
****
Starla benar-benar tidak nyaman dengan tatapan mata Aldo kepadanya, dia langsung menegakkan tubuhnya dan mendorong Aldo. Raut wajah pria itu menunjukkan bahwa dia tersinggung dengan tindakan Starla yang mendorongnya.
"Aku cuma bermaksud menolong kamu," ucap Aldo.
"Maaf kak, aku refleks." kata Starla sambil memalingkan wajahnya. Dia benar-benar merasa tidak nyaman dengan sorot mata Aldo padanya.
"Aku yang harusnya minta maaf, aku udah meluk kamu." Aldo memelas.
"Nggak apa-apa kak." balas Starla.
Aldo yang merasa Starla waspada padanya, akhirnya mengalihkan pembicaraan."Kamu lagi masak ya?"
"Iya kak." jawab Starla cuek sambil mengambil bumbu dapur di dalam kulkas. Dia menghindari tatapan mata Aldo.
"Masak apa?" tanya Aldo sambil mengambil satu botol berisi air minum di dalam kulkas. Dan posisi Aldo berada dibelakang Starla saat ini.
'Kak Aldo kenapa sih?' batin Starla kesal karena Aldo terus mepet-mepet padanya.
"Omelette kak." jawab Starla sekenanya. Lantas buru-buru ia menutup lemari es dan melanjutkan kegiatan memasaknya. Tanpa Starla sadari, Aldo masih berdiri di dekat lemari es dan menatap wajah cantiknya dengan intens. Terlihat kilatan nafsu di dalam sorot matanya, saat melihat si janda dengan dua anak itu.
Lama-lama berada di sana, Aldo pun kembali ke lantai atas. Tujuannya tadi ke lantai bawah, hanyalah untuk mengambil air minum yang dingin. Eh, dia malah bertemu dengan wanita yang semalam menjadi fantasinya bercinta dengan Ghea.
'Shitt! Hanya dengan melihatnya saja, milikku sudah menegang. Apalagi kalau memasukkannya' batin Aldo mesum.
Begitu Aldo sampai didalam kamarnya, ia melihat Ghea yang baru saja keluar dari kamar mandi dalam keadaan rambut yang masih basah. Terlihat banyak jejak kepemilikan di tubuhnya, semalam Aldo benar-benar menyentuhnya bahkan tanpa memakai penghalang. Biasanya Aldo, akan melakukan itu dengan menggunakan pengaman bila lawan mainnya adalah wanita lain. Tapi ini istri sendiri, jadi rasanya dia bebas saja semalam, mau melakukan apapun juga.
"Kak, kamu dari mana?" tanya Ghea sembari melihat suaminya yang masih berdiri di ambang pintu dan melihatnya dengan tatapan yang tidak biasa.
"Akh!" Ghea terkesiap manakala Aldo membuatnya jongkok dihadapan tubuh pria itu. Aldo menurunkan celananya dan memperlihatkan miliknya yang menegang.
"Kak..."
"Puaskan aku Ghea! Jangan sampai aku mencari kenikmatan di luar sana," ucap Aldo sambil menjambak rambut Ghea.
Ghea sudah paham, apa maksud perkataan suaminya itu dan dia langsung melakukan tugasnya untuk memuaskan Aldo. Agar Aldo tidak sembarangan jajan di luar sana. Ghea tidak mau Aldo selingkuh, maka dari itu dia harus bisa menjadi istri Perfect dan memuaskan Aldo dalam segala hal.
Semalam dia sangat kesakitan, Aldo menyetubuhinya dengan brutal dan dia pasrah. Dia hanya ingin rumah tangganya utuh, karena dia sangat mencintai Aldo.
****
Pagi-pagi di kediaman Delano, semuanya tampak bersinar dengan kehadiran Starla dan Axelo sebagai pelengkap. Jeffry, Anggun dan Saka merasa mereka kembali hidup karena melihat pemandangan ini. Namun hanya satu yang kurang, yaitu Starla dan Saka kembali bersama.
Suasana di meja makan terasa hangat saat Starla menyuapi Aluna dan Axelo secara bergantian. Tumben sekali Axelo mau disuapi, ya itu semua karena dia juga ingin dimanja-manja seperti Aluna.
"Mom, aku juga mau." rengek Axelo kala melihat mamanya menyuapi Aluna dengan sendok.
