Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 101. Giliranku yang berjuang


__ADS_3

"Maaf, bukannya saya bermaksud untuk meruntuhkan rasa percaya diri anda. Tapi, anda tidak akan menang dari saya."


"Kenapa anda sangat percaya diri pak Arshaka? Apa anda tidak tahu posisi anda hanya sebagai MASA LALU? Atau anda menolak sadar?" Julian memang tersenyum saat mengatakannya, namun ucapannya sangat menusuk ke dalam relung hati Saka. Pria itu menekankan pada Saka bahwa dia hanyalah masa lalu dan seolah Julian adalah masa depannya. Secara usia, Julian dewasa dan Saka, usianya dibawah Starla. Jadi Julian pikir bahwa Saka tak akan cocok dengan Starla. Julian merasa percaya diri bahwa dia bisa mendapatkan Starla.


"Bukannya anda yang sangat percaya diri diri pak Julian. Anda sudah kenal dengan Starla selama bertahun-tahun kan? Tapi apakah anda sudah mendapatkan hati Starla? Atau berhasilkah anda menjalin hubungan dengan Starla selain sebagai Presdir dan sekretarisnya? Tidak kan? Itu karena Starla masih menyimpan saya didalam lubuk hatinya, masih ada saya...ayah dari anak-anaknya dan pria yang dia cintai." cetus Saka percaya diri, dia tidak mau terlihat rendah dan kalah di depan Julian yang sudah jelas adalah saingannya.


Sekarang ini Saka jadi banyak pikiran, dia memikirkan pekerjaan, Starla, Axelo dan hubungan mereka. Pekerjaannya di Jakarta tak bisa ia tinggalkan dengan waktu lama, ayahnya juga hanya bisa menghandle sementara. Saka sudah memiliki tanggungjawab akan perusahaan dan ratusan karyawan yang bekerja dibawah naungannya, akan tetapi dia juga tidak boleh membiarkan Julian mendapatkan kesempatan bersama dengan Starla.


Sudah cukup waktu 5 tahun dilewati Saka tanpa Starla, dia tidak mau berpisah lagi dengan Starla dan Axelo. Mereka berdua dan juga Aluna tentunya, adalah bagian terpenting dalam hidup Saka.


"Ayo kita berangkat Pak." Starla tiba-tiba muncul dan menginterupsi percakapan Saka dan Julian.


"Iya, ayo."


"Maaf, saya sudah membuat bapak menunggu." kata Starla merasa tak enak hati.


"Tidak apa-apa, ayo kita ke mobil. Sebentar lagi jam masuk kantor." ucap Julian mengajak Starla pergi. Dia berjalan lebih dulu, sementara Starla mengikutinya dari belakang.


Saka menahan kepergian Starla dengan memegang tangan wanita itu. "Ada apa Saka?" tanya Starla seraya melepas pegangan tangan Saka darinya.


"Sekarang giliranku yang berjuang buat kamu, so...kamu jangan pergi kemana-mana Star. Karena aku yang datang buat kamu," ucap Saka lirih.


"Kamu tuh ngomong apa sih?" tanya Starla dengan kening berkerut.


"Pokoknya aku nunggu kamu, nggak peduli mau berapa lama pun...asalkan kamu jangan lari lagi. Apalagi lagi ke pelukan orang lain." Saka tetap bicara, meskipun Starla belum memahami ucapannya.


Diamnya Starla dengan wajah bingung, membuat Saka yakin bahwa Starla mencerna ucapannya barusan.


"Aku pergi, aku titip anak-anak!" ujarnya sebelum pergi.


"Kamu tenang aja Star, little star kita aman sama aku. Jangan lama-lama perginya ya," Saka tersenyum, meskipun wajah wanita itu datar dan sama sekali tidak menanggapi Saka dengan antusias. Hal itu tidak membuat Saka sakit hati, dia memang pantas mendapatkan ini.

__ADS_1


"Hmm...kalau ada apa-apa hubungi aku. Nomornya kamu bisa minta sama Mom Gina." kata Starla yang lalu melangkah pergi dari sana. Saka melihatnya sambil melambai-lambaikan tangannya, sampai Starla pergi naik mobil bersama Julian.


Hatinya tidak rela dan tetpotek-potek melihat Starla pergi dengan pria lain, tapi ia percaya kalau hati Starla hanya untuknya. Buktinya selama 5 tahun ini, Starla tidak menjalin hubungan dengan siapapun juga. Itu artinya Starla menjaga hati untuknya.


