suka air mata tetap lah seperti sebelumnya yang selalu memasang wajah serius dan datar namun dingin. Rasanya lebih baik tutupi kesedihan mu di hadapan orang lain atau kamu akan terus di injak jika sisi lemah mu kamu perlihatkan. Mereka akan bahagia jika kamu menderita. Buktikan pada mereka bahwa kamu adalah wanita yang kuat dan pemberani."


Yong Lanmei yang mendengar kata-kata semangat dari Raja Ye merasa tidak sendiri lagi. Kini langkah kaki nya semakin mantap untuk meraih kebahagiaan untuk dirinya sendiri yang terutama lalu baru untuk keluarganya yang benar-benar peduli padanya selama ini. Yong Lanmei bertekad menjadi kuat dan sesegera mungkin menyingkirkan hama yang dirasa cukup mengganggu setiap langkahnya.


" Terimakasih" Hanya itu yang dapat Yong Lanmei katakan kepada Raja Ye.


Raja Ye tersenyum lalu mengangguk. Sebelum benar-benar pergi, Raja Ye berpesan pada Yong Lanmei.


" Jangan lupa setiap langkah yang kamu ambil harus libatkan diriku, jangan gegabah seorang diri. Aku selalu siap kapan pun dan dalam kondisi apapun. Jangan sungkan berbagi kepada ku. Dan bukti dalam dokumen itu akan aku berikan pada ayahmu untuk mencari tahu semuanya sendiri secara langsung?"

__ADS_1


" Apa kamu yakin bahwa ayah akan melakukan penyelidikan?"


" Itu pasti !!"


Yong Lanmei merasa tidak yakin terhadap Yong Yan yang notabennya adalah ayah nya sendiri. Selama ini tidak pernah dirinya melihat atau mendapat kasih sayang secara langsung selayaknya anak dan ayah. Hubungan mereka renggang ketika ibunya sudah tiada dan semakin menjadi tatkala Lu Hairan dan putrinya menjadi bagian dalam keluarganya. Yong Lanmei tidak berharap lebih pada Yong Yan, setiap kesempatan ada untuk memperbaiki hubungan mereka disaat itu pula selalu ada pengacau yang hadir di tengah mereka dengan akhir dirinya selalu di rundung dan semakin membuat hatinya membenci Yong Yan.


Yong Lanmei tidak menyadari bahwa Raja Ye masih sempat memperhatikan dirinya sekilas lalu berbalik kembali dan mencium pipi Yong Lanmei hingga dirinya tersentak dari lamunannya.


" Jangan selalu melamun." Raja Ye langsung melesat keluar dari jendela.


" Selalu saja seperti itu, apa gunanya pintu jika masuk saja seperti pencuri. Haish bingung sudah aku merasakannya, tapi itu sudah menjadi kebiasaannya."


Yong Lanmei kembali pada pemikirannya;


" Apakah jika ayah membaca dokumen itu akan segera melakukan penyelidikan atau malah sebaliknya?"

__ADS_1


" Jika ayah tahu bagaimana ya ekspresi pertama kali yang akan di tampilkan pada wajahnya yang garang itu?"


" Aku tidak habis pikir, kenapa ayah menelantarkan putrinya hanya demi serigala berbulu domba yang siap menghancurkan dirinya kapan pun. Aneh tapi nyata?"


" Aku juga berpikir, kenapa ayah selalu membawa masuk perempuan yang hitam hatinya dengan niat terselubung namun ya dapat ditutupi semua itu dengan tampang sok polos mereka itu. Bahkan ayah terkecoh oleh mereka."


" Haish rasanya seperti ksatria gagah di medan perang yang selalu terbunuh dengan kecantikan. Cocok sepertinya ungkapan tersebut untuk Yong Yan itu?"


" Lalu jika tahu selama ini Lu Hairan mengacau dari dalam apa yang akan ayah ambil ya kira-kira?"


" Saat ini Yong Shu sedang dalam masa hukuman. Tapi tunggu akankah kecepatan penyelidikan Yong Yan selesai lebih awal atau rencana lain dari orang itu berjalan lebih dulu?"


" Nona Chen sangat berbahaya, aku tidak menyangka orang itu adalah nona Chen lalu nona Chen itu sendiri siapa nama aslinya ya ?"


" Aku memikirkan ini semua jadi pusing, terlalu ribet urusan jika menyangkut perpolitikan demi kedudukan yang tinggi ataupun demi misi balas dendam yang ujungnya ingin merebut kekuasaan juga."

__ADS_1


" Kapan semua ini berakhir, aku rindu tidur nyenyak tanpa gangguan yang tiba-tiba membuat ku terusik seperti ini. Hah dunia ku yang indah aku ingin kembali ke dunia modern lagi."


__ADS_2