"Boy, mau juga nak? Daddy saja yang suapi ya?" bujuk Saka pada putranya.
"Aku mau disuapi mommy." tolaknya.
"Bagaimana kalau disuapi Opa?" kali ini Jeffry ikut nimbrung, dia juga ingin dekat dengan cucu laki-lakinya. Melihat kemiripan wajah Axelo dengan Saka, seketika keinginan di dalam hatinya untuk menjadikan Axelo penerusnya kelak.
"Tidak perlu." jawab Axelo cuek.
"Ya sudah mommy suapi Axelo juga ya." kata Starla akhirnya.
Ketika sedang menyuapi kedua anaknya, Starla sampai tidak sempat untuk makan sarapannya sendiri. Akhirnya Saka berinisiatif untuk menyuapi Starla. Wanita itu terkesiap saat satu sendok omelette masuk ke dalam mulutnya.
"Kamu juga harus makan, aku yang suapi." ucap Saka sambil tersenyum. Starla tidak bisa berkata-kata lagi, sebab mereka berada di meja makan dan banyak orang yang melihat. Akan tidak nyaman bila Starla menolak apa yang dilakukan oleh mantan suaminya tersebut.
Dia pun menerima suapan demi suapan yang dilakukan oleh Saka, tanpa protes. Semua orang yang sedang sarapan bersama di meja makan itu, terlihat senang melihat kedekatan Starla dan Saka.
'Sebenarnya Saka dan Starla memang saling mencintai, tapi...karena mereka masih muda dan labil, mereka jadi egois. Senang banget deh lihat mereka akur kayak gini. Semoga aja, mereka bisa kembali bersama' batin Ghea tulus mendoakan.
Setelah acara sarapan selesai, karena hari itu adalah Minggu. Aluna mengajak semua orang pergi ke taman hiburan, dari dulu dia selalu ingin pergi ke taman hiburan bersama dengan keluarga yang lengkap. Dan Aluna harus mewujudkannya kali ini.
"Ayolah Mom, besok kan aku sekolah jadi ndak ada waktu lagi untuk belmain." rengek Aluna seraya menarik-narik tangan mamanya itu. Ya, besok adalah hari senin, hari untuk memulai segala aktivitas.
Tentu saja Starla tidak dapat menolak permintaan putrinya. Starla menganggukkan kepalanya, dia tidak akan bisa menolak jika Aluna yang meminta.
"Baiklah, ayo kita pergi. Tapi, kamu tunggu disini dulu ya. Mommy akan ganti baju," ujar Starla dengan penuh kelembutan. Gadis kecil itupun menganggukkan kepalnya, dia tersenyum manis.
Lantas, Starla pun naik ke lantai dua untuk menuju ke kamar tempatnya semalam menyimpan baju dan menginap. Sementara di ruang tengah, Aluna, Axelo sedang bersama dengan Opa dan oma mereka.
Saka yang tadinya berada di ruang tengah, berinisiatif untuk menyusul Starla karena wanita itu sudah lebih dari 15 menit berada di lantai 2.
"Star, kenapa kamu bawa koper gitu? Kita kan cuma mau ke taman bermain," tanya Saka terheran-heran dan bingung kenapa Starla membawa koper. Itu artinya barusan Starla habis mengemasi barang-barangnya dan Axelo.
__ADS_1
"Sekalian aja pulang ke rumah, Ka."
"Tapi ini kan rumah kamu juga, Star." kata Saka dengan raut wajah kecewa.
"Apa sih maksud kamu? Apa kamu pikir aku dan Axelo akan tinggal di rumah ini?" tanya Starla kembali sinis.
"Kalau enggak tinggal di rumah ini, kamu tinggal di rumah aku aja. Aku sama Aluna tinggal sama Bi Imah, pasti rame kalau kamu sama Axe--"
"Saka stop, kamu ngomong apa sih? Kita sudah bukan suami-istri lagi, jadi kita nggak bisa tinggal bareng. Kenapa kamu ngomong seolah-olah aku harus tinggal sama kamu?" sela Starla dengan emosi. Saka pun terdiam dan menyadari kalau dia sudah terlalu banyak bicara.