Tak lama setelah Starla pergi, Saka menerima panggilan dari ibunya. Sebenarnya sudah berkali-kali Saka menerima panggilan itu, tapi dia abaikan karena masih emosi dengan Anggun. Sehingga Ghea mengirimkannya pesan, kalau Anggun sedang sakit. Barulah Saka mau mengangkat panggilan video call dari Anggun.


Semarah apapun Saka, dia tetap tidak bisa mengabaikan ibunya yang katanya sedang sakit. Tapi awas saja kalau sampai Anggun membohonginya.


"Ada apa?" tanya Saka malas. Ia memilih video call dihalaman depan rumah Starla. Saka melihat Ghea dan Anggun di layar ponselnya.


"Saka kamu dimana? Mama sakit, kamu malah liburan ke Singapore."protes Ghea pada adiknya yang tidak tahu tujuan Saka pergi ke Singapore untuk apa.


"Siapa yang bilang aku liburan? Disini aku lagi berjuang hidup dan mati untuk masa depanku, untuk hidupku dan ini penting!" seru Saka membalas protes kakaknya.


"Memangnya apa yang lebih penting dari keluarga? Cepat pulang, mama sakit Saka. Dia kepikiran kamu terus." Ghea memperlihatkan Anggun yang sedang terbaring lemah diatas ranjang.


"Saka maafin Mama, kamu sama Aluna pulang ya nak?" ucap Anggun lirih. Wajah wanita paruh baya itu terlihat pucat pasi.


"Memangnya apa yang kamu lakukan disa--" Ghea berhenti bicara saat ia melihat dua orang anak laki-laki sedang bersama dengan Aluna. Ketiga anak itu rupanya sedang berlarian ke halaman depan, lalu terlihatlah Gina yang keluar dari rumah mengejar Gio.


"Itu Aluna sama siapa, anak laki-laki itu siapa?" tanya Ghea kaget melihatnya. Dia lebih kaget lagi saat melihat Gina. "Saka, wanita itu kan temannya Starla, mantan ibu mertua kamu kan?" tanya Ghea lagi.


"Gina? Ada Gina di sana?" tanya Anggun yang juga melihat ke arah layar ponselnya yang sedang dipegang oleh Ghea saat ini.


"Aku sedang berada di--"


"Paman, tolong singkirkan gadis ini dariku. Dia terus menggangguku!" ujar Axelo yang protes pada Saka, sekarang anak itu sudah berjarak dekat dengan layar ponsel Saka.


"Boy, adikmu Luna hanya ingin bermain denganmu." sahut Saka putranya.


"Pokoknya aku nggak mau!" dengus Axelo kesal.

__ADS_1


Ghea dan Anggun tercengang kala melihat sosok Axelo yang mirip dengan Saka waktu kecil. "Saka! Dia siapa? Jangan bilang kalau-" Ghea berhenti bicara, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Seorang anak kecil yang mirip dengan adiknya.


"Dia Axelo, anakku." kata Saka sambil melihat ke arah Axelo yang rupanya sudah pergi dari sampingnya.


"Axelo...cucu Mama! Itu artinya kamu ketemu Starla juga nak?" tanya Anggun dengan mata berkaca-kaca.


"Ponakan aku itu." gumam Ghea tak mengira dia akan melihat Axelo.


"Iya, aku udah ketemu sama Starla dan Axelo." jawab Saka datar.


"Dimana alamatnya nak? Tolong kasih tahu Mama." kata Anggun yang tidak sabar ingin menyusul Saka kesana. Dia juga ingin meminta maaf pada Starla dan keluarganya. Sekarang Anggun paham, Saka pergi ke Singapore karena sudah tahu Starla ada di sana.


"Mau apa Mama tanya alamatnya? Mama mau nyebarin gosip apa lagi? Udahlah Ma, lebih baik mama jangan vc aku dulu dan cepat sembuh." ucap Saka yang lalu menutup telponnya begitu saja.


Ghea dan Anggun kesal karena Saka menutup telponnya begitu saja. Anggun langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya. "Ma, mama lagi sakit. Mama mau kemana?"


"Mama mau ke Singapore sekarang juga." kata Anggun bersikeras.


"Apa? Ma, tapi Mama lagi sakit!" seru Ghea melarang.


"Cepat kamu telpon Yogi, dia pasti tahu alamat rumah Starla. Paksa dia kasih tahu kalau dia gak mau." ujar Anggun pada Ghea. Dia sudah bertekad untuk pergi ke Singapore dan menuntaskan masalah, ia harus meminta maaf pada Starla dan keluarganya.


****


Spoiler...


"Aluna! Bangun sayang, kamu kenapa?"


###


Nanti aku up lah malam ya, jangan lupa komennya guys ❤️❤️😬

__ADS_1


__ADS_2