Dihamili Berondong

Dihamili Berondong
Bab 36. Saka Curhat


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Setelah masalah kaos couple dan ucapan Saka tentang Elisa, jelas saja membuat Starla marah. Ia langsung membuang kaos couple itu jauh-jauh karena Starla tidak mau suaminya sampai gamon lagi.


Bahkan setelah Saka membuang baju couple itu atas seizin Adrian, amarah Starla belum mereda. Sekeras apapun Saka mencoba menjelaskan dan bicara pada Starla, percuma. Wanita itu tetap tak mau mendengarkannya. Kalau sudah marah ya begini, Starla diam dan tidak mau bicara. Bukankah yang diam seperti ini lebih menyeramkan? Lebih baik Starla marah-marah saja seperti angry bird.


Alamat, perang dunia rumah tangga pun terjadi dan lebih parah dari perang Shinobi. Karena bukan hanya menyerang negeri Konoha saja, bahkan rasanya seluruh negeri ikut terkena amarah Starla. Starla jadi ikut mendiami teman-temannya juga, padahal mereka tidak salah apapun.


"Star, Lo kenapa? Kayak lagi bete gitu?" hanya Galang, pria itu yang masih tahan bersikap lembut dan berani bicara dengan Starla. Kedua temannya yang lain tidak berani bicara kalau Starla berada dalam mode seperti ini.


"Diem deh! Gue nggak mau Lo kena marah, sama gue."


Namun Galang tidak peduli, ia malah semakin mendekat pada Starla dan dia duduk didepan Starla. Melihat wajah cantik yang sedang marah itu.


"Kenapa sih? Ada masalah apa? Mending makan coklat dulu yuk? Ini gue beliin buat Lo," ucap Galang sembari menyodorkan coklat dan bungkusnya kepada Starla. Coklat itu adalah coklat kesukaan Starla dengan merek C varian rasa Oreo.


"Hem...nggak mau."


"Yakin? Nanti nyesel loh...enak banget ini coklatnya. Coklat kesukaan Lo." bujuk Galang lembut, seperti membujuk anak kecil. Ya, Galang memang suka dengan anak-anak, bahkan ia sering beramal ke panti asuhan meski uangnya pas-pasan dan ia tidak kaya.


Starla mencebikan bibirnya, ia tidak tahan dengan godaan coklat itu dan akhirnya mengambilnya. Sementara Gina dan Riko berada disisi lain halaman belakang rumah Gina yang selalu jadi tempat tongkrongan mereka.


"Rik, Lo harus nasehatin si Galang lagi. Gak pantes buat si Galang terus deketin Starla sedekat itu, dia kan udah punya suami." bisik Gina pada Riko.


"Lu bener, si Galang emang butuh dan kudu dengerin siraman rohani dari gue lagi. Apa tuh anak nggak takut kayak kena azab ya? Azab pebinor di potong anunya."

__ADS_1


Plak


Riko yang asal celetuk itu, langsung mendapatkan pukulan di belakang kepala dari Gina.


"GINA, lu apaan sih? Gimana kalau gue amnesia huh?" tanya Riko sambil memegang bagian belakang kepalanya yang kena pukul Gina.


"Sumpeh ya lu Rik! Kebanyakan nonton sinetron azab lu!" sentak Gina yang lalu menindas Riko dengan memukul-mukul tumbuhnya. Melihat Gina dan Riko seperti itu membuat Starla dan Galang tertawa.


***


Ditempat lain, sore itu Saka sedang berada di rumah Malvin bersama Malvin dan Fero. Dia curhat tentang Starla yang marah padanya, sementara kedua temannya mendengarkan curhatan Saka sambil main PS.


"Bu ayang pasti ada alasannya kan kenapa dia marah?" tanya Malvin pada Saka yang sedang rebahan ria diatas sofa dengan wajah gelisah. Dia jadi malas pulang ke rumah.


"Jirr Fero! Lo jangan nikung gue." ujar Malvin pada Fero yang saat ini mulai memenangkan pertandingan balapan didalam game tersebut. Malvin memainkan stick game psnya dengan antusias.


"Guys please, kalian bisa serius dulu nggak sama gue? Gue butuh solusi!" ujar Saka pada kedua temannya yang sama sekali tidak digubris oleh mereka. Saka yang kesal pun akhirnya mengambil remote dan mematikan.


"Anj*r kok modar sih! Bentar lagi finish!" sentak Fero kaget karena latarnya tiba-tiba mati. Bukan hanya Fero yang kaget, tapi Malvin juga. Mereka yang sedang seru-serunya itu malah diganggu oleh Saka.


Akhirnya mereka berdua pun mendengarkan curahan hati Saka lebih dulu. Setelah mendengar cerita Saka, kedua temannya itu malah tertawa dan mengejek Saka.


"Woah...anjir parah Lo Saka parah!"


"Alamat perang dunia Shinobi ke 12 haha.." Malvin terbahak-bahak.

__ADS_1


"Gue nggak nyuruh kalian ketawa, gue nyuruh kalian kasih gue solusi, damn!" kesal Saka.


"Ka, gue tanya Lo...Lo masih belum move on dari si Elisa?" tanya Fero dalam mode seriusnya.


"Udah lah." jawab Saka yakin seratus persen, dia sudah move dari Elisa dan sekarang hatinya susah untuk Starla. Dia jatuh cinta pada wanita berusia 21 tahun itu.


"Terus kenapa Lo ngungkit si Elisa, huh? Gue kan udah bilang jangan nyakitin ayang gue," ujar Malvin sambil memegang pisau buah dan ia arahkan pada Saka.


"Gue keceplosan! Karena baju Singapore itu sama kayak baju couple Gue sama si Elisa dulu. Terus sekarang gimana? Starla marah sama gue, padahal semalam hubungan kita udah menghangat. Starla bahkan ciuman sama gue," jelas Saka gusar panjang lebar. Padahal biasanya ia tidak pernah bicara panjang x lebar begini.


"Ohok ohok!" Malvin langsung tersedak oleh patah hati karena kata-kata terakhir Saka. Fero sampai melongo karena tak percaya bahwa Saka berciuman dengan Starla.


"Lo bahkan nggak mau dicium si Elisa, pacar Lo yang udah 2 Tahun berhubungan. Tapi...astaga...gue gak nyangka."


"Pake nggak nyangka segala lagi. Si Saka bahkan sekali tojos langsung bisa bikin Kak Starla bunting!" ujar Fero yang membuat Malvin kembali murung.


"Hey hey udah! Kalian harus kasih gue saran,biar Starla nggak marah lagi sama gue."


"Oke...pertama wanita selalu benar, kedua wanita selalu benar. Ketiga cewek marah cowok minta maaf, keempat...cewek selalu benar!" celetuk Fero sambil terkekeh-kekeh.


"Sialan! Yang serius Lo!" ujar Saka kesal sambil melempar bantal tepat ke wajah Fero.


"Ah elu Ka, padahal pengalaman pacaran Lo lebih banyak dari kita. Lo sama si Elisa, kalian udah lama. Masa Lo nggak tau sih?"


"Elisa sama Starla itu beda, dan itu yang buat gue bingung!" Saka memijat kepalanya yang pusing karena Starla marah. Dia tidak tenang.

__ADS_1


"Ya udah, sini gue bisikin!" kata Fero dengan senyum jahilnya.


...****...


__ADS_2