"Maaf Star, aku terlalu banyak berharap dan banyak bicara. Seharusnya aku tahu batasan, maafin aku Star." ucap Saka menyesal.
'Ternyata masih sulit untuk menggapai kamu Star. Ya, semuanya masih butuh waktu' batin Saka sedih.
"Ya udah, ayo kita turun. Kasihan Luna sama Axel udah nunggu." Starla mendesah pelan, lalu dia menggeret kopernya keluar kamar. Dengan cepat Saka membantu Starla membawa kopernya.
"Saka-"
"Jangan nolak bantuan aku Star, aku udah cukup sedih kamu tolak aku barusan." sela Saka cepat, dia tersenyum tapi harinya terluka. Saka pun berjalan cepat membawa koper Starla.
"Maafin aku Saka, tapi aku nggak mau lagi baper sama kamu. Mungkin perceraian kita adalah salah satu pertanda kalau kita emang nggak jodoh." gumam Starla pelan. Rasanya perih juga, dia masih ada rasa pada Saka tapi tidak bisa bersama karena keadaan dan apa yang sudah terjadi di masa lalu.
Namun bukankah ini semua karena Starla belum bisa melupakan masa lalunya?
****
Di taman hiburan
Aluna dan Axelo sedang naik komedi putar bersama, sementara Starla dan Saka menunggu mereka berdua. Tanpa mengalihkan pandangan dari keduanya. Apalagi Starla selalu terlihat khawatir pada Aluna, dia takut kalau penyakit jantung Aluna kambuh lagi.
"Tenang aja, Aluna nggak akan kambuh kalau hanya naik komedi putar. Hanya saja kalau dia kelelahan, baru bisa kambuh." kata Saka seraya melihat ke arah Starla sekilas. Seakan paham apa yang sedang dipikirkan oleh mantan istrinya itu.
"Iya, aku tetap saja cemas. Dan aku merasa bersalah karena sudah meninggalkan Aluna, padahal dia sedang sakit dan butuh aku," ucap Starla lirih.
"Jangan nyalahin diri kamu sendiri, ini salah aku. Salahkan aku karena aku yang buat rumah tangga kita tercerai berai. Salahkan aku yang selingkuh dari kamu!" seru Saka yang membungkam bibir Starla.
"Jadi jangan ngomong ini semua salah kamu, Star. Jangan pernah." ucapnya lagi tegas.
Tak berselang lama kemudian, ada suara tidak asing yang memanggil mereka berdua. Sontak saja Saka dan Starla menoleh ke asal suara tersebut. Saka tersenyum menyambut kehadiran mereka, sedangkan Starla terlihat terkejut melihat orang-orang itu.
"Hai Bu ayang, Saka!"
Malvin, Fero, Angel dan Belvina yang datang. Malvin dan Fero menghampiri Saka, memeluk bestienya itu. Mereka melakukan tos geng gabrut yaitu disebut salam gurita.
"Gimana kabar Lo bro?" tanya Saka pada Fero yang memang sudah tidak bertemu 1 Minggu lamanya.
"Baik, bro."
"Woy parah lu Sak, gue kagak ditanya? Si Fero doang yang ditanya!" ujar Malvin komplen karena Saka hanya menanyakan kabar Fero saja, sedangkan ia tidak.
"Gue udah bosen kali lihat Lo, ngapain gue nanya kabar Lo!" tegas Saka malas.
"Tega banget Lo. Untung aja Lo calon bapak mertua gue," celetuk Malvin yang lagi-lagi membuat Starla dan kedua temannya terkekeh mendengarnya. Namun tenang saja, mereka hanya melempar candaan bukannya serius memakai perasaan apalagi sampe baperan.
"Btw Starla gimana kabarnya? Kak Starla makin cantik aja, makin awet muda deh!" Angel tidak bohong, ia menatap kagum pada Starla. Wanita yang berusia lewat 25 tahun itu masih terlihat awet muda, walaupun agak kurusan. Tubuhnya seperti anak kelas satu SMA, namun tak mengurangi kecantikannya.
"Aku baik Angel, kamu juga cantik...udah jadi mamah muda." Starla tersenyum melihat Angel. Dia sama sekali tidak lakukan Angel dengan berbeda, walaupun dia tahu bahwa Angel adalah teman baik Elisa.
"Ah masa sih kak?" kekeh Angel sambil tersenyum.
"Wah lucu banget, ini anak kamu?" tanya Starla dengan tatapan kagum pada Belvina. Bayi berusia 2 tahun yang digendong oleh mamanya.
"Iya kak. Namanya Belvina," jawab Angel. "Vina, ayo salam dulu sama Tante Starla." ucap Angel sambil tersenyum pada putrinya.
Tak lama setelah main komedi putar, ketiga anggota geng gabrut dan keluarganya masing-masing, ya kecuali Malvin si jomblowati. Kini berkumpul di restoran taman hiburan, untuk menyantap makan siang terlebih dahulu.
'Sial, cuma gue yang jomblo disini. Padahal tampang gue lumayan sekelas Lee Min Hoo' batin Malvin yang iri pada Fero dan Saka yang terlihat hangat dengan keluarga kecil mereka. Gandengan pun bisa kayaknya, walaupun Starla dan Saka belum resmi bersama. Namun vibes vibes endingnya sih, pasti mereka bakal balikan. Tinggal tunggu waktu aja, dan Malvin bisa melihat itu.
"Om tanteng mau ecim juga Ndak?" tawar si kecil Aluna pada Malvin, sambil menyodorkan sesendok eskrim rasa stroberi pada Malvin.
"Woah...emang deh, princessnya om paling pengertian. Calon istri masa depan Om," ucap Malvin dengan mata berbinar-binar, ia hendak menerima suapan dari Aluna. Tapi dengan cepat Saka menggendong putrinya menjauh dari Malvin, ia tampak waspada.
"Hati-hati si Malvin kelamaan jomblo bisa jadi kelainan woy!" cetus Fero sambil terkekeh.
"Jangan racuni pikiran princess gue, dasar lu pedofil. Huh!" ujar Saka. Sedangkan Aluna dan Axelo tampak bingung karena mereka tak tahu artinya pedofil itu.
"Saka, language. Ada anak-anak." tegas Starla pada Saka untuk menjaga bahasanya.
"Opss..maaf Star." tadi saja Saka seperti harimau, tapi begitu mendapatkan teguran dari Starla, eh Saka langsung jinak.
__ADS_1
Mereka semua menikmati waktu di taman hiburan dengan bahagia, bagi Saka ini adalah best moment yang baru pertama kali terjadi. Ia jalan-jalan bersama dengan Starla dan kedua anak mereka. Namun untuk Aluna ada beberapa hal yang dibatasi, karena kondisi Aluna yang sakit.
"Luna juga mau naik itu sama kayak kak Axel," rengek Aluna di gendongan momnynya. Aluna ingin naik kapal-kapalan yang berputar, tapi Starla dan Saka melarangnya.
"Luna sama mommy saja ya? Kita main komedi putar yuk? Atau Luna mau makan takoyaki? Mommy belikan ya sayang?" rayu Starla seraya mengusap lembut punggung putrinya. Aluna menggeleng, terdengar isak tangis dari gadis kecil itu di dalam pelukan Starla.
Saka dan Starla saling melihat satu sama lain, mereka bingung bagaimana lagi membujuk Aluna. Gadis itu juga ingin seperti anak lainnya yang bebas ini dan itu, tapi dia tidak bisa dan ujung-ujungnya dia patah hati.
"Luna sayang, main sama om yuk? Kita lihat ikan! Di sana ada ikan yang warna biru, mau lihat?" ucap Malvin membujuk Aluna.
"Ikan dori, om?" tanya Aluna yang akhirnya memberikan respon. Malvin menganggukkan kepalanya.
"Ya, ikan dori. Ada di sana! Ayo ikut om.. sayang," ujar Malvin.
"Mom, Dad, Luna mau ikut om ganteng." akhirnya Aluna mau turun dari gendongan Starla, setelah dari tadi susah dibujuk. Aluna memegang tangan Malvin dan mood nya tidak sekacau tadi.
"Tenang aja bro, gue bakal jaga Aluna." kata Malvin sambil tersenyum.
"Oke, awas kalau Lo sampai apa-apain princess gue!" ancam Saka.
"Iya tenang aja. Kak Starla juga tenang aja ya! Aku pastikan, princess Luna dalam keadaan baik-baik saja, tanpa kekurangan sesuatu apapun."
"Aku percaya. Tapi jangan lama-lama ya, kita ketemu di deket kincir ya." ucap Starla sambil tersenyum.
"Wokay. Come on princess," Malvin dengan semangat mengajak Aluna pergi melihat ikan di akuarium. Selagi Aluna pergi bersama Malvin, Belvina diajak main oleh Fero dan Saka bersama Axelo. Starla dan Angel duduk duduk sambil menikmati segelas cup sugar Boba. Mereka juga mengobrol tentang masa lalu bersama.
"Oh ya, gimana kabar Lita? Dia udah nikah juga?" tanya Starla.
"Lita pindah ke Surabaya kak, dia belum nikah kok hehe." jawab Angel.
"Kalau Elisa?" tanya Starla penasaran dengan wanita itu. Wanita yang pernah merusak rumah tangganya.
"Elisa jadi biarawati kak, dia pindah ke Roma." jawab Angel yang membuat Starla terkejut bukan main. Dia memilih untuk menjadi biarawati, mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi pada Tuhan.
****
Beberapa hari berlalu setelah itu, Saka dan Starla tinggal terpisah. Namun Aluna lebih sering tinggal di rumah Starla sekarang, untunglah Aluna bukan anak yang rewel dan betah tidur dimana saja. Setiap pagi Saka selalu menjemput Starla, Aluna dan Axelo. Saka mengantar si kembar ke sekolah dan mengantar Starla bekerja. Starla bekerja di perusahaan lokal bernama GN food sebuah perusahaan makanan terbesar di Indonesia.
"Disini senang di sana senang, dimana-mana hatiku cenang... disini senang disini senang..." Aluna asyik menyanyi saat berada dalam perjalanan pulang ke rumah.
Disampingnya ada Axelo, sedangkan Starla duduk didepan bersama Saka yang menyetir.
"Mom, dad, nanti ada acara 17 Agustus di sekolah. Guru bilang kalau ada perlombaan untuk anak dan orang tua murid juga." kata Axelo pada ibu dan ayahnya.
"Oh ya?" tanya Starla.
"Iya. Ini selembaran dari Bu guru." ucap anak laki-laki itu sambil menyerahkan secarik kertas pada mommynya.
Starla pun membaca surat itu yang berisi edaran untuk orang tua siswi TK pelita, agar menghadiri acara perlombaan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI. Bahkan di dalam surat edaran itu ada outfit yang harus digunakan nanti di acara tersebut.
"Gimana Star?"
"Iya, ada perlombaan Ka. Kita wajib datang kayaknya. Tapi kayaknya kamu sibuk deh, kalau aku sih bisa izin." ucap Starla.
"Aku bakal datang, masa iya aku nggak datang. Sesibuk apapun aku, demi anak-anakku tentunya aku bakal datang. Demi kamu juga, demi menghabiskan waktu sama kamu!" ucap Saka seraya mengedipkan sebelah matanya pada Starla.
"Jangan genit deh. But, kalau kamu nggak bisa datang nggak apa-apa. Kan ada aku!" seru Starla.
"No, aku harus datang." jawab Saka.
Usai mengantarkan si kembar ke rumah keluarga Delano karena memang saat siang mereka selalu main di sana bersama Anggun. Saka mengantarkan Starla ke GN food. Setelah sampai didepan gedung itu, Starla tak lupa berterimakasih pada Saka.
"Makasih."
"Hem...nanti aku jemput ya? Kamu pulang jam berapa?" tanya Saka.
"Aku bisa pulang sendiri," jawab Starla menolak.
"Jam 5 kan? Aku bakal kesini jam 5." putus Saka sambil tersenyum. Dia tidak peduli dengan penolakan Starla dan pria itu memang selalu begitu.
"Tapi Sak--"
Tiba-tiba saja Starla terkejut saat melihat seorang gadis memeluk Saka, bahkan mencium pipi pria itu dengan mesranya. Matanya sampai tak berkedip melihat pemandangan itu.
"Saka, kamu kesini buat nemuin aku ya?"
"Kamu-" Saka terbelalak dan tampak kesal melihat wanita itu. Starla sendiri merasa aneh, dia memilih melangkah pergi dari sana.
"Star!" teriak Saka kala ia melihat mantan istrinya masuk ke dalam gedung kantor.
__ADS_1